Survei Teman Bumil: 29 Persen Busui Kesulitan Mencari Ruang Laktasi

Risna Halidi | Suara.com

Kamis, 11 November 2021 | 15:05 WIB
Survei Teman Bumil: 29 Persen Busui Kesulitan Mencari Ruang Laktasi
Ilustrasi memerah ASI. (Shutterstock)

Suara.com - Sebanyak 29 persen ibu mengaku mengalami kesulitan mencari ruang khusus menyusui atau ruang laktasi di ruang publik. Angka tersebut diambil melakui survei yang dilakukan oleh Teman Bumil dan lembaga survei Populix kepada 1.025 ibu yang mengikuti polling secara online.

Ruang laktasi sendiri merupakan ruangan yang dilengkapi prasarana yang mendukung untuk menyusui. Selain itu ada juga prasarana memerah Air Susu Ibu atau ASI, menyimpan ASI perah, dan atau melakukan konseling.

Pengadaan ruang laktasi bertujuan untuk memberikan perlindungan kepada ibu dalam memberikan ASI eksklusif dan memenuhi hak anak untuk mendapatkan ASI eksklusif.

Pemerintah Indonesia sebenarnya sudah mengatur tentang fasilitas menyusui di ruang publik melalui Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2012. Di dalam peraturan tersebut terlulis bahwa ASI eksklusif wajib diberikan kepada bayi sampai dengan usia 6 bulan.

Dikutip Suara.com dari siaran pers Teman Bumil, Kamis (11/11/2021), Dokter Ria Puspitasari mengatakan ruang laktasi memungkinkan ibu bisa memberikan ASI kapan saja meskipun sedang di luar rumah. Begitu pula dengan ibu yang harus mempompa ASI.

"Syarat agar produksi ASI tetap stabil dan banyak adalah suplly and demand. Ibu menyusui sebisa mungkin memberikan ASI-nya kapan pun bayi minta, termasuk saat di ruang publik. Demikian juga bagi ibu yang rutin pumping.

"Ruang publik sangat diperlukan. Kesulitan mencari ruang publik khusus untuk menyusui ini bisa menjadi hambatan pemberian ASI dan akhirnya menurunkan produksi ASI," jelas dr. Ria.

Dikatakan dr. Ria, ASI mengandung imunoglobulin atau antibodi, yang dapat mencegah dan melindungi bayi dari berbagai risiko infeksi, seperti diare dan pneumonia.

Selain bonding dengan bayi, pemberian ASI terutama ASI eksklusif, juga bisa membantu ibu menunda kehamilan atau kesuburan, mengurangi perdarahan setelah melahirkan, serta mencegah kanker payudara atau kanker ovarium.

"Kesuksesan menyusui juga didukung oleh keberhasilan IMD (Inisiasi Menyusu Dini), yang dilakukan ibu setelah persalinan."

"Adanya skin-to-skin contact antara bayi dan ibu selama proses IMD dapat membuat keduanya merasa nyaman. Kenyamanan ini akan merangsang pelepasan hormon prolaktin dan oksitosin, yang berperan besar dalam melancarkan produksi ASI," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ibu Harus Tahu, Begini Cara Mencegah Masalah Puting Lecet Saat Menyusui

Ibu Harus Tahu, Begini Cara Mencegah Masalah Puting Lecet Saat Menyusui

Health | Kamis, 11 November 2021 | 14:25 WIB

Benarkah Sebelum Memberi ASI, Payudara Harus Dipijat Lebih Dulu?

Benarkah Sebelum Memberi ASI, Payudara Harus Dipijat Lebih Dulu?

Health | Selasa, 09 November 2021 | 17:22 WIB

Ibu Hobi Makan Cabai, Benarkah ASI Akan Jadi Ikutan Pedas?

Ibu Hobi Makan Cabai, Benarkah ASI Akan Jadi Ikutan Pedas?

Health | Senin, 08 November 2021 | 17:05 WIB

Terkini

Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh

Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:01 WIB

Viral Obat Keras Dijual Bebas di Minimarket Tanpa Konsultasi Apoteker Layaknya Apotek

Viral Obat Keras Dijual Bebas di Minimarket Tanpa Konsultasi Apoteker Layaknya Apotek

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 16:53 WIB

Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini

Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 15:52 WIB

Tuba Falopi Istri Diangkat, Program IVF Wujudkan Mimpi Aktor Rifky Alhabsyi Punya Anak

Tuba Falopi Istri Diangkat, Program IVF Wujudkan Mimpi Aktor Rifky Alhabsyi Punya Anak

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 12:03 WIB

Waspada Penyakit Virus Ebola: Kenali Gejala Awal dan Langkah Pencegahannya

Waspada Penyakit Virus Ebola: Kenali Gejala Awal dan Langkah Pencegahannya

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 09:56 WIB

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 14:59 WIB

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 12:13 WIB

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 11:05 WIB

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 09:20 WIB

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB