Tips Gaya Hidup untuk Orangtua yang Miliki Anak Penderita Diabetes

Risna Halidi | Suara.com

Kamis, 18 November 2021 | 15:53 WIB
Tips Gaya Hidup untuk Orangtua yang Miliki Anak Penderita Diabetes
Ilustrasi (Shutterstock)

Suara.com - Memiliki penyakit diabetes merupakan sesuatu hal yang menyedihkan. Apalagi jika hal tersebut terjadi pada anak-anak yang masih kecil, yang tidak mengerti apapun.

Diabetes pada anak kecil umumnya disebabkan karena dua kemungkinan yaitu, orangtua yang memiliki riwayat penyakit diabetes, atau berat badan anak yang berlebihan karena sering mengonsumsi makanan tinggi gula dan lemak.

Dilansir dari asiaone.com, 7 tips gaya hidup yang bisa diterapkan oleh orangtua yang memiliki anak penderita diabetes yaitu:

1. Menjadi Keluarga yang supportive
Di saat anak kecil memiliki diabetes, hal tersebut akan memengaruhi seluruh keluarga. Saudara-saudaranya mungkin akan merasa iri karena anak penderita diabetes akan lebih diperhatikan dibandingkan mereka sehingga diperