Setelah 3 Bulan Lockdown, Melbourne Siap Longgarkan Pembatasan

M. Reza Sulaiman

Kamis, 21 Oktober 2021 | 11:34 WIB
Setelah 3 Bulan Lockdown, Melbourne Siap Longgarkan Pembatasan
Suasana Bourke Street Mall yang terlihat sepi di Melbourne, Australia, pada (16/7/2021). [ASANKA BRENDON RATNAYAKE / AFP]

Suara.com - Penduduk kota Melbourne di Australia tengah bersukacita menyambut pelonggaran pembatasan yang akan dilakukan pemerintah dalam waktu dekat.

Setelah 3 bulan menjalani lockdown, bar, restoran, dan kafe bergegas menyiapkan diri untuk membuka kembali pintu mereka bagi para pelanggan yang telah divaksin lengkap.

Penduduk Melbourne telah menjalani penguncian pandemi keenam mereka sejak awal Agustus, yang diterapkan sebagai upaya untuk memadamkan wabah COVID-19 yang dipicu oleh varian Delta.

Pihak berwenang meningkatkan upaya imunisasi di Victoria sebelum melonggarkan pembatasan walaupun kasus harian COVID-19 terus mendekati level rekor.

Seorang pengirim makanan melintas di Melbourne Central Business District, Melbourne, Australia, pada (16/7/2021). [ASANKA BRENDON RATNAYAKE / AFP]
Seorang pengirim makanan melintas di Melbourne Central Business District, Melbourne, Australia, pada (16/7/2021). [ASANKA BRENDON RATNAYAKE / AFP]

Hingga Jumat (22/10), Melbourne, yang berpenduduk lima juta jiwa berarti sudah menghabiskan 262 hari atau hampir sembilan bulan, dalam menerapkan aturan tinggal di rumah sejak Maret 2020.

Lockdown di Melbourne itu merupakan yang terpanjang di dunia, melebihi masa penguncian 234 hari di Buenos Aires, menurut media Australia.

Para pejabat telah berjanji untuk mencabut penguncian setelah tingkat vaksinasi dosis ganda untuk orang berusia di atas 16 tahun di Victoria melebihi 70 persen.

Perdana Menteri Australia Scott Morrison pada Kamis mengonfirmasi bahwa target itu telah tercapai, dan lebih banyak pembatasan akan dilonggarkan saat inokulasi mencapai 80 dan 90 persen.

"Jalan terpanjang telah dilalui di Victoria dan jalan panjang itu benar-benar mulai dibuka malam ini," kata Morrison kepada Seven News, Kamis.

Dari pukul 23.59 (waktu setempat) pada Kamis, bar dan kafe dapat buka kembali dengan menerima 20 pelanggan yang telah divaksin lengkap di dalam ruangan dan 50 pelanggan di luar ruangan. Sementara, salon dapat mengizinkan masuk lima pelanggan.

baca juga

Ketika bisnis bersiap untuk menyambut pelanggan, kasus harian COVID naik menjadi 2.232 di Victoria pada Kamis. Angka itu merupakan jumlah kasus tertinggi kedua selama pandemi dan mayoritas kasus berada di ibu kota negara bagian Victoria, Melbourne.

Jumlah kasus COVID pada Kamis itu juga tidak jauh dari 2.297 kasus, yang bermunculan seminggu yang lalu.

Australia telah membuang pendekatan nol-COVID dalam upaya pengendalian wabahnya.

Sebagai gantinya, Australia secara bertahap bergerak menuju normalisasi saat tingkat vaksinasi meningkat tajam setelah negara itu diguncang gelombang infeksi ketiga akibat varian Delta sejak pertengahan Juni.

Kota Sydney dan Canberra keluar dari penguncian pada pekan lalu setelah mempercepat target vaksinasi mereka, sementara negara-negara bagian lain di Australia sudah bebas COVID atau hanya memiliki sangat sedikit kasus.

Kasus COVID di Negara Bagian New South Wales naik untuk hari ketiga berturut-turut pada Kamis menjadi 372 dari 283 kasus sehari sebelumnya.

Terlepas dari gelombang varian Delta, Australia hanya mencatat sekitar 152.000 kasus dan 1.590 kematian akibat COVID. Angka itu jauh lebih rendah daripada yang terjadi di banyak negara maju lainnya. [ANTARA]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Luke Vickery: 2024 Main di GBT Bela Australia, 2026 Cetak Assist di GBK Bersama Timnas Indonesia

Luke Vickery: 2024 Main di GBT Bela Australia, 2026 Cetak Assist di GBK Bersama Timnas Indonesia

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 20:54 WIB

Agen OpenAI Retas Situs Pemerintah, Bobol Data Kesehatan Publik Australia

Agen OpenAI Retas Situs Pemerintah, Bobol Data Kesehatan Publik Australia

News | Kamis, 24 September 2026 | 08:12 WIB

Warga Australia Habisi 2 Anak Kandung dengan Sadis di Bali, Lalu Bunuh Diri

Warga Australia Habisi 2 Anak Kandung dengan Sadis di Bali, Lalu Bunuh Diri

News | Selasa, 15 September 2026 | 16:16 WIB

Hubungan Seks di Halaman Rumah Warga! WNA Australia Dilarang ke Indonesia 10 Tahun

