alexametrics

Makan Jamur Bisa Turunkan Risiko Depresi, Ini Temuan Peneliti

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Makan Jamur Bisa Turunkan Risiko Depresi, Ini Temuan Peneliti
Ilustrasi jamur (Pixabay/stevepb)

Penelitian menemukan bahwa makan jamur bisa menurunkan risiko depresi.

Suara.com - Jamur telah dianggap sebagai makanan yang memiliki banyak manfaat kesehatan, termasuk mengurangi risiko kanker dan membantu orang hidup lebih lama.

Kini, sebuah penelitian terhadap 24 ribu orang dewasa menunjukkan mereka yang makan jamur memiliki kemungkinan kecil untuk menderita depresi. Karena, jamur mengandung ergothioneine sebagai antioksidan.

Penelitian telah menunjukkan antioksidan bisa membantu mencegah beberapa masalah kesehatan mental, seperti skizofrenia, gangguan bipolar dan depresi.

Contohnya dilansir dari Express, jamur kancing putih, yang merupakan varietas paling umum dan mengandung potassium yang bisa menurunkan kecemasan.

Baca Juga: Australia Beli Obat Ronapreve untuk Virus Corona Covid-19, Begini Cara Kerjanya

Peneliti Djibril Ba, dari Penn State College of Medicine, Pennsylvania juga mengatakan jamur adalah sumber makanan tertinggi ergothioneine yang baik untuk menjaga kesehatan mental.

Ilustrasi Depresi (pixabay.com / Anemone123)
Ilustrasi Depresi (pixabay.com / Anemone123)

Studi mengenai manfaat jamur untuk kesehatan mental ini pun diterbitkan dalam Journal of Affective Disorders. Karena itulah, makan jamur rutin dianggap bisa menurunkan risiko depresi.

Depresi adalah gangguan suasana hati ditandai dengan perasaan sedih mendalam dan tidak peduli. Semua orang pasti pernah merasa sedih atau murung.

Tapi, orang bisa dikatakan mengalami depresi, karena merasa sedih, putus harapan dan tidak berharga selama 2 minggu. Pada akhirnya, kondisi ini bisa menurunkan produktifitas kerja, gangguan hubungan sosial hingga munculnya keinginan bunuh diri.

Depresi bisa menyerang siapa pun, baik wanita maupun pria. Depresi pada biasanya dikaitkan dengan perubahan hormonal, termasuk menstruasi, kehamilan, setelah kehamilan atau menopause. Tapi, belum jelas penyebab depresi pada wanita secara khusus.

Baca Juga: Lagi, Studi Buktikan Vaksinasi Efektif Lawan Virus Corona Penyebab Sakit Covid-19

Komentar