4 Jenis Obat yang Dilarang Dikonsumsi Atlet Sebagai Doping

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Senin, 18 Oktober 2021 | 14:00 WIB
4 Jenis Obat yang Dilarang Dikonsumsi Atlet Sebagai Doping
Ilustrasi doping [Shutterstock]

Suara.com - Pembahasan mengenai doping oleh atlet kembali ramai pasca selesainya turnamen bulutangkis Piala Thomas di Denmark, malam tadi, Minggu (17/10).

Bukan karena adanya atlet bulutangkis yang dihukum akibat terbukti konsumsi doping. Tapi lantaran tidak berkibarnya bendera merah putih di atas podium meski Indonesia juara Piala Thomas 2020.

Peristiwa itu terjadi akibat adanya sanksi dari Badan Anti-Doping Dunia (WADA) kepada Indonesia yang dinilai tidak mematuhi program test doping plan (TDP). 

WADA memberikan sanksi kepada Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI) pada pekan lalu. Indonesia bersama tujuh negara lain tidak mengirimkan sampel uji doping selama masa pandemi, yakni pada 2020 dan 2021.

Gambar logo Badan Anti-Doping Dunia (WADA) diambil pada 20 September 2016 di kantor pusat organisasi di Montreal.Marc BRAIBANT / AFP
Gambar logo Badan Anti-Doping Dunia (WADA) diambil pada 20 September 2016 di kantor pusat organisasi di Montreal.Marc BRAIBANT / AFP

Akibatnya, bendera Indonesia dilarang dikibarkan dalam setiap turnamen internasional, termasuk saat seremoni kejuaraan.

Tes doping bagi atlet memang dianggap penting. Bukan hanya bagi kesehatan tubuh atlet itu sendiri, tapi juga untuk mempertahankan semangat sportivitas dalam pertandingan olahraga. Sebab, penggunaan doping bisa meningkatkan stamina siapapun yang mengonsumsinya.

Dikutip dari American College of Medical Toxicology, ada empat kriteria zat yang termasuk dalam obat doping bagi atlet. Di antaranya, zat yang bisa meningkatkan massa otot, zat yang mengurangi waktu pemulihan, zat yang meningkatkan energi maupun daya tahan, dan zat yang bisa menutupi kandungan obat lain. 

Sedangkan beberapa contoh zat dan metode yang digunakan untuk doping secara internasional, di antaranya:

1. Obat Anabolik (Steroid Anabolik)

baca juga

Steroid anabolik telah lazim dalam olahraga profesional sejak pertama kali digunakan pada 1950-an pada atlet angkat besi. Obat tersebut telah digunakan secara luas dalam olahraga berbasis kekuatan seperti angkat berat, sepak bola, baseball, dan lainnya. 

Steroid anabolik merupakan turunan sintetis dari testosteron. Tujuan penggunaannya dalam doping untuk meningkatkan massa otot dan berat badan tanpa lemak. Obat-obatan itu dapat dikonsumsi baik secara oral atau injeksi. Banyak bentuk yang berbeda juga sering dikonsumsi bersamaan untuk memaksimalkan efek yang diinginkan. 

Namun banyak efek kesehatan yang merugikan. Efek kesehatan yang relatif kecil seperti infeksi kulit, jerawat, ginekomastia ireversibel (perkembangan jaringan payudara pria), dan penyusutan testis. 

Selain itu, efek parah dan berpotensi mengancam jiwa seperti psikosis, pendarahan di sekitar hati, peningkatan risiko serangan jantung, dan kematian mendadak juga dikaitkan dengan penggunaan steroid anabolik. 

Karena banyak efek kesehatan yang merugikan terkait dengan penggunaan steroid anabolik, maka dikategorikan sebagai zat yang dikendalikan di Amerika Serikat. Juga terdaftar secara permanen di Kode Anti-Doping Dunia dan secara rutin diuji pada atlet dunia.

2  Stimulan

Obat perangsang terdiri dari kelompok besar dan beragam obat, bila digunakan untuk doping bertujuan meningkatkan stamina seorang atlet, mengurangi sensasi kelelahan dan rasa sakit, juga meningkatkan fungsi mental dan perilaku. 

Beberapa zat yang termasuk obat stimulan ini di antaranya kokain, amfetamin, dan efedrin. 

Amfetamin pada awalnya sering dikonsumsi atlet karena bisa mengurangi rasa sakit dan kelelahan. Amfetamin juga telah digunakan dalam banyak olahraga seperti bersepeda, sepak bola dan trek lapangan sejak Olimpiade 1936. 

Namun, meskipun digunakan secara luas, efek samping amfetamin kadang-kadang bisa sampai mengancam jiwa akibat peningkatan risiko kejang, serangan jantung dan kematian mendadak bersama dengan banyak efek lainnya.

Oleh karena itu, penggunaannya dilarang, baik dalam olahraga maupun ilegal untuk penggunaan pribadi non atlet.

3. Hormon

Sistem endokrin merupakan sistem dalam tubuh manusia yang memproduksi dan mengatur hormon. Hormon bertanggung jawab untuk hampir setiap fungsi tubuh termasuk perkembangan dan pertumbuhan otot. 

Beberapa hormon telah ditemukan berfungsi untuk meningkatkan produksi protein dan karena itu bisa peningkatan massa otot. Hormon seperti insulin dan hormon pertumbuhan manusia (hGH) telah digunakan oleh atlet dalam upaya untuk meningkatkan massa otot. 

Tapi efek kesehatannya parah. Seperti gula darah rendah, kelebihan cairan dan pembengkakan anggota badan, pertumbuhan tulang yang berlebihan, hingga serangan jantung. 

4. Doping Darah

Atlet bisa meningkatkan kinerja mereka dalam berolahraga dengan meningkatkan jumlah oksigen dalam aliran darahnya. Oksigen menjadi salah satu nutrisi dasar untuk semua sel, karenanya peningkatan pengiriman oksigen ke jaringan dapat meningkatkan daya tahan dan kinerja atlet.

Beberapa atlet akan diambil darahnya sendiri beberapa bulan sebelum kompetisi, hanya untuk ditransfusikan kembali ke atlet yang sama sesaat sebelum kompetisi untuk meningkatkan volume darah mereka dan jumlah oksigen dalam darah itu selama kompetisi. 

Atlet lain telah menggunakan obat tertentu seperti erythropoietin, yang bekerja untuk meningkatkan produksi sel darah merah tubuh. Secara keseluruhan, peningkatan volume sel darah merah memastikan peningkatan pengiriman oksigen ke sel, dan kemungkinan meningkatkan daya tahan tubuh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sanksi WADA bikin Merah Putih Tak Berkibar di Piala Thomas, Ini Mengapa Doping Dilarang

Sanksi WADA bikin Merah Putih Tak Berkibar di Piala Thomas, Ini Mengapa Doping Dilarang

Health | Senin, 18 Oktober 2021 | 13:25 WIB

Merah Putih Dilarang Berkibar di Piala Thomas, NOC Desak LADI Patuhi WADA

Merah Putih Dilarang Berkibar di Piala Thomas, NOC Desak LADI Patuhi WADA

Sport | Senin, 18 Oktober 2021 | 08:37 WIB

Kemenpora Diserbu Gegara Masalah Doping, Netizen: Gara-gara Kalian Bendera Tak Berkibar!

Kemenpora Diserbu Gegara Masalah Doping, Netizen: Gara-gara Kalian Bendera Tak Berkibar!

Sport | Senin, 18 Oktober 2021 | 06:06 WIB

Terkini

Dari Adu Teknik Memasak hingga Meracik Kopi, Chef Dunia Bersaing di Jakarta

Dari Adu Teknik Memasak hingga Meracik Kopi, Chef Dunia Bersaing di Jakarta

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 01:49 WIB

LPPOM Tak Ingin Sertifikasi Halal Berhenti Jadi Label, UMKM Didorong Naik Kelas

LPPOM Tak Ingin Sertifikasi Halal Berhenti Jadi Label, UMKM Didorong Naik Kelas

News | Sabtu, 07 November 2026 | 01:37 WIB

Camat Diminta Kerja Super Keras dan kolaboratif, Ini Pesan Kemendagri

Camat Diminta Kerja Super Keras dan kolaboratif, Ini Pesan Kemendagri

Jabar | Jum'at, 06 November 2026 | 23:30 WIB

Lolos Semifinal Porprov XV Jabar, Tim Basket Putri Kabupaten Bogor Siap Tantang Juara Bertahan

Lolos Semifinal Porprov XV Jabar, Tim Basket Putri Kabupaten Bogor Siap Tantang Juara Bertahan

Jabar | Jum'at, 06 November 2026 | 23:23 WIB

Dukung Swasembada Pangan, Tim Patriot UB Bangun Rumah Bibit Tangguh Iklim di Sorong

Dukung Swasembada Pangan, Tim Patriot UB Bangun Rumah Bibit Tangguh Iklim di Sorong

News | Jum'at, 06 November 2026 | 23:18 WIB

Profil PT Andalan Artha Primanusa Tbk (ANDA), Kontraktor Tambang Incar IPO Rp316 Miliar

Profil PT Andalan Artha Primanusa Tbk (ANDA), Kontraktor Tambang Incar IPO Rp316 Miliar

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 23:09 WIB

Komplotan Begal Bersajam yang Rampok Motor Wanita di Deli Serdang Ditangkap

Komplotan Begal Bersajam yang Rampok Motor Wanita di Deli Serdang Ditangkap

Sumut | Jum'at, 06 November 2026 | 23:06 WIB

Perempuan Sulawesi Bersuara Desak Moratorium Izin Tambang dan Perlindungan Hutan Hujan

Perempuan Sulawesi Bersuara Desak Moratorium Izin Tambang dan Perlindungan Hutan Hujan

Sulsel | Jum'at, 06 November 2026 | 22:59 WIB

Sebelum Memilih Asuransi Kendaraan, Perhatikan 3 Hal Ini agar Tak Repot Saat Klaim

Sebelum Memilih Asuransi Kendaraan, Perhatikan 3 Hal Ini agar Tak Repot Saat Klaim

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 22:50 WIB

Erdin Werdrayana Gugup Lakoni Intimate Scene Bareng Alexandra Gottardo di Series Asmara Penuh Dendam

Erdin Werdrayana Gugup Lakoni Intimate Scene Bareng Alexandra Gottardo di Series Asmara Penuh Dendam

Entertainment | Jum'at, 06 November 2026 | 22:49 WIB

×