Jangan Asal Makan, Buah Kering Bisa Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung!

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Kamis, 14 Oktober 2021 | 11:30 WIB
Jangan Asal Makan, Buah Kering Bisa Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung!
Ilustrasi Penyakit Jantung (freepik/jcomp)

Suara.com - Buah mengandung banyak vitamin, mineral dan serat yang baik untuk kesehatan tubuh dan mencegah berbagai penyakit kronis. Tapi, beberapa buah yang melalui proses pengeringan bisa kehilangan nutrisinya.

Buah yang melalui proses pengeringan justru bisa meningkatkan risiko penyakit jantung, yakni penyebab utama kematian yang tertinggi di dunia.

Holland dan Barrett menjelaskan banyak buah kering yang lebih menarik atau manis dengan lapisan gula atau sirup sebelum melalui proses pengeringan.

Proses ini dikenal sebagai manisan buah. Padahal tambahan gula dalam makanan bukanlah pilihan terbaik. Dalam beberapa kasus yang parah, ini bisa meningkatkan risiko obesitas dan penyakit jantung.

Pada dasarnya, buah kering tidak buruk. Tapi, Anda harus memilih jenis buah kering yang tepat untuk mendapatkan manfaat kesehatan dari nutrisinya.

Ilustrasi buah kering. (Sumber: Shutterstock)
Ilustrasi buah kering. (Sumber: Shutterstock)

Sebagian besar buah kering dibuat dengan menghilangkan air alami dari buah tersebut. Buah kering yang sehat adalah buah segar yang dikeringkan tanpa tambahan gula atau bahan tambahan lainnya.

Menurut NHS, 30 gram buah kering, seperti kismis, kurma, sultana dan buah ara dianggap dalam kelompok buah kering yang memiliki manfaat kesehatan.

Tapi dilansir dari Express, buah kering harus dikonsumsi pada waktu makan, bukan sebagai camilan di antara waktu makan untuk mengurangi dampak buruknya pada gigi.

Penyakit jantung sendiri adalah penyebab utama kematian. Namun, ada banyak cara untuk mengurangi risiko penyakit jantung.

Anda bisa mencegah penyakit jantung dengan menjalani gaya hidup sehat. Menurut Mayo Clinic, salah satu cara terbaik untuk menjaga kesehatan jantung adalah berhenti merokok.

Badan kesehatan itu menjelaskan bahwa bahan kimia dalam tembakau bisa merusak jantung dan pembuluh darah Anda. Asap rokok mengurangi oksigen dalam darah Anda yang meningkatkan tekanan darah dan detak jantung.

Karena , jantung harus bekerja lebih keras untuk memasok oksigen yang cukup ke tubuh dan otak. Untungnya, risiko penyakit jantung mulai turun sejak hari pertama Anda berhenti merokok.

"Setelah setahun tanpa rokok, risiko penyakit jantung Anda turun menjadi sekitar setengah dibandingkan perokok aktif," kata badan kesehatan tersebut.

Menurut penelitian, melakukan aktivitas fisik santai dengan intensitas sedang selama 150 menit per minggu juga mengurangi risiko penyakit jantung.

Menurut NHS, gejala penyakit jantung yang paling umum adalah nyeri dada (angina) dan sesak napas. Tetapi, beberapa orang mungkin tidak memiliki gejala apapun sebelum didiagnosis.

Jika arteri Anda benar-benar tersumbat, itu dapat menyebabkan serangan jantung (infark miokard). Meskipun gejalanya dapat bervariasi, ketidaknyamanan atau rasa sakit akibat serangan jantung biasanya mirip dengan angina.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Manfaat Buah Kesemek bagi Tubuh, Dipercaya Bisa Mencegah Penuaan Dini

5 Manfaat Buah Kesemek bagi Tubuh, Dipercaya Bisa Mencegah Penuaan Dini

Your Say | Kamis, 14 Oktober 2021 | 09:24 WIB

8 Oleh-oleh Khas Jogja Paling Banyak Dibeli, Ada yang Klasik Dagadu Djokdja

8 Oleh-oleh Khas Jogja Paling Banyak Dibeli, Ada yang Klasik Dagadu Djokdja

Jogja | Kamis, 14 Oktober 2021 | 07:50 WIB

Mengenal Nutrisi Kismis, Ini 5 Manfaat Kesehatannya pada Tubuh

Mengenal Nutrisi Kismis, Ini 5 Manfaat Kesehatannya pada Tubuh

Health | Rabu, 13 Oktober 2021 | 17:30 WIB

Terkini

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB