Ahli Mengembangkan Antivirus yang Bisa Mencegah Virus Corona Memasuki Sel Manusia

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah | Suara.com

Rabu, 13 Oktober 2021 | 16:00 WIB
Ahli Mengembangkan Antivirus yang Bisa Mencegah Virus Corona Memasuki Sel Manusia
COVID-19 (kuning) di antara sel-sel manusia (biru, merah muda dan ungu), credit: NIAID-RML

Suara.com - Para ilmuwan di Fakultas Kedokteran Universitas Washington, St. Louis, telah mengembangkan senyawa kimia yang dapat menganggu virus corona Covid-19 menyerang sel manusia.

Senyawa bernama MM3122 ini diyakini sebagai cara baru menjanjikan dalam mencegah infeksi atau mengurangi keparahan Covid-19 jika diberikan pada awal infeksi terjadi. Tetapi penelitian baru dilakukan pada sel dan tikus.

Medical Xpress melaporkan, senyawa tersebut menargetkan protein kunci manusia yakni transmembrane serine protease 2 (TMPRSS2), protein yang dimanfaatkan SARS-CoV-2 untuk masuk dan menginfeksi sel manusia.

"Vaksin sudah tersedia untuk infeksi SARS-CoV-2, tapi kita masih membutuhkan obat antivirus yang efektif membantu mengekang keparahan pandemi ini," jelas penulis senior James W. Janetka, Ph.D.

Menurutnya, senyawa obat baru berpotensi memblokir TMPRSS2 dan protein lainnya yang disebut matriptase. Ini ditemukan di permukaan paru-paru dan sel-sel lain.

Virus corona (COVID-19) muncul dari permukaan sel manusia, credit: NIAID-RML
Virus corona (COVID-19) muncul dari permukaan sel manusia, credit: NIAID-RML

"Dengan memblokir TMPRSS2, obat tersebut mencegah virus memasuki sel lain atau menyerang sel paru-paru jika, secara teori, itu (antivirus) dijadikan obat pencegahan," sambungnya.

Janetka mengatakan ia dan timnya sedang menguji senyawa pada tikus, dikombinasikan dengan perawatan lain yang menargetkan bagian penting dari virus corona.

Dari hasil studi yang baru dilakukan di laboratorium, senyawa MM3122 dapat melindungi sel dari virus dengan lebih baik dibanding remdesivir. Peneliti juga menemukan senyawa itu akan efektif pada SARS-CoV-2 dan MERS-CoV.

Tidak hanya untuk SARS-CoV-2, senyawa ini juga berpotensi menghambat masuknya virus corona jenus lain serta virus influenza.

"Semua virus itu mengandalkan protein manusia yang sama untuk menyerang sel paru-paru. Jadi, dengan memblokir protein manusia, kita mencegah virus apa pun yang mencoba membajak protein tersebut memasuki sel," imbuh Janetka.

Pada penelitian ini senyawa diberikan melalui suntikan, tetapi Janetka mengatakan mereka sedang berusaha membuat senyawa dalam bentuk yang dapat diminum. Mereka juga tertarik untuk membuat obat intranasal agar senyawa langsung masuk ke saluran hidung serta paru-paru.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Obat Antivirus Covid-19 Molnupiravir Semakin Populer, Australia Pesan 300.000 Dosis

Obat Antivirus Covid-19 Molnupiravir Semakin Populer, Australia Pesan 300.000 Dosis

Health | Rabu, 06 Oktober 2021 | 04:05 WIB

Ahli Temukan Pil Antivirus untuk Turunkan Risiko Kematian Virus Corona Covid-19

Ahli Temukan Pil Antivirus untuk Turunkan Risiko Kematian Virus Corona Covid-19

Health | Selasa, 05 Oktober 2021 | 15:22 WIB

Pfizer Buat Pil Antivirus untuk Cegah Virus Corona Covid-19

Pfizer Buat Pil Antivirus untuk Cegah Virus Corona Covid-19

Health | Jum'at, 01 Oktober 2021 | 10:41 WIB

Terkini

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Health | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB