Tak Banyak yang Tahu, Begini Cara Cegah Risiko Mematikan Kanker Payudara

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati | Suara.com

Selasa, 26 Oktober 2021 | 17:15 WIB
Tak Banyak yang Tahu, Begini Cara Cegah Risiko Mematikan Kanker Payudara
Ilustrasi kanker payudara. (Dok : Istimewa)

Suara.com - Risiko mematikan akibat kanker payudara bisa dicegah jika bisa dideteksi sejak dini dan segera dilakukan pengobatan medis. Deteksi dini bisa dilakukan dengan SADARI atau periksa payudara sendiri secara berkala, terutama saat periode menstruasi.

Ketua Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) Linda Agum Gumelar mengatakan, tindakan SADARI menjadi cara paling mudah dan murah dalam upaya pencegahan kanker payudara.

"Kami tidak pernah lelah untuk selalu mengingatkan kalau untuk menghindari kanker payudara stadium lanjut cara yang paling mudah, murah, dan insya Allah sangat membantu adalah dengan rutin melakukan SADARI, periksa payudara sendiri, setiap 1 bulan 1 kali, hari ke-7 sampai hari ke-10 sejak menstruasi hari pertama," kata Linda dalam webinar Bulan Peduli Kanker Payudara yang diselenggaran Kementerian Kesehatan, Selasa (26/10/2021).

Ia menyebutkan, data Grobogan 2020 tercatat bahwa ada sekitar 66.000 kasus baru kanker payudara dengan angka kematian sebesar 22.000 jiwa dala setahun.

Angka kematian yang masih tinggi itu akibat keterlambatan mendapatkan pengobatan medis. Akibat rata-rata pasien baru datang menyadari sakit kanker saat sudah stadium 3 ataupun 4.

"Sekitar 70 persen datang dalam stadium lanjut. Kejadian ini bisa terjadi karena beberapa hal, terlambat datang berobat dari sisi pasien atau keterlambatan dari penyedia layanan atau provider dilihat dari sisi tenaga medis sarana dan prasarana," katanya.

Untuk mengurangi faktor risiko keterlambatan pasien kanker payudara, Linda berharap dibuat kebijakan khusus untuk pelayanan pasien kanker payudara dengan melibatkan semua stakeholder. Menurutnya, setiap kasus kanker  bukan hanya kanker payudara, diperlukan kecepatan waktu dalam pemberian pengobatan agar sakit tidak makin menyebar ke organ lain.

"Oleh karena itu kami yakin bahwa kerjasama seluruh stakeholder ataupun pemangku kepentingan dalam menekan angka kejadian kanker payudara stadium lanjut adalah modal utama Indonesia untuk bebas kanker payudara stadium lanjut," pungkasnya.

Adapun langkah-langkah melakukan SADARI untuk deteksi kanker payudara ialah sebagai berikut:

  1. Berdiri tegak. Cermati bila ada perubahan pada bentuk dan permukaan kulit payudara. Seperti pembengkakan dan/atau perubahan pada puting. Jika bentuk payudara kanan dan kiri tidak simetris itu hal yang biasa.
  2. Angkat kedua lengan ke atas, tekuk siku dan posisikan tangan di belakang kepala. dorong siku ke depan dan cermati payudara; dan dorong siku ke belakang dan cermati bentuk maupun ukuran payudara.
  3. Posisikan kedua tangan pada pinggang, condongkan bahu ke depan sehingga payudara menggantung, dan dorong kedua siku ke depan, lalu kencangkan (kontraksikan) otot dada.
  4. Angkat lengan kiri ke atas dan tekuk siku sehingga tangan kiri memegang bagian atas punggung. Dengan menggunakan ujung jari tangan kanan, raba dan tekan area payudara, serta cermati seluruh bagian payudara kiri hingga ke area ketiak. Lakukan gerakan atas-bawah, gerakan lingkaran dan gerakan lurus dari arah tepi payudara ke puting, dan sebaliknya. Ulangi gerakan yang sama pada payudara kanan.
  5. Cubit kedua puting. Cermati bila ada cairan yang keluar dari puting. Berkonsultasilah ke dokter seandainya hal itu terjadi.
  6. Pada posisi tiduran, letakkan bantal di bawah pundak kanan. Angkat lengan ke atas. Cermati payudara kanan dan lakukan tiga pola gerakan seperti sebelumnya. Dengan menggunakan ujung jari-jari, tekan-tekan seluruh bagian payudara hingga ke sekitar ketiak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

10 Manfaat Kopi Tanpa Gula bagi Kesehatan Tubuh, Termasuk Menurunkan Risiko Diabetes

10 Manfaat Kopi Tanpa Gula bagi Kesehatan Tubuh, Termasuk Menurunkan Risiko Diabetes

Lifestyle | Selasa, 26 Oktober 2021 | 09:37 WIB

Usai Operasi Kanker, Aida Saskia Segera Jalani Kemoterapi

Usai Operasi Kanker, Aida Saskia Segera Jalani Kemoterapi

Entertainment | Senin, 25 Oktober 2021 | 18:46 WIB

Kondisi Aida Saskia Usai Operasi Kanker, Masih Lemas dan Sulit Bergerak

Kondisi Aida Saskia Usai Operasi Kanker, Masih Lemas dan Sulit Bergerak

Entertainment | Senin, 25 Oktober 2021 | 16:40 WIB

Terkini

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB