Kerja Sama Lintas Sektor untuk Tes Covid-19 Penting untuk Penanggulangan Pandemi Covid-19

M. Reza Sulaiman

Rabu, 03 November 2021 | 12:19 WIB
Kerja Sama Lintas Sektor untuk Tes Covid-19 Penting untuk Penanggulangan Pandemi Covid-19
Antrean tes Covid-19 di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Senin (21/12/2020). [Suara.com/Hairul Alwan]

Suara.com - Tes Covid-19 menjadi elemen penting dalam penanggulangan pandemi Covid-19. Untuk itu, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 pun meminta seluruh pihak-pihak terkait untuk mau bekerja sama dengan baik.

"Pada prinsipnya kita semua memiliki tujuan yang sama untuk segera terbebas dari COVID-19. Sehingga untuk itu Mari kita bekerjasama," kata juru bicara Satgas Covid-19, Prof Wiku Adisasmito, dikutip dari situs resmi Satgas Covid-19.

Kerjasama yang baik harus dilakukan berbagai pihak yang berperan. Beberapa pihak tersebut di antaranya, mulai dari laboratorium, produsen alat testing COVID-19, dan masyarakat.

Pertama, laboratorium rujukan pemeriksaan COVID-19. Baik yang terdaftar dalam www.litbang.kemkes.go.id/laboratoriumpemeriksacovid19, maupun yang tercantum dalam aplikasi PeduliLindungi. Sudah sepatutnya bertanggungjawab menyediakan layanan yang berkualitas.

Seorang balita tengah mengikuti swab test di Puskesmas Jayagiri, Lembang, Bandung Barat pada Kamis (1/7/2021). Sebelumnya di Puskesmas ini, diteukan balita yang positif virus Corona varian Delta. [Suara.com/Ferrye Bangkit Rizki]
Seorang balita tengah mengikuti swab test di Puskesmas Jayagiri, Lembang, Bandung Barat pada Kamis (1/7/2021). Sebelumnya di Puskesmas ini, diteukan balita yang positif virus Corona varian Delta. [Suara.com/Ferrye Bangkit Rizki]

Yaitu dengan menggunakan testing kit yang telah terstandar dengan tujuan dapat memberikan hasil yang akurat. Daftar merk testing kit deteksi COVID-19 yang digunakan telah mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan.

Untuk daftarnya, dapat diakses di infoalkes.kemkes.go.id yang diperbaharui secara berkala per 3 bulan.

Kedua, produsen mampu melakukan monitoring dan evaluasi kualitas testing kit setelah digunakan oleh masyarakat secara berkala. Hal ini diawasi oleh institusi kesehatan seperti Kementerian Kesehatan untuk PCR dan Dinas Kesehatan setemlat untuk rapid tes antigen. Agar dipastikan tetap baik akurasinya selama digunakan di masyarakat.

Ketiga, yaitu transparansi dari produsen serta institusi kesehatan yang bertanggungjawab menyampaikan hasil monitoring dan evaluasi alat tes yang telah digunakan kepada publik secara berkala.

Keempat, masyarakat harus memahami bahwa pemberlakuan alternatif syarat perjalanan yaitu PCR atau antigen, serta protokol kesehatan selama perjalanan untuk mobilitas jarak jauh dalam negeri adalah bentuk kehati-hatian pemerintah. Mengingat dibutuhkan akurasi tinggi untuk menghasilkan hasil diagnostik yang tepat.

baca juga

Untuk itu masyarakat diharapkan cermat memilih jasa penyedia layanan testing. Yaitu yang telah mendapatkan izin dari Kementerian Kesehatan untuk laboratorium PCR dan Pemda setempat untuk penyedia jasa layanan tes antigen.

"Oleh karena itu perlu kedisiplinan dan rasa tanggung jawab yang tinggi dari masing-masing kita berkontribusi dalam menjalankan kebijakan sistemik ini karena kesuksesan pengendalian COVID-19 ditentukan oleh kita semuanya," lanjutnya.

