Kemenkes Sebut Ada 23 Varian Delta Covid-19 di Indonesia

Risna Halidi, Lilis Varwati

Kamis, 04 November 2021 | 15:12 WIB
Kemenkes Sebut Ada 23 Varian Delta Covid-19 di Indonesia
Ilustrasi virus varian delta [Foto: Antara]

Suara.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyampaikan bahwa Indonesia tidak luput dari sebaran virus corona varian Delta. Namun, varian Delta yang ada juga terus bermutasi. 

Juru bicara Covid-19 Kemenkes dr. Siti Nadia Tarmidzi, M.Epid mengungkapkan, saat ini sudah ditemukan 22 mutasi baru dari varian Delta di Indonesia. Sehingga total ada 23 varian Delta yang asli dari India.

"Varian Delta sampai saat ini sudah ada 75 kurang lebih variasinya. Di Indonesia sendiri sudah ada 23," kata Nadia dalam webinar Satgas Covid-19, Kamis (4/11/2021).

Untuk varian Delta A.Y 4.2 yang sudah menjadi varian of monitoring dari badan kesehatan di Inggris, belum ditemukan di Indonesia, kata Nadia.

Tapi, ia mengingatkan bahwa bukan tidak mungkin varian tersebut akhirnya sampai ke Indonesia bukan melalui pelaku perjalanan dari luar negeri.

"Bisa saja varian A.Y 4.2 ini tidak dibawa oleh pelaku perjalanan, tapi karena adanya kemungkinan mutasi dari kita sendiri," ucapnya.

Hal itu pula yang jadi penyebab ditemukannya 22 mutasi baru varian Delta di Indonesia saat ini.

Oleh sebab itu, selain memperketat pintu keluar masuk orang dari negeri, Nadia mengingatkan agar masyarakat di dalam negeri juga harus tetap taat jalankan protokol kesehatan.

Ia mengungkapkan bahwa varian Delta memang lebih banyak ditemukan di kota-kota besar. Khususnya di provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

baca juga

"Paling tinggi memang seperti DKI Jakarta itu 1.300 kasus, Jawa Tengah ada sekitar 300-an, Jawa Barat ada 700 kasus varian Delta yang sudah dilaporkan," ujarnya.

"Kami sampaikan bahwa varian Delta yang ditemukan di negara kita sudah sampai turunan-turunannya seperti A.Y1, A.Y11, A.Y16. Jadi kurang lebih B1617.2 yang kita dulu kenal sebagai varian Delta itu sudah punya turunannya sebanyak 22 yang kita identifikasi di Indonesia."

"Tentunya menjadi kewaspadaan kita jangan memberi kesempatan varian Delta berkembang lebih lanjut," pungkas Nadia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Epidemiolog Minta Masyarakat Jangan Terjebak Euforia Penurunan Kasus Covid-19, Mengapa?

Epidemiolog Minta Masyarakat Jangan Terjebak Euforia Penurunan Kasus Covid-19, Mengapa?

Health | Kamis, 04 November 2021 | 14:33 WIB

Studi: Ibu Hamil dan Menyusui Merespons Dosis Pertama Vaksin Covid-19 Lebih Lambat

Studi: Ibu Hamil dan Menyusui Merespons Dosis Pertama Vaksin Covid-19 Lebih Lambat

Health | Kamis, 04 November 2021 | 14:56 WIB

Penting! Pesan Satgas Covid-19 Bagi Perusahaan yang Ingin Terapkan WFO

Penting! Pesan Satgas Covid-19 Bagi Perusahaan yang Ingin Terapkan WFO

Health | Kamis, 04 November 2021 | 13:58 WIB

Terkini

Review Laut Bercerita: Kisah Pilu Perjuangan Aktivis Melawan Orde Baru

Review Laut Bercerita: Kisah Pilu Perjuangan Aktivis Melawan Orde Baru

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Bias Dunia Kerja Modern: Menyoroti Gengsi CV Bahasa Inggris di Mata Gen Z

Bias Dunia Kerja Modern: Menyoroti Gengsi CV Bahasa Inggris di Mata Gen Z

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:55 WIB

Ironi Lulusan SMK: Disiapkan untuk Kerja, Tapi Jadi Beban Pengangguran

Ironi Lulusan SMK: Disiapkan untuk Kerja, Tapi Jadi Beban Pengangguran

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:54 WIB

Di depan Pengusaha, Suahasil Akui Pemerintah Perketat Restitusi Pajak

Di depan Pengusaha, Suahasil Akui Pemerintah Perketat Restitusi Pajak

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:53 WIB

Denny Indrayana Sindir Gibran Siap Buka Bukti Ijazah: Harusnya Tunjukkan di MK!

Denny Indrayana Sindir Gibran Siap Buka Bukti Ijazah: Harusnya Tunjukkan di MK!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:51 WIB

Ruang Publik Bebas Rokok Adalah Hak Kita Semua

Ruang Publik Bebas Rokok Adalah Hak Kita Semua

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:50 WIB

Gibran Dinyatakan Tak Penuhi Syarat Pilpres, Denny Indrayana Gerilya Dekati Parpol Senayan

Gibran Dinyatakan Tak Penuhi Syarat Pilpres, Denny Indrayana Gerilya Dekati Parpol Senayan

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:47 WIB

Ogah Disodori Laporan Manis, Pramono Anung Mau Sambangi dan Gelar Rapat di 44 Kecamatan Jakarta

Ogah Disodori Laporan Manis, Pramono Anung Mau Sambangi dan Gelar Rapat di 44 Kecamatan Jakarta

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:46 WIB

Nera Susanto Adik Eks Kepala BNPB Dicecar KPK Soal Proyek Dana Siap Pakai

Nera Susanto Adik Eks Kepala BNPB Dicecar KPK Soal Proyek Dana Siap Pakai

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:44 WIB

Impor Bahan Baku Tinggi, Mendag Ingatkan Industri Jangan Bergantung Satu Suplier

Impor Bahan Baku Tinggi, Mendag Ingatkan Industri Jangan Bergantung Satu Suplier

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:40 WIB

×