WHO: Investasi Rp 14 Ribu per Orang Bisa Bangun Akses Cuci Tangan di 46 Negara Miskin

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati | Suara.com

Jum'at, 15 Oktober 2021 | 08:50 WIB
WHO: Investasi Rp 14 Ribu per Orang Bisa Bangun Akses Cuci Tangan di 46 Negara Miskin
Ilustrasi Mencuci Tangan. (Pixabay)

Suara.com - Tanggal 15 Oktober diperingati sebagai Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia. Sebelum terjadi pandemi Covid-19, kebiasaan cuci tangan itu telah dikampanyekan di seluruh dunia karena dianggap juga bisa mengurangi risiko berbagai infeksi akibat bakteri, kuman, dan virus yang menempel di tangan.

Namun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat kalau masih banyak keluarga di berbagai negara belum memiliki fasilitas cuci tangan yang layak.

Padahal, jika masyarakat dunia bisa menyumbang kurang dari 1 dolar Amerika Serikat (setara Rp 14 ribu) per orang per tahun, untuk kebersihan tangan, menurut WHO, akan banyak keluarga di 46 negara kurang berkembang atau miskin bisa memiliki fasilitas cuci tangan yang layak pada 2030. 

Ilustrasi cuci tangan. (Shutterstock)
Ilustrasi cuci tangan. (Shutterstock)

Hal itu akan memberikan perlindungan dasar terhadap penyakit, mencegah wabah di masa depan, dan mencegah ratusan ribu kematian.

NS Laporan State of The World's Hand Hygiene 2021 yang baru diluncurkan hari ini pada Hari Cuci Tangan Sedunia oleh WHO dan UNICEF, menyoroti bahwa biaya tahunan pemerintah di negara kurang berkembanguntuk mempromosikan cuci tangan dengan sabun di rumah hanya mencapai 2,5 persen dari rata-rata pengeluaran kesehatan.

Kebersihan tangan menjadi salah satu garis pertahanan pertama melawan penyebaran penyakit menular. Akan tetapi, hal itu juga belum terjangkau oleh miliaran orang kekurangan fasilitas kebersihan tangan di rumah, sekolah, atau fasilitas perawatan kesehatan.


Secara global, 3 dari 10 orang, atau 2,3 miliar, kekurangan fasilitas cuci tangan dengan air dan sabun di rumah. Sebanyak 818 juta anak tidak memiliki fasilitas cuci tangan dengan sabun dan air di sekolah selama 2020.


Juga 1 dari 3 petugas kesehatan di fasilitas kesehatan kekurangan fasilitas kebersihan tangan di tempat mereka memberikan perawatan. Kondisi itu tentu menempatkan mereka semua pada risiko penyakit yang sebenarnya dapat dicegah. Hampir 2 miliar orang bergantung pada fasilitas kesehatan yang bahkan tidak memiliki layanan air dasar.

“Banyak dari mereka yang harus melewati pandemi ini tanpa fasilitas cuci tangan dasar juga berada di tempat-tempat yang telah berjuang dengan akses yang lebih rendah dan lebih lambat ke vaksin, terapi dan sumber daya pengujian, belum lagi memerangi infeksi lain yang dapat dicegah. Beban jadi tiga kali lipat,” kata Direktur Departemen Lingkungan, Perubahan Iklim dan Kesehatan di WHO Dr Maria Neira,  dikutip dari situs WHO.

Diakui Maria, mencapai tujuan akses secara global terhadap kebersihan tangan akan membutuhkan perubahan yang dramatis. Kecepatan rata-rata kemajuan saat ini harus empat kali lipat untuk memastikan semua rumah di dunia memiliki akses cuci tangan pakai sabun di rumah.

Hal yang sama berlaku untuk akses ke layanan kebersihan tangan di sekolah pada 2030, yang juga akan membutuhkan setidaknya peningkatan empat kali lipat dalam tingkat kemajuan rata-rata. Bahkan percepatan harus lebih besar di beberapa daerah.

Jika tingkat kemajuan tidak dipercepat, WHO memperkirakan pada 2030 dunia hanya akan mencapai 78 persen cakupan layanan kebersihan dasar. Sedangkan 1,9 miliar orang di dunia masih tidak memiliki fasilitas untuk mencuci tangan di rumah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Update Covid-19 Global: Vaksinasi Masih Rendah, Rusia Alami Rekor Kematian Harian

Update Covid-19 Global: Vaksinasi Masih Rendah, Rusia Alami Rekor Kematian Harian

Health | Jum'at, 15 Oktober 2021 | 08:27 WIB

FDA Sarankan Suntikan Booster Vaksin Moderna untuk Kelompok Berisiko

FDA Sarankan Suntikan Booster Vaksin Moderna untuk Kelompok Berisiko

Health | Jum'at, 15 Oktober 2021 | 08:08 WIB

Pemerintah Ingin Vaksin Booster untuk Jamaah Umrah Tak Dipolitisasi

Pemerintah Ingin Vaksin Booster untuk Jamaah Umrah Tak Dipolitisasi

Riau | Jum'at, 15 Oktober 2021 | 07:35 WIB

Terkini

BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut

BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut

Health | Senin, 11 Mei 2026 | 12:19 WIB

15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak

15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak

Health | Senin, 11 Mei 2026 | 10:06 WIB

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Health | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:31 WIB

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB