alexametrics

Menkes Budi Gunadi Benarkan Rencana Vaksin Dosis Ketiga atau Booster untuk Masyarakat

Risna Halidi | Dini Afrianti Efendi
Menkes Budi Gunadi Benarkan Rencana Vaksin Dosis Ketiga atau Booster untuk Masyarakat
Tangkapan layar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers yang dipantau daring, Senin (26/7/2021). (ANTARA/Devi Nindy)

Menkes Budi menambahkan, kriteria penerima vaksin booster Covid-19 juga tidak sembarangan.

Suara.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin membenarkan wacana vaksinasi dosis ketiga, bahkan ia membocorkan kriteria penerima vaksin booster Covid-19.

Menkes Budi mengatakan wacana ini akan dilaksanakan tahun depan usai mengamankan dosis vaksin untuk target membentuk herd immunity atau kekebalan kelompok kepada 208 juta orang Indonesia.

Bahkan saat ini, ia dan tim peneliti sedang mengkaji aneka kombinasi merek vaksin Covid-19 yang tepat untuk diberikan sebagai booster kepada masyarakat.

"Jadi tahun depan rencananya memang kita akan memberikan booster, dan booster ini memang sedang dikaji oleh lembaga penelitian bekerjasama dengan ITAGI (Indonesia Technical Advisory Group on Immunization), untuk melihat kombinasi mana yang paling baik," ujar Menkes Budi saat konferensi pers, Anggaran Program PEN 2021, Selasa (26/10/2021).

Baca Juga: Bobby Nasution Puji Edy Rahmayadi: Atas Bimbingan Bapak Gubernur Medan Jadi PPKM Level 2

Kata Menkes Budi, pihaknya menargetkan hasil kajian bisa selesai di akhir 2021, sehingga kebijakan bisa segera diambil agar vaksin booster bisa diberikan pada awal 2022 mendatang.

"Penelitian sedang berjalan, dan diharapkan akhir tahun bisa selesai, sehingga diharapkan menjadi basis untuk ambil kebijakan ke depannya," tuturnya.

Menkes Budi menambahkan, kriteria penerima vaksin booster Covid-19 juga tidak sembarangan, dan harus sesuai dengan arahan dan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO.

Terlebih di dunia setidaknya sudah 7 negara memberikan vaksin booster, namun pemberiannya juga tidak sembarangan dan akan diberikan pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti tenaga kesehatan dan kelompok lansia.

"Nakesnya sudah jalan, dan masyarakat yang masuk kategori terganggu imunitasnya, masyarakat yang terkena HIV dan kanker," pungkas Menkes Budi.

Baca Juga: Peneliti Yakin Salah Satu Jenis Virus Influenza Telah Punah akibat Pandemi Covid-19

Komentar