Peneliti: Tidak Vaksinasi Tingkatkan Risiko Infeksi Ulang Virus Corona Covid-19

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 16:29 WIB
Peneliti: Tidak Vaksinasi Tingkatkan Risiko Infeksi Ulang Virus Corona Covid-19
Ilustrasi virus corona covid-19. (Pexels/@Anna Nandhu Kumar)

Suara.com - Banyak orang mengira dirinya sudah memiliki kekebalan setelah terinfeksi virus corona Covid-19. Tetapi, hal itu adalah pemahaman yang salah.

Menurut laporan Nature, orang yang pernah terinfeksi virus corona Covid-19 masih berisiko infeksi ulang dalam waktu 4 bulan atau lebih bila tidak suntik vaksin Covid-19 dan memakai masker.

Dalam 4 bulan setelah infeksi virus corona Covid-19 awal, risiko infeksi ulang rata-rata akan meningkat 5 persen. Risiko infeksi ulang ini juga akan meningkat hingga 50 persen dalam 17 bulan.

Pada waktu yang sama, kekebalan alami setelah infeksi virus corona Covid-19 juga akan menurunkan signifikan, sama halnya dengan seseorang terkena flu biasa.

Prediksi mengenai infeksi ulang pada penyintas virus corona ini didasarkan pada hubungan genetik antara SARS-CoV-2 dan virus corona lainnya.

"Tingkat imunitas relatif bertahan singkat. Sehingga, Anda tetap harus vaksinasi meskipun sudah pernah terinfeksi virus corona Covid-19 dan memiliki kekebalan alami," kata Jeffrey Townsend, ahli bioinformatika di Yale School of Public Health di New Haven, Connecticut dikutip dari Times of India.

Menurut Jeffrey Townsend, pembuktian mengenai hal ini tidak perlu menunggu lebih banyak data lagi selama beberapa bulan atau beberapa tahun mendatang.

Ilustrasi Virus Corona Covid-19. (Pixabay)
Ilustrasi Virus Corona Covid-19. (Pixabay)

Guna memperkirakan daya tahan kekebalan virus corona Covid-19, tim peneliti juga ingin memahami pengaruh tingkat antibodi alami dari infeksi virus corona sebelumnya pada tingkat risiko infeksi ulang.

Mereka menggabungkan data genetik dari virus corona Covid-19, 3 virus corona endemic yang menyebabkan flu biasa, virus corona lainnya dan MERS-CoV yang terkait erta untuk membangun pohon keluarga virus.

baca juga

Mereka mencuri ciri-ciri virus berevolusi dari waktu ke waktu melalui ciri-ciri ini. Hal ini akan membantu memperkirakan penurunan tingkat antibodi setelah infeksi virus corona Covid-19 dan faktor-faktor lainnya perlu dipertimbangkan untuk mencuri risiko infeksi ulang.

Temuan ini menunjukkan bahwa virus corona Covid-19 kemungkinan akan mengalami transmisi dari penyakit pandemi ke penyakit endemik.

Namun, masih banyak yang belum jelas dan diketahui terkait infeksi virus corona Covid-19, termasuk tingkat kematian gejala ketika seseorang mengalami infeksi ulang.

Bahkan, setiap orang memiliki tingkat kerentanan mengalami infeksi ulang virus corona Covid-19 yang bervariasi, termasuk risiko mereka mengalami Long Covid-19 atau tidak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Hanya Aman, Telemedis Bantu Dokter Perluas Jangkauan Layanan Kesehatan

Tak Hanya Aman, Telemedis Bantu Dokter Perluas Jangkauan Layanan Kesehatan

Health | Sabtu, 23 Oktober 2021 | 14:30 WIB

Vaksin Pfizer Dosis Rendah 90 Persen Efektif untuk Anak-anak

Vaksin Pfizer Dosis Rendah 90 Persen Efektif untuk Anak-anak

Health | Sabtu, 23 Oktober 2021 | 11:56 WIB

Waspada! Ternyata Ketimpangan Vaksinasi Covid-19 Bisa Hambat Capaian Nasional

Waspada! Ternyata Ketimpangan Vaksinasi Covid-19 Bisa Hambat Capaian Nasional

Video | Sabtu, 23 Oktober 2021 | 10:15 WIB

Terkini

Viral Tukang Ojek Bersimbah Darah Dianiaya Sajam oleh Penumpang di Bengkalis

Viral Tukang Ojek Bersimbah Darah Dianiaya Sajam oleh Penumpang di Bengkalis

Riau | Selasa, 15 September 2026 | 13:19 WIB

Bolak-balik Terjerat Korupsi, Ini Rekam Jejak Fahd A Rafiq Politikus Golkar Kena OTT KPK

Bolak-balik Terjerat Korupsi, Ini Rekam Jejak Fahd A Rafiq Politikus Golkar Kena OTT KPK

News | Selasa, 15 September 2026 | 13:18 WIB

Dua Jenazah Korban KM Virgo Dievakuasi Pakai Helikopter dari Tengah Laut

Dua Jenazah Korban KM Virgo Dievakuasi Pakai Helikopter dari Tengah Laut

News | Selasa, 15 September 2026 | 13:17 WIB

Debut Robot Cerdas AiMOGA Tampilkan Inovasi Layanan Publik

Debut Robot Cerdas AiMOGA Tampilkan Inovasi Layanan Publik

Otomotif | Selasa, 15 September 2026 | 13:15 WIB

IRI Sebut Karhutla Tak Cuma Rusak Hutan, Tapi Bisa Ancam Sumber Air

IRI Sebut Karhutla Tak Cuma Rusak Hutan, Tapi Bisa Ancam Sumber Air

News | Selasa, 15 September 2026 | 13:15 WIB

Ditemukan di 20 Koper, Uang Ratusan Miliar OTT Kasus HGB Kabupaten Bogor Milik Nusron Wahid?

Ditemukan di 20 Koper, Uang Ratusan Miliar OTT Kasus HGB Kabupaten Bogor Milik Nusron Wahid?

News | Selasa, 15 September 2026 | 13:11 WIB

Mentan Sebut Stok Beras Indonesia Aman hingga 10 Bulan di Tengah Krisis Pangan Global

Mentan Sebut Stok Beras Indonesia Aman hingga 10 Bulan di Tengah Krisis Pangan Global

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 13:11 WIB

15 HP Warna Hijau Spek Terbaik, dari Rp1 Jutaan hingga Flagship

15 HP Warna Hijau Spek Terbaik, dari Rp1 Jutaan hingga Flagship

Tekno | Selasa, 15 September 2026 | 13:10 WIB

Menkeu Boleh Berganti, Beban Anggaran MBG Tetap Menghantui

Menkeu Boleh Berganti, Beban Anggaran MBG Tetap Menghantui

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 13:10 WIB

Malaysia Dikepung Kabut Asap Kebakaran Hutan Indonesia, Kualitas Udara di 38 Titik Buruk

Malaysia Dikepung Kabut Asap Kebakaran Hutan Indonesia, Kualitas Udara di 38 Titik Buruk

News | Selasa, 15 September 2026 | 13:07 WIB

×