Untuk itu, agar masyarakat lebih memahami upaya mendeteksi COVID-19, Wiku mengedukasi tentang testing COVID-19 yang digunakan. Secara fungsinya dapat dibagi menjadi dua. Yaitu untuk skrining dengan tujuan menyaring kasus positif pada orang tidak bergejala, dan diagnostik untuk orang yang bergejala.

Berdasarkan metodenya terbagi menjadi 3 bagian. Metode pertama ialah tes molekuler. Berfungsi mendeteksi virus COVID-19 melalui material genetik (asam nukleat). Tes ini memiliki nama lain diagnostik test, viral test, molecular test, Nucleic Amplification Test (NAAT), RT-PCR test dan lamp test.

Karakteristiknya, paling sensitif, membutuhkan fasilitas laboratorium, hasil maksimal keluar dalam 1x24 jam dan menggunakan spesimen melalui swav di nasal/orofaring. "Tes molekular ini memiliki sifat paling sensitif mendeteksi sehingga seluruh jenis tes molekular ditetapkan sebagai gold standard," jelasnya.

Selain itu tes molekuler digunakan untuk memastikan kembali kasus bergejala yang menunjukkan hasil negatif pada uji sebelumnya. Dan mendukung upaya sequencing mendiagnosa kasus positif dengan varian COVID-19.

Metode kedua, tes antigen. Berfungsi mendeteksi COVID-19 melalui bagian luar protein virus (antigen). Nama lain tes metode ini ialah diagnostic test, viral test dan rapid test. Testing ini tidak membutuhkan pemrosesan di laboratorium dan hasilnya dapat diketahui sekitar 15 sampai dengan 30 menit setelah spesimen hasil swab dilakukan. Metode ini cukup unik karena dapat dijadikan sebagai metode skrining maupun diagnostik. Tergantung situasi dan kondisi penggunaannya.

Dalam keadaan kondisi kasus yang tinggi dan keterbatasan fasilitas, rapid tes antigen dapat digunakan sebagai alat diagnostik. Namun dengan catatan alat harus dipastikan memiliki kemampuan deteksi yang tinggi dan mendapatkan rekomendasi oleh badan Kesehatan internasional.

"Saran penggunaan tes antigen ini ialah untuk mendeteksi kasus positif pada kumpulan kasus dalam jumlah yang banyak secara lebih efisien dan memonitoring berkala tren kasus populasi beresiko," lanjutnya.

Metode ketiga, yaitu tes antibodi. Bertujuan mendeteksi terbentuknya antibodi spesifik yang diproduksi tubuh akibat reaksi dengan antigen. Baik karena infeksi alamiah ataupun vaksinasi. Tes ini dapat melihat riwayatpenyakit COVID-19 seseorang dimasa lampau. WHO tidak merekomendasikan penggunaan alat ini untuk skrining maupun peneguhan diagnosa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Skandal Sertifikat Vaksin Covid-19 Palsu, Granit Xhaka Kena Denda Rp3,2 Miliar

Skandal Sertifikat Vaksin Covid-19 Palsu, Granit Xhaka Kena Denda Rp3,2 Miliar

Bola | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 09:53 WIB

Kelas Menengah RI Terus Merosot Setelah Pandemi, Kesempatan Kerja Makin Sedikit

Kelas Menengah RI Terus Merosot Setelah Pandemi, Kesempatan Kerja Makin Sedikit

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 22:05 WIB

Kisah Sukses Zulhaida Sitanggang, Mampu Sulap Sampah Pasar Jadi Usaha Beromzet Jutaan Rupiah

Kisah Sukses Zulhaida Sitanggang, Mampu Sulap Sampah Pasar Jadi Usaha Beromzet Jutaan Rupiah

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 16:45 WIB

Kunjungan Wisman ke RI Pecah Rekor di Juli 2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19 2020

Kunjungan Wisman ke RI Pecah Rekor di Juli 2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19 2020

