alexametrics

Mesti Tahu, Begini Tatalaksana Operasi Sayatan Minimal Untuk Obati Kelainan Tulang

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati
Mesti Tahu, Begini Tatalaksana Operasi Sayatan Minimal Untuk Obati Kelainan Tulang
Ilustrasi operasi. (Pixabay)

Sebelum operasi dilakukan, dokter biasanya akan merujuk pasien melakukan pemeriksaan fisik untuk mengetahui masalah dan penyebab kelainan tulang yang dialami.

Suara.com - Operasi bedah limb lengthening and reconstruction jadi salah satu tindakan medis yang bisa dilakukan dalam pengobatan kelainan tulang

Sebelum operasi dilakukan, dokter biasanya akan merujuk pasien melakukan pemeriksaan fisik untuk mengetahui masalah dan penyebab kelainan tulang yang dialami. Selanjutnya, dokter dapat melakukan beberapa pemeriksaan penunjang.

Dokter Spesialis Bedah Ortopedi dr. Faisal Miraj, Sp.OT (K)., mengatakan setidaknya ada empat pemeriksaan yang perlu dilakukan pasien dengan kelainan tulang sebelum didiagnosis. Di antaranya:

Kerangka manusia, tulang, osteoporosis (Pixabay/PublicDomainPictures)
Kerangka manusia, tulang, osteoporosis (Pixabay/PublicDomainPictures)
  1. Pemeriksaan radiologi dengan scanogram untuk melihat kelainan pada tungkai dari panggul sampai pergelangan kaki.
  2. Jika diperlukan, dokter akan menganjurkan pemeriksaan tambahan berupa CT-Scan atau MRI.
  3. Pemeriksaan laboratorium, terutama jika diduga adanya kekurangan zat gizi seperti kekurangan vitamin D, kalsium, atau fosfor.
  4. Pemeriksaan hormon seperti hormon paratiroid, apabila kelainan bentuk yang terjadi kemungkinan disebabkan karena kelebihan hormon tersebut.

Setelah keempat pemeriksaan selesai dilakukan, bedah limb lengthening and reconstruction bisa dilakukan. Menurut dokter Faisal, pembedahan itu hanya menghasilkan sayatan berukuran kecil sehingga tidak banyak merusak jaringan lunak sekitar tulang. 

Baca Juga: Resep Ayam Suwir, Masakan Rumahan Simpel Rasa Dijamin Enak

"Masa pemulihan pasien pun diharapkan dapat lebih cepat dengan risiko infeksi lebih kecil. Tata laksana pembedahan ini dimulai dengan pemasangan alat di luar tungkai kaki pasien atau external fixator seperti alat limb reconstruction system, ilizarov konvensional, maupun computerized," jelasnya.

Kemudian dilakukan juga osteotomy atau pemotongan tulang. Selanjutnya, dengan alat-alat tersebut dapat dilakukan proses pemanjangan berkala juga koreksi kelainan bentuk lain seperti meluruskan tungkai yang bengkok atau terputar. 

Setelah tindakan bedah, pasien memerlukan 2 sampai 3 hari untuk menjalani program fisioterapi awal. Fisioterapi yang dilakukan bertujuan untuk early mobilization atau percobaan berjalan awal dengan bantuan tongkat, walker, maupun kursi roda. 

"Biasanya dokter akan menilai luka operasi dalam waktu 1-2 minggu setelah dilakukannya tindakan. Apabila tidak ada infeksi dan luka kering dengan baik, maka dapat langsung dilakukan pencabutan benang serta edukasi perawatan mandiri terhadap alat bantu yang sedang digunakan," kata dokter Faisal.

Proses pemanjangan tungkai maupun koreksi kelainan bentuk lainnya dilakukan secara bertahap. Alat yang telah dipakai juga akan dipertahankan sampai bentuk tungkai yang diinginkan oleh pasien dan dokter tercapai. 

Baca Juga: 6 Manfaat Vitamin D Selain Menyehatkan Tulang, Mencegah Kanker hingga Depresi

Menurut dokter Faisal, alat tersebut akan digunakan sampai tulang mengeras. Setelahnya, pasien boleh mengganti alat dengan tipe jenis lain. Seperti, menggantinya dengan alat yang dipasang di dalam fixator.

Komentar