Tidak Begitu Sulit, Begini Cara Menghentikan Kebiasaan Mengisap Empeng pada Bayi

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah | Suara.com

Jum'at, 05 November 2021 | 10:49 WIB
Tidak Begitu Sulit, Begini Cara Menghentikan Kebiasaan Mengisap Empeng pada Bayi
Ilustrasi dot bayi. (Shutterstock)

Suara.com - Neuropsikolog pediatrik Richard Dowell, PhD dari Evangelical Community Hospital di Lewisburg, Pennsylvania, mengatakan bayi dilahirkan dengan kebutuhan bawaan untuk mengisap.

Refleks hisap ini tidak hanya untuk makan, tetapi juga untuk menenangkan. Jadi, jika tidak mengisap empeng, bayi biasanya akan mengisap ibu jari.

Namun, dokter gigi merekomendasikan orang tua untuk membatasi penggunaan empeng pada anak-anak sejak usia 2 tahun dan dilepas pada usia 4 tahun untuk menghindari masalah gigi.

Menghentikan anak dari kebiasaan mengempeng tidak terlalu sulit, menurut laman Parents.

Penulis Pacifiers, Blankets, Bottles & Thumbs: What Every Parent Should Know About Stopping and Starting, Mark L. Brenner, anak-anak bisa bebas empeng dalam tiga hari. Begini caranya:

Ilustrasi dot bayi. (Unsplash/Colin Maynard)
Ilustrasi dot bayi. (Unsplash/Colin Maynard)

Hari pertama

Di pagi hari dan sebelum tidur, beri tahu anak bahwa dalam waktu tiga hari mereka harus menghentikan kebiasaan mengempeng.

Jangan khawatir anak akan menjadi cemas, terlebih ketika sudah diberi peringatan terlebih dahulu.

"Itu mitos (anak cemas). Seperti orang dewasa, anak-anak bisa mempersiapkan diri secara fisik, psikologis, dan emosional untuk perubahan," jelas Brenner.

Hari kedua

Ulangi pembicaraan yang sama dengan anak pada waktu yang sama, yakni di pagi hari dan sebelum tidur. Alih-alih mengatakan "dalam tiga hari", gantilah menjadi "besok".

Hari ketiga

Ingatkan anak bahwa pada hari ini adalah waktu anak untuk menghentikan kebiasaan mengempeng. Orang tua bisa mulai mengumpulkan empeng, meski anak memprotesnya.

Tetapi jangan membuang empeng di depan mereka, sebab hal itu akan membuat anak merasa sangat kesal.

"Berempati tetapi tegas," jelas Brenner.

Brenner menambahkan bahwa sebagian besar anak-anak dapat mengatasi rasa kehilangan akan empeng mereka dalam waktu 48 jam.

Mulailah dengan melepas empeng dalam situasi tanpa tekanan, seperti saat di rumah, bahagia, dan bermain. Setelah dia terbiasa tidak memiliki empeng di rumah, hentikan penggunaan di luar rumah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jangan Biarkan Anak Pakai Empeng hingga Usia 4 Tahun Lebih, Ini Dampaknya pada Gigi!

Jangan Biarkan Anak Pakai Empeng hingga Usia 4 Tahun Lebih, Ini Dampaknya pada Gigi!

Health | Kamis, 04 November 2021 | 13:56 WIB

Ibu Selalu Biarkan Bayi Pakai Empeng, Seperti Ini Kerugiannya!

Ibu Selalu Biarkan Bayi Pakai Empeng, Seperti Ini Kerugiannya!

Health | Minggu, 22 September 2019 | 16:03 WIB

Lebih Baik Bayi Mengisap Jempol atau Pakai Empeng? Ini Jawaban Ahli

Lebih Baik Bayi Mengisap Jempol atau Pakai Empeng? Ini Jawaban Ahli

Health | Rabu, 12 Juni 2019 | 15:30 WIB

Terkini

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:30 WIB

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:11 WIB