Bisnis | Rabu, 02 September 2026 | 08:45 WIB

Fleksibel Atur Strategi Toko Ekspor, Penjualan Seller Ini Naik 2,5 Kali Lipat Lewat Ekspor FLEXI

Fleksibel Atur Strategi Toko Ekspor, Penjualan Seller Ini Naik 2,5 Kali Lipat Lewat Ekspor FLEXI

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 19:18 WIB

Efek Domino Pandemi Bikin Harga Mobil Bekas Gagal Turun

Efek Domino Pandemi Bikin Harga Mobil Bekas Gagal Turun

Otomotif | Rabu, 17 Juni 2026 | 15:38 WIB

Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19

Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:23 WIB

IHSG Hancur Lebur Seperti Era COVID-19, Padahal Tak Sedang Pandemi

IHSG Hancur Lebur Seperti Era COVID-19, Padahal Tak Sedang Pandemi

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 15:05 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Dirjen WHO: Hantavirus Bukan Pandemi Baru Seperti COVID-19

Dirjen WHO: Hantavirus Bukan Pandemi Baru Seperti COVID-19

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:43 WIB

Terkini

7 Moisturizer Lokal untuk Usia 40 Tahun agar Kulit Tetap Lembap dan Kenyal

7 Moisturizer Lokal untuk Usia 40 Tahun agar Kulit Tetap Lembap dan Kenyal

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 13:42 WIB

Formula Penetapan Upah 2027 Belum Jelas, Akademisi Khawatir Proses Brutal yang Tak Soft Landing

Formula Penetapan Upah 2027 Belum Jelas, Akademisi Khawatir Proses Brutal yang Tak Soft Landing

News | Jum'at, 06 November 2026 | 13:37 WIB

realme C01 Meluncur di Indonesia, Bawa Baterai 6.500 mAh dan Layar 120Hz

realme C01 Meluncur di Indonesia, Bawa Baterai 6.500 mAh dan Layar 120Hz

Tekno | Jum'at, 06 November 2026 | 13:36 WIB

Jejak Penyadapan Presiden Indonesia, dari Habibie Hingga Prabowo Subianto

Jejak Penyadapan Presiden Indonesia, dari Habibie Hingga Prabowo Subianto

News | Jum'at, 06 November 2026 | 13:36 WIB

Seluruh Kru Ditemukan! Jenazah Serda Heri Dievakuasi dari Bangkai Heli MI-17 di Kalteng

Seluruh Kru Ditemukan! Jenazah Serda Heri Dievakuasi dari Bangkai Heli MI-17 di Kalteng

News | Jum'at, 06 November 2026 | 13:36 WIB

Kulkas 2 Pintu Termurah Merek Apa? Ini 5 Pilihannya Mulai Rp1 Juta

Kulkas 2 Pintu Termurah Merek Apa? Ini 5 Pilihannya Mulai Rp1 Juta

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 13:35 WIB

Gibran Gencar Diusulkan untuk Dimakzulkan, Begini Respons Pimpinan DPR

Gibran Gencar Diusulkan untuk Dimakzulkan, Begini Respons Pimpinan DPR

News | Jum'at, 06 November 2026 | 13:30 WIB

Menelusuri Benang Merah Kekerasan dalam Kisah-kisah Absurd Tiga dalam Kayu

Menelusuri Benang Merah Kekerasan dalam Kisah-kisah Absurd Tiga dalam Kayu

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 13:30 WIB

Karyawan Maskapai di Bandara Bali Tilap Duit Perusahaan Rp600 Juta untuk Judol

Karyawan Maskapai di Bandara Bali Tilap Duit Perusahaan Rp600 Juta untuk Judol

Bali | Jum'at, 06 November 2026 | 13:28 WIB

Ayah di Aceh Besar Ditangkap, Diduga Rudapaksa Anak Kandung Sejak MIN hingga SMP

Ayah di Aceh Besar Ditangkap, Diduga Rudapaksa Anak Kandung Sejak MIN hingga SMP

Sumut | Jum'at, 06 November 2026 | 13:18 WIB

×