Moderna Klaim Vaksin Covid-19 Aman untuk Anak, Bahkan Hasilkan Antibodi Lebih Tinggi

Risna Halidi | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Selasa, 26 Oktober 2021 | 12:51 WIB
Moderna Klaim Vaksin Covid-19 Aman untuk Anak, Bahkan Hasilkan Antibodi Lebih Tinggi
Petugas medis Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) memperlihatkan vaksin Moderna untuk tenaga kesehatan di Banda Aceh, Aceh, Senin (9/8/2021). . ANTARA FOTO/Irwansyah Putra

Suara.com - Vaksin Moderna diklaim aman dan efektif untuk anak usia 6 hingga 12 tahun, dan hasilkan antibodi lebih tinggi dari orang dewasa.

Hal ini diumumkan langsung oleh pihak perusahaan pada Senin, 25 Oktober 2021 kemarin.

Mengutip Live Science, Selasa (26/10/2021) klaim ini disampaikan perusahaan bersama dengan pengumuman hasil uji klinis efektivitas dan keamanan vaksin yang dilakukan terhadap 5.700 anak berusia 6 bulan hingga 12 tahun.

Dari total peserta anak itu, 4.700 di antaranya adalah anak yang berusia 6 hingga 12 tahun diberikan vaksinasi lengkap dua dosis, dengan jarak 28 hari antardosis.

Namun berbeda dengan orang dewasa, dosis yang diberikan kepada anak ini adalah setengah dari dosis orang dewasa, yakni 0,5 mL dengan masing-masing dosis 0,25 mL. Sedangkan dosis pada orang dewasa yakni 1 mL, dengan masing-masing dosis 0,5 mL.

Peneliti mendapatkan hasil bahwa vaksin mampu ditoleransi dengan baik, dan efek sampingnya serupa dengan apa yang dialami remaja dan dewasa yang diberikan vaksin serupa.

Adapun sebagian besar efek samping yang paling umum dirasakan adalah kelelahan, sakit kepala, demam, dan nyeri di tempat suntikan.

Peneliti juga menemukan bahwa vaksin Moderna untuk anak ini memicu respon imun yang cukup kuat, satu bulan usai dosis kedua diberikan.

Bahkan anak-anak memiliki tingkat antibodi 1,5 kali lebih tinggi, dibanding antibodi yang didapatkan dewasa muda usai dosis kedua diberikan.

Sebelumnya Moderna telah mengirimkan data ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) AS, yakni FDA untuk mendapatkan izin penggunaan darurat atau EUA vaksin Moderna untuk anak berusia 12 hingga 17 tahun, namun belum mendapatkan tanggapan.

Selanjutnya, Moderna juga berencana mengirimkan data terbaru ini vaksin Moderna untuk anak 6 hingga 12 tahun ke FDA, dan mengajukan izin kepada otoritas obat di seluruh dunia lainnya.

Selanjutnya peneliti akan terus memantau peserta anak 6 hingga 12 tahun penerima vaksin Moderna selama 12 bulan setelah dosis kedua diberikan, untuk melihat efek perlindungan dan keamanan jangka panjang.

Saat ini vaksin Moderna di Amerika dan di seluruh dunia masih terbatas digunakan untuk dewasa berusia 18 tahun ke atas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pelajar di Aceh Jaya Belum Divaksin Covid-19 Akan Dipisah Saat Belajar

Pelajar di Aceh Jaya Belum Divaksin Covid-19 Akan Dipisah Saat Belajar

Sumut | Selasa, 26 Oktober 2021 | 12:13 WIB

Efek Samping  Langka, Wanita Ini Lumpuh Usai Disuntik Vaksin

Efek Samping Langka, Wanita Ini Lumpuh Usai Disuntik Vaksin

Sumbar | Selasa, 26 Oktober 2021 | 12:15 WIB

BIN Bengkulu Suntikkan 5.500 Dosis Vaksin Covid-19 Bagi Warga dan Pelajar

BIN Bengkulu Suntikkan 5.500 Dosis Vaksin Covid-19 Bagi Warga dan Pelajar

News | Selasa, 26 Oktober 2021 | 11:17 WIB

Terkini

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 05:00 WIB

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Health | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:43 WIB

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:44 WIB

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:11 WIB

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB