6 Tips Atasi Nyeri Otot Setelah Naik Gunung

Vania Rossa | Lilis Varwati | Suara.com

Senin, 25 Oktober 2021 | 17:07 WIB
6 Tips Atasi Nyeri Otot Setelah Naik Gunung
Ilustrasi seorang lelaki mendaki gunung. [Shutterstock]

Suara.com - Beberapa orang kerap alami nyeri otot dan pegal-pegal usai melakukan kegiatan naik gunung. Kondisi itu bisa dikenal juga sebagai Delayed Onset Muscle Soreness (DMOS) atau nyeri otot pasca berolahraga.

DMOS disebabkan karena adanya robekan mikroskopis serat otot dan biasanya terjadi sekitar 24 jam, atau kurang, setelah aktivitas berat yang tidak biasa dilakukan tubuh. Kondisi ini sangat umum dialami banyak pendaki, terutama jika kurang persiapan fisik sebelum lakukan pendakian.

Tapi, nyeri otot tersebut tentu tidak nyaman dan mungkin bisa menganggu rutinitas harian. Ada langkah yang dapat dilakukan untuk mempercepat proses pemulihan otot yang nyeri. Sebagaimana telah dirangkum sari Mountain Walk, berikut beberapa tipsnya.

1. Tetap bergerak
Dengan istirahat total, otot bisa pulih dalam waktu 3 hingga 7 hari. Tetapi, sebaiknya kamu tetap lakukan beberapa latihan ringan agar pemulihan bisa lebih cepat. Cukup lakukan berjalan santai selama beberapa menit. Jangan memaksakan diri sampai otot benar-benar sembuh dan tidak lagi terasa sakit. Kamu juga perlu memberi tubuh waktu untuk pulih.

Jika rasa sakit sangat parah, atau berlanjut setelah 7 hari, ada baiknya segera berkonsultasi dengan dokter.

2. Minum cukup
Pastikan kamu minum banyak air yang akan bantu pemulihan dan mengganti cairan yang hilang selama pendakian. Otot akan mudah menyerap karbohidrat dalam dua jam pertama setelah selesai berjalan. Jadi sebaiknya konsumsi makanan sehat yang mengandung karbohidrat dan sedikit protein untuk membantu perbaikan. Sebab energj banyak terkuras selama lakukan pendakian.

3. Mandi
Tapi, hindaari mandi dengan air panas sepenuhnya. Air panas akan melebarkan pembuluh darah dan membuat otot membengkak. Jika sudah bengkak, kondisi itu justru tidak akan bisa membantu meringankan rasa sakit.

Mandilah secara bergantian, seperti basuh tubuh dengan air panas selama beberapa menit, lalu bergantian dengan air dingin selama 30 detik. Ulangi proses itu beberapa kali.

4. Kompres
Jika kamu merasa otot berdenyut dan sakit, mengompres dapat bantu memaksimalkan sirkulasi darah di kaki. Kompres juga dapat meningkatkan aliran darah dan pemulihan otot kaki. Kompres paling baik dilakukan 2 hingga 3 jam setelah selesai pendakian.

5. Pakai gel pemulihan otot
Gel pemulihan otot mungkin berguna jika tubuh terasa sangat sakit. Selain itu, bisa juga dibantu dengan mengonsumsi antiinflamasi seperti ibuprofen.

6. Olahraga rutin
Untuk pendakian selanjutnya, pastikan tubuhmu sudah mendapatkan latihan fisik yang cukup. Kalaupun tidak sedang berencana naik gunung, olahraga rutin tetap baik untuk kesehatan tubuh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sinopsis 5 cm, Film Wajib Anak Gunung Baru untuk Menemukan Makna Mendaki

Sinopsis 5 cm, Film Wajib Anak Gunung Baru untuk Menemukan Makna Mendaki

Sulsel | Senin, 25 Oktober 2021 | 16:53 WIB

7 Manfaat Bekam yang Mengejutkan untuk Kesehatan Tubuh

7 Manfaat Bekam yang Mengejutkan untuk Kesehatan Tubuh

Lifestyle | Rabu, 20 Oktober 2021 | 08:41 WIB

Cegah Nyeri Otot, Lakukan 5 Peregangan Sederhana Ini Sebelum Beraktivitas

Cegah Nyeri Otot, Lakukan 5 Peregangan Sederhana Ini Sebelum Beraktivitas

Health | Selasa, 12 Oktober 2021 | 17:15 WIB

Terkini

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:15 WIB

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:13 WIB

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Health | Rabu, 08 April 2026 | 19:55 WIB

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Health | Rabu, 08 April 2026 | 14:11 WIB

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Health | Rabu, 08 April 2026 | 11:58 WIB