alexametrics

Peneliti: Kondisi Kesehatan Kardiovaskular yang Baik Bisa Cegah Diabetes Tipe 2

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Peneliti: Kondisi Kesehatan Kardiovaskular yang Baik Bisa Cegah Diabetes Tipe 2
Ilustrasi kardiovaskular [shutterstock]

Peneliti menemukan kondisi kesehatan kardiovaskular yang baik bisa mencegah diabetes tipe 2.

Suara.com - Diabetes  merupakan salah satu masalah kesehatan yang bisa menyebabkan komplikasi serius bila diabaikan. Kondisi ini pun bisa mempengaruhi semua orang dari segala usia, baik pria maupun wanita.

Salah satu cara Anda bisa mencegah diabetes adalah mengubah gaya hidup yang lebih sehat. Tapi, tak banyak yang tahu bahwa diabetes ini juga berhubungan dengan kondisi kesehatan lainnya.

Sebuah studi baru mengungkapkan bahwa ada satu hal yang bisa membantu melindungi diri kita dari diabetes tipe 2, yakni menjaga kesehatan kardiovaskular.

Studi baru ini menemukan kesehatan kardiovaskular yang baik bisa mencegah diabetes tipe 2 di antara orang paruh baya. Mereka menemukan bahwa orang dewasa paruh baya dengan kondisi jantung yang sehat memiliki risiko diabetes tipe 2 yang lebih rendah.

Baca Juga: Studi Suntik Vaksin Flu Bisa Cegah Infeksi Parah Virus Corona Covid-19

Terlepas dari mereka memiliki faktor risikosecara genetik, kesehatan kardiovaskular yang baik bisa mengurangi risiko terkena diabetes tipe 2 di antara orang paruh baya.

Ilustrasi diabetes (shutterstock)
Ilustrasi diabetes (shutterstock)

Mengenal Diabetes Tipe 2

Diabetes tipe 2 ditandai dengan resistensi perifer terhadap insulin. Kondisi ini menyiratkan bahwa jaringan di usus, hati, dan otot gagal merespons pesan insulin untuk mengambil glukosa dari aliran darah.

Artinya, hati yang menyerap glukosa tidak merespon insulin untuk menyelesaikan produksi ini. Pada tahap awal, pankreas mengeluarkan insulin tambahan untuk mengatasi masalah tersebut tetapi tetap akan gagal.

Pankreas berfungsi memproduksi insulin untuk mengangkut glukosa ke dalam sel-sel tubuh sebagai sumber energi. Tapi dilansir dari Times of India, kadar gula darah yang terlalu tinggi dari waktu ke waktu akan merusak organ dan sistem tubuh lainnya.

Baca Juga: Mix and Match Vaksin Covid-19 Dinilai Aman dan Efektif, Begini Datanya Berdasarkan Studi

Ada berbagai faktor yang bisa menyebabkan kadar gula darah meningkat, baik faktor genetik maupun nongenetic yang bisa meningkatkan risiko seseorang terkena diabetes tipe 2. Tapi, ada bukti bahwa perubahan gaya hidup bisa mengurangi risiko diabetes tipe 2.

Sebuah studi baru-baru ini di Belanda mengevaluasi skor kardiovaskular yang baik mengurangi risiko diabetes tipe 2 seumur hidup atau tidak. Studi ini mengamati orang paruh baya dengan dan tanpa kecenderungan genetik untuk diabetes tipe 2.

Hubungan Diabetes dan Kardiovaskular

Penelitian ini melibatkan 5.993 orang tanpa diabetes tipe 2 sejak awal penelitian. Usia rata-rata peserta adalah 69 tahun, di mana 58 persennya adalah perempuan.

Skor kesehatan kardiovaskular para peserta diukur menggunakan berbagai parameter. Parameter tersebut meliputi indeks massa tubuh, perilaku merokok, tekanan darah, kolesterol total, diet dan aktivitas fisik.

Skor kesehatan kardiovaskular pun berkisar antara 0-12, di mana 12 adalah skor terbaik. Berdasarkan hal tersebut, peserta dibagi menjadi tiga kelompok, miskin, menengah dan ideal.

Tim peneliti menghitung skor kesehatan kardiovaskular dengan menganalisis tekanan darah, kolesterol total dan kebiasaan merokok para peserta. Selain itu, faktor genetik para peseta juga dihitung dan diklasifikasikan dari rendah, menenangah dan tinggi.

Hasilnya, Orang memiliki risiko diabetes tipe 2 yang tinggi secara genetik sebesar 23,5 persen, 33,7 persen dan 38,7 persen untuk kelompok dengan kondisi kesehatan kardiovaskular yang ideal, menengah dan miskin.

Kelompok orang dengan kondisi kesehatan kardiovaskular yang ideal memiliki risiko diabetes tipe 2 seumur hidup terendah dibandingkan dengan kelompok miskin dan menengah.

Selain itu, risiko diabetes tipe 2 secara biologis dan perilaku lebih rendah pada orang dengan kondisi kesehatan kardiovaskular yang masuk dalam kelompok miskin dan menengah.

Komentar