Waspada Jamur dan Biang Keringat di Musim Hujan, Begini Cara Mencegahnya

Bimo Aria Fundrika | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Kamis, 04 November 2021 | 18:50 WIB
Waspada Jamur dan Biang Keringat di Musim Hujan, Begini Cara Mencegahnya
Ilustrasi jamur dan biang keringat. (Elements Envato)

Suara.com - Sebagian besar wilayah Indonesia saat ini sedang memasuki musim hujan, dan dokter spesialis kulit mengingatkan ancaman jamur kulit atau mold dan biang keringat.

Hal ini diungkap langsung Spesialis Kulit dr. Arini Astasari Widodo, Sp.KK, yang mengungkap pada dasarnya musim hujan berarti kadar air di udara lebih banyak, dan hal ini sebenarnya menguntungkan bagi kesehatan kulit, karena membuat kulit jadi lembab.

"Secara umum kelembaban tinggi lebih menguntungkan untuk kulit dibandingkan kelembaban yang rendah, karena kelembaban yang tinggi lebih baik untuk hidrasi kulit, mencegah penuaan, barrier kulit, dan proses regenerasi kulit," terang dr. Arini dalam acara peluncuran Face Republic, Rabu (3/11/2021).

Namun dr. Arini memperingatkan kelembapan berlebih di musim hujan dengan suhu panas, yang melanda banyak daerah di Indonesia akan meningkatkan kinerja kelenjar minyak, lalu pada akhirnya memicu jamur kulit dan biang keringat. 

"Umumnya biang keringat dan jamur terjadi pada daerah kulit yang lembab. Pada cuaca yang panas juga dapat meingkatkan keaktifan kelenjar keringat," tutur dr. Arini.

Dokter yang berpraktik di Dermatologist Jakarta itu mengungkapkan mold atau jamur kerap menyerang kulit di musim hujan karena lembab.

"Beberapa individu yang memiliki alergi terhadap mold dapat kambuh bila berada di tengah lingkungan lembab dan terdapat banyak," tutur dr. Arini

Adapun orang yang alergi mold ini bisa mengalami kekambuhan berupa kulit kemerahan, bersin-bersin, asma dan lain-lain.

Berikut ini tata cara merawat kulit di musim hujan, versi dr. Arini:

1. Cuci wajah sekali di pagi hari dan sekali di malam hari, serta setelah berkeringat banyak. Terutama saat mengenakan topi atau helm, dapat mengiritasi kulit. 

2. Cuci kulit wajah sesegera mungkin setelah berkeringat.

3. Gunakan produk pelembab ringan, berbahan dasar air, atau berbentuk gel, yang menyerap ke dalam kulit dengan cepat.

4. Jangan memegang dan jauhkan tangan dari wajah. Ini karena saat iklim lembap wajah sering berkeringat, jadi jangan tambahkan bakteri dari tangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

6 Manfaat Lemon untuk Kulit Wajah, Bikin Glowing hingga Cegah Penuaan Dini

6 Manfaat Lemon untuk Kulit Wajah, Bikin Glowing hingga Cegah Penuaan Dini

Lifestyle | Kamis, 04 November 2021 | 09:14 WIB

Punya Penyakit Autoimun Kulit, Bolehkah Pakai Skincare

Punya Penyakit Autoimun Kulit, Bolehkah Pakai Skincare

Health | Rabu, 03 November 2021 | 18:55 WIB

Hempas Jerawat dan Kemerahan, Ini 5 Tips Rawat Kulit Berminyak dan Sensitif

Hempas Jerawat dan Kemerahan, Ini 5 Tips Rawat Kulit Berminyak dan Sensitif

Lifestyle | Kamis, 04 November 2021 | 07:30 WIB

Terkini

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 18:54 WIB

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 14:42 WIB

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 12:31 WIB

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Health | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB