Update Covid-19 Global: Jerman Alami Lonjakan Kasus Terparah Selama Pandemi

Vania Rossa | Suara.com

Selasa, 09 November 2021 | 10:05 WIB
Update Covid-19 Global: Jerman Alami Lonjakan Kasus Terparah Selama Pandemi
Ilustrasi Covid-19. (Andrea Piacquadio/Pexels)

Suara.com - Update Covid-19 global menunjukkan kasus yang telah mencapai 251 juta lebih setelah adanya penambahan 358.469 kasus baru dalam 24 jam terakhir. Sementara angka kematian meningkat jadi 5,07 juta akibat tambahan 5.368 orang meninggal kemarin. Data tersebut dikutip dari situs worldometers per Selasa (9/11) pukul 08.00 WIB.

Total kasus yang sembuh baru mencapai 227,28 juta. Sehingga tersisa 18,65 juta kasus positif Covid-19 di seluruh dunia, dengan 76.340 orang di antaranya dalam kondisi kritis.

Kasus aktif paling banyak terjadi di Amerika Serikat dan Inggris. Kedua negara tersebut masih mencatatkan kasus aktif hingga jutaan. AS dengan 9,16 kasus aktif, sementara Inggris 1,56 juta kasus.

Dari Eropa, penularan masih tinggi terjadi di Jerman. Negara itu bahkan alami lonjakan kasus terparah selama pandemi Covid-19 terjadi.

Tingkat infeksi virus corona per 100.000 orang selama tujuh hari terakhir melonjak menjadi 201,1 pada Senin (8/11). Angka tersebut, yang diterbitkan oleh Robert Koch Institute (RKI) Jerman, melampaui level tertinggi terakhir, yang telah dicapai 197,6 pada 22 Desember 2020.

Di sisi lain, tingkat vaksinasi juga stagnan di bawah 70 persen. Para pejabat memohon agar penduduk yang belum divaksinasi segera mendapatkan suntikan.

"Untuk yang tidak divaksinasi, risikonya tinggi bahwa mereka akan terinfeksi dalam beberapa bulan mendatang," kata kepala RKI Lothar Wieler, dikutip dari Channel News Asia.

Di negara bagian timur Saxony, di mana tingkat infeksi lebih dari dua kali rata-rata nasional, mencapai 491,3. Pemerintah berlakukan pembatasan mulai Senin (8/11).

Akses makan di dalam ruangan dan acara dalam ruangan dibatasi untuk orang yang telah divaksinasi penuh atau dapat menunjukkan bukti negatif Covid-19.

Lonjakan kasus baru di Jerman terjadi pasca pemilihan umum politik pada September lalu.

Total kasus Covid-19 di Jerman saat ini telah mencapai 4,8 juta, terbanyak keenam di Eropa. Dalam 24 jam terakhir, negara itu melaporkan 20.580 kasus baru, hanya lebih sedikit dari Inggris dan Rusia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Update COVID-19 Jakarta 8 November: Positif 29, Sembuh 77, Meninggal 0

Update COVID-19 Jakarta 8 November: Positif 29, Sembuh 77, Meninggal 0

Jakarta | Senin, 08 November 2021 | 19:20 WIB

Berkaca Dari Eropa, Jokowi Ingatkan Hati-Hati Lonjakan Kasus Covid-19 di Indonesia

Berkaca Dari Eropa, Jokowi Ingatkan Hati-Hati Lonjakan Kasus Covid-19 di Indonesia

News | Senin, 08 November 2021 | 18:45 WIB

Menkes Khawatir Kasus Covid Melonjak dan Ancam KTT G20 di Bali

Menkes Khawatir Kasus Covid Melonjak dan Ancam KTT G20 di Bali

Bisnis | Senin, 08 November 2021 | 18:26 WIB

Terkini

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB