alexametrics

Peneliti: Tidak Vaksinasi Tingkatkan Risiko Infeksi Ulang Virus Corona Covid-19

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Peneliti: Tidak Vaksinasi Tingkatkan Risiko Infeksi Ulang Virus Corona Covid-19
Ilustrasi virus corona covid-19. (Pexels/@Anna Nandhu Kumar)

Orang yang pernah terinfeksi virus corona Covid-19 dan tidak vaksinasi akan lebih berisiko mengalami infeksi ulang virus corona.

Suara.com - Banyak orang mengira dirinya sudah memiliki kekebalan setelah terinfeksi virus corona Covid-19. Tetapi, hal itu adalah pemahaman yang salah.

Menurut laporan Nature, orang yang pernah terinfeksi virus corona Covid-19 masih berisiko infeksi ulang dalam waktu 4 bulan atau lebih bila tidak suntik vaksin Covid-19 dan memakai masker.

Dalam 4 bulan setelah infeksi virus corona Covid-19 awal, risiko infeksi ulang rata-rata akan meningkat 5 persen. Risiko infeksi ulang ini juga akan meningkat hingga 50 persen dalam 17 bulan.

Pada waktu yang sama, kekebalan alami setelah infeksi virus corona Covid-19 juga akan menurunkan signifikan, sama halnya dengan seseorang terkena flu biasa.

Baca Juga: Dokter Temukan Virus Corona Covid-19 Bisa Picu Diabetes Tipe 1, Ini Sebabnya!

Prediksi mengenai infeksi ulang pada penyintas virus corona ini didasarkan pada hubungan genetik antara SARS-CoV-2 dan virus corona lainnya.

"Tingkat imunitas relatif bertahan singkat. Sehingga, Anda tetap harus vaksinasi meskipun sudah pernah terinfeksi virus corona Covid-19 dan memiliki kekebalan alami," kata Jeffrey Townsend, ahli bioinformatika di Yale School of Public Health di New Haven, Connecticut dikutip dari Times of India.

Menurut Jeffrey Townsend, pembuktian mengenai hal ini tidak perlu menunggu lebih banyak data lagi selama beberapa bulan atau beberapa tahun mendatang.

Ilustrasi Virus Corona Covid-19. (Pixabay)
Ilustrasi Virus Corona Covid-19. (Pixabay)

Guna memperkirakan daya tahan kekebalan virus corona Covid-19, tim peneliti juga ingin memahami pengaruh tingkat antibodi alami dari infeksi virus corona sebelumnya pada tingkat risiko infeksi ulang.

Mereka menggabungkan data genetik dari virus corona Covid-19, 3 virus corona endemic yang menyebabkan flu biasa, virus corona lainnya dan MERS-CoV yang terkait erta untuk membangun pohon keluarga virus.

Baca Juga: Gairah Seks Tak Terkontrol, Eks Raja Spanyol Disuntik Hormon Wanita

Mereka mencuri ciri-ciri virus berevolusi dari waktu ke waktu melalui ciri-ciri ini. Hal ini akan membantu memperkirakan penurunan tingkat antibodi setelah infeksi virus corona Covid-19 dan faktor-faktor lainnya perlu dipertimbangkan untuk mencuri risiko infeksi ulang.

Temuan ini menunjukkan bahwa virus corona Covid-19 kemungkinan akan mengalami transmisi dari penyakit pandemi ke penyakit endemik.

Namun, masih banyak yang belum jelas dan diketahui terkait infeksi virus corona Covid-19, termasuk tingkat kematian gejala ketika seseorang mengalami infeksi ulang.

Bahkan, setiap orang memiliki tingkat kerentanan mengalami infeksi ulang virus corona Covid-19 yang bervariasi, termasuk risiko mereka mengalami Long Covid-19 atau tidak.

Komentar