Hubungan Seks di Halaman Rumah Warga! WNA Australia Dilarang ke Indonesia 10 Tahun

News | Rabu, 09 September 2026 | 15:10 WIB

Warga Australia Diblokir Masuk Bali Selama 10 Tahun karena Kasus Asusila

Warga Australia Diblokir Masuk Bali Selama 10 Tahun karena Kasus Asusila

News | Rabu, 09 September 2026 | 14:29 WIB

Tampang Pria Australia Pembunuh Ibu Dua Orang Anak Asal Indonesia di Melbourne

Tampang Pria Australia Pembunuh Ibu Dua Orang Anak Asal Indonesia di Melbourne

News | Selasa, 08 September 2026 | 16:23 WIB

Australia Tersingkir, Kreator yang Nyinyir Timnas Indonesia U-20 Jadi Sasaran Netizen

Australia Tersingkir, Kreator yang Nyinyir Timnas Indonesia U-20 Jadi Sasaran Netizen

Bola | Selasa, 08 September 2026 | 14:57 WIB

Dibuat Malu Timnas Indonesia U-20, PSSI-nya Australia Ngamuk: Kami Di Bawah Standar

Dibuat Malu Timnas Indonesia U-20, PSSI-nya Australia Ngamuk: Kami Di Bawah Standar

Bola | Selasa, 08 September 2026 | 12:53 WIB

Anak Krakatau dan Lewotobi Erupsi, Pemerintah Australia Ungkap Bahaya Lain yang Mengintai Turis

Anak Krakatau dan Lewotobi Erupsi, Pemerintah Australia Ungkap Bahaya Lain yang Mengintai Turis

News | Senin, 07 September 2026 | 14:23 WIB

Sedang Berlangsung! Link Streaming Timnas Indonesia U-20 vs Australia: Garuda Muda Unggul 1-0

Sedang Berlangsung! Link Streaming Timnas Indonesia U-20 vs Australia: Garuda Muda Unggul 1-0

Bola | Minggu, 06 September 2026 | 17:02 WIB

Terkini

DIY Masuk Periode Kekeringan Berkepanjangan, Tiga Kabupaten Dibayangi Kebakaran

DIY Masuk Periode Kekeringan Berkepanjangan, Tiga Kabupaten Dibayangi Kebakaran

Jogja | Rabu, 30 September 2026 | 17:10 WIB

Heboh Dugaan Pungli Rp250 Juta di Rutan Pondok Bambu, Ketua KPK Buka Suara

Heboh Dugaan Pungli Rp250 Juta di Rutan Pondok Bambu, Ketua KPK Buka Suara

News | Rabu, 30 September 2026 | 17:09 WIB

Tak Ditemukan Alkohol dan Sianida dalam Jasad serta Tanah Makam Sutrimo

Tak Ditemukan Alkohol dan Sianida dalam Jasad serta Tanah Makam Sutrimo

News | Rabu, 30 September 2026 | 17:03 WIB

5 Penyebab Kulkas Tidak Dingin dan Cara Mengatasinya, Jangan Langsung Panggil Teknisi!

5 Penyebab Kulkas Tidak Dingin dan Cara Mengatasinya, Jangan Langsung Panggil Teknisi!

Sumut | Rabu, 30 September 2026 | 17:03 WIB

Centang Biru Mati dan Slow Reply: Menjaga Batasan atau Ruang Manipulasi Chat?

Centang Biru Mati dan Slow Reply: Menjaga Batasan atau Ruang Manipulasi Chat?

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 17:00 WIB

Dear Kemenlu! Ada Nota Diplomatik dari Malaysia, Tolong Dibalas: Mau Dibantu Gak Atasi Karhutla?

Dear Kemenlu! Ada Nota Diplomatik dari Malaysia, Tolong Dibalas: Mau Dibantu Gak Atasi Karhutla?

News | Rabu, 30 September 2026 | 17:00 WIB

Jokowi Disebut Mulai Beri Sinyal Pisah dengan Prabowo, Benarkah?

Jokowi Disebut Mulai Beri Sinyal Pisah dengan Prabowo, Benarkah?

Video | Rabu, 30 September 2026 | 17:00 WIB

Gema Bangsa Tolak Syarat Capres-Cawapres Didukung Minimal 2 Fraksi, Singgung Risiko Oligarki

Gema Bangsa Tolak Syarat Capres-Cawapres Didukung Minimal 2 Fraksi, Singgung Risiko Oligarki

News | Rabu, 30 September 2026 | 16:57 WIB

Dirjen SDA Arnold Ritiauw: Yang Dimarahi Menteri PU Bukan Saya

Dirjen SDA Arnold Ritiauw: Yang Dimarahi Menteri PU Bukan Saya

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 16:57 WIB

Biaya Mahal Menguatkan Nilai Tukar Rupiah

Biaya Mahal Menguatkan Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 16:57 WIB

×