Hati-Hati, 5 Benda Ini Justru Membahayakan Anak-Anak di Rumah

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Kamis, 28 Oktober 2021 | 14:28 WIB
Hati-Hati, 5 Benda Ini Justru Membahayakan Anak-Anak di Rumah
Ilustrasi anak-anak (shutterstock)

Suara.com - Rumah seharusnya menjadi tempat ternyaman bagi anak-anak. Tapi, rumah juga bisa menjadi tempat mengkhawatirkan bagi anak-anak bila masih ada benda-benda beracun atau berbahaya yang masih ada di sekitarnya tanpa disadari.

Peralatan rumah tangga maupun makanan di dalam kulkas bisa membahayakan kesehatan bayi atau anak-anak Anda. NHS mengatakan sebagian besar kasus keracunan justru terjadi di rumah.

Dalam hal ini, anak-anak di bawah usia 5 tahun berada pada risiko tinggi keracunan yang tak disengaja. Keracunan ini bisa terjadi bila ada sesuatu yang tak sengaja tertelan, disuntikan, diserap melalui kulit, dihirup atau disiramkan ke mata.

Sebagian besar kasus keracunan di Inggris berasal dari overdosis obat, yang bisa menggunakan obat-obatan bebas, seperti parasetamol atau obat resep antidepresan.

Karena itu, pastikan tidak ada sesuatu yang membahayakan kesehatan anak-anak di rumah.

Berikut ini dilansir dari The Sun, beberapa benda di rumah yang bisa menyebabkan keracunan dan membahayakan kesehatan anak-anak.

Ilustrasi pembersih rumah tangga [shutterstock]
Ilustrasi pembersih rumah tangga [shutterstock]

1. Produk pembersih

NHS mengatakan produk pembersih bisa mengandung racun yang berbahaya, seperti pemutih. Produk pembersih ini memang penting untuk menjaga kebersihan rumah.

Tetapi, Anda harus menjauhkan barang ini dari jangkauan anak-anak karena bisa membahayakan mereka.

Alih-alih menggunakan bahan kimia keras untuk membersihkan rumah, Anda bisa menggunakan lemon yang antibakteri, antisptik dan berbau segar dibandingkan pemutih.

2. Kosmetik

NHS mengatakan kosmetik juga bisa termasuk dalam barang-barang beracun di rumah, termasuk cat kuku. Produk seperti cat kuku dapat mengiritasi lambung atau usus.

3. Tumbuhan

Tumbuhan memang bisa membantu mencegah polusi udara dari dalam rumah. Tapi, NHS mengatakan bahwa tanaman dan jamur tertentu bisa membahayakan kesehatan anak-anak.

Jika Anda ingin mengoleksi tanaman di rumah, sebaiknya memilih tanaman bambu yang merupakan tanaman terbaik untuk menghilangkan racun dalam ruangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Puluhan Warga Koja Keracunan, BPOM Turun Tangan Periksa Nasi Kotak dari PSI

Puluhan Warga Koja Keracunan, BPOM Turun Tangan Periksa Nasi Kotak dari PSI

News | Rabu, 27 Oktober 2021 | 20:25 WIB

Benarkah Kebanyakan Makan Kayu Manis Bisa Sebabkan Keracunan? Ini Faktanya!

Benarkah Kebanyakan Makan Kayu Manis Bisa Sebabkan Keracunan? Ini Faktanya!

Health | Rabu, 27 Oktober 2021 | 15:00 WIB

Dilarikan ke UGD, Begini Gejala Warga Koja Keracunan Setelah Santap Nasi Kotak PSI

Dilarikan ke UGD, Begini Gejala Warga Koja Keracunan Setelah Santap Nasi Kotak PSI

News | Selasa, 26 Oktober 2021 | 17:45 WIB

Terkini

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:30 WIB

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:11 WIB

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:27 WIB