alexametrics

Studi: Orang Yang Kesepian Lebih Sering ke Dokter

Vania Rossa | Aflaha Rizal Bahtiar
Studi: Orang Yang Kesepian Lebih Sering ke Dokter
Ilustrasi kesepian. (sumber: Visualphotos)

Dalam beberapa tahun terakhir, kesepian diakui sebagai masalah kesehatan masyarakat yang patut diperhatikan.

Suara.com - Sebuah studi yang dilakukan University of Sheffield mengungkap bahwa orang yang kesepian akan lebih banyak melakukan kunjungan ke dokter.

Studi yang dipimpin oleh Dr. Fuschia Sirois dari Departemen Psikologi Universitas Sheffield ini telah dipublikasikan di Health Psychology Review, dan telah diulas lebih dari 100.000 orang di seluruh dunia.

Dr. Sirois meninjau 25 studi lewat laporan para individu yang menderita kesepian, juga kunjungan mereka ke dokter, baik yang dilaporkan sendiri atau dilacak lewat catatan medis.

Hasil meta-analisis kemudian mengungkap orang yang menderita kesepian melakukan kunjungan ke dokter lebih sering dibandingkan mereka yang tidak kesepian.

Baca Juga: 5 Penyebab Kucing Stres yang Jarang Disadari Oleh Pemilik

Perkiraan terbaru menyatakan, bahwa sekitar 3,7 juta orang dewasa di Inggris Raya menderita kesepian. Selain itu, temuan studi ini juga mengungkap bahwa wanita yang merasa kesepian lebih mungkin sering mengunjungi dokter dibanding pria yang menderita kesepian.

Dilansir dari Medical Xpress, disebutkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, kesepian diakui sebagai masalah kesehatan masyarakat yang patut diperhatikan. Hal ini karena kesepian dapat menyebabkan sejumlah penyakit mental dan fisik, mulai dari depresi, kecemasan, hingga penyakit kardiovaskular.

Pada tahun 2018, seorang Menteri Kesepian bernama Tracey Crouch diangkat oleh Pemerintah Inggris untuk pertama kalinya. Menteri itu diangkat untuk melakukan strategi dalam menanggulangi penyakit mental tersebut, di mana pada praktiknya pasien melakukan rujukan ke profesional kesehatan untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.

Pada tahun 2023 sampai 2024, National Health Service (NHS) berharap pasien yang dapat dirujuk ke profesional medis menjadi 900.000 orang per tahun.

Mengingat kesepian banyak dialami oleh kelompok orangtua, memahami hubungan antara kondisi dan penggunaan perawatan primer menjadi sangat penting.

Baca Juga: Doa dalam Kesepian Umat Katolik, supaya Hati Lebih Tenang

Saat ini, masih belum jelas apakah orang yang menderita kesepian yang melakukan kunjungan ke dokter karena efek kesehatan mental yang negatif, atau hanya karena mereka ingin mengajak seseorang bicara untuk memerangi kesepian mereka.

Dr. Sirois, yang merupakan seorang Pembaca Psikologi Kesehatan dan Sosial di Universitas Sheffield sekaligus penulis studi, mengatakan bahwa kebijakan kesehatan masyarakat yang ditujukan untuk meningkatkan kesehatan serta mengurangi pemanfaatan layanan, cenderung fokus pada gaya hidup dan perilaku kesehatan yang buruk.

Komentar