Hits: Vitamin yang Tingkatkan Risiko Kanker Hingga Jangan Tes Covid-19 Malam Hari

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Rabu, 27 Oktober 2021 | 21:14 WIB
Hits: Vitamin yang Tingkatkan Risiko Kanker Hingga Jangan Tes Covid-19 Malam Hari
vitamin C dan D sangat dibutuhkan tubuh pada masa pancaroba saat pandemi ini

Suara.com - Mengonsumsi vitamin diketahui memiliki sejumlah manfaat. Tapi sebaiknya waspada mengonsumsi dua vitamin ini karena bisa berisiko tingkatkan kanker.

Sementara itu, tes Covid-19 menjadi acuan sekaligus upaya memutus ranti penularan virus corona. Namun, jika ingin hasilnya lebih akurat, sebaiknya tes dilakukan jangan di malam hari. Dua kabar tadi merupakan berita terpopuler di kanal health Suara.com. Berikut berita terpopuler lainnya.

1. Waspada! Konsumsi Dua Vitamin Ini Justru Bisa Tingkatkan Risiko Kanker

vitamin C dan D sangat dibutuhkan tubuh pada masa pancaroba saat pandemi ini
vitamin C dan D sangat dibutuhkan tubuh pada masa pancaroba saat pandemi ini

Selama ini vitamin diketahui punya banyak manfaat bagi tubuh dan kesehatan. Namun, mengonsumsi vitamin tidak selalu membawa manfaat. Bahkan, itu dapat menimbulkan risiko besar bagi orang-orang tertentu.

Demikian kesimpulan sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American Medical Association. Dua suplemen terbukti meningkatkan risiko kanker: B12 dan asam folat.

Baca selengkapnya

2. Jika Ingin Hasilnya Akurat, Jangan Tes Covid-19 di Malam Hari!

Ilustrasi tes Covid-19. (alodokter.com)
Ilustrasi tes Covid-19. (alodokter.com)

Selama ini, para dokter mengandalkan hasil pengujian tes Covid-19 untuk menentukan tindakan apa yang perlu mereka lakukan untuk menyelamatkan pasien.

Tetapi, ternyata virus corona bertindak secara berbeda pada setiap orang tergantung pada waktu dan ritme sirkadian tubuh.

Baca selengkapnya

3. Waduh! Studi Ungkap Penyintas Covid-19 Usia 40 Tahun Berisiko Kehilangan Ingatan

Ilustrasi seseorang yang lupa [Shutterstock]
Ilustrasi seseorang yang lupa [Shutterstock]

Penyintas Covid-19 berusia di atas 40 tahun berisiko mengalami dampak jangka panjang Covid-19 alias long covid, berupa kehilangan ingatan dan kabut otak. Temuan itu berdasarkan studi yang diterbitkan di jurnal JAMA Network Open.

Para ahli Sistem Kesehatan Gunung Sinai menganalisis data dari 740 peserta, beberapa di antaranya telah tertular virus corona dan lainnya hanya disuntik vaksin Covid-19.

Baca selengkapnya

4. Gejala Kolesterol Tinggi, Perhatikan Perubahan Warna Lidah Anda!

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Persentase Kasus Positif COVID-19 di Jakarta Turun Jadi 0,4 Persen

Persentase Kasus Positif COVID-19 di Jakarta Turun Jadi 0,4 Persen

Jakarta | Rabu, 27 Oktober 2021 | 20:53 WIB

Pria Ini Terinfeksi Virus Corona Dua Hari Sebelum Vaksin Covid-19, Kini Sudah Meninggal

Pria Ini Terinfeksi Virus Corona Dua Hari Sebelum Vaksin Covid-19, Kini Sudah Meninggal

Health | Rabu, 27 Oktober 2021 | 20:52 WIB

Penderita Long Covid Perlu Pantau Gejala 12 Minggu, Ini Tips Pemulihan Pascainfeksi

Penderita Long Covid Perlu Pantau Gejala 12 Minggu, Ini Tips Pemulihan Pascainfeksi

Jogja | Rabu, 27 Oktober 2021 | 20:35 WIB

Terkini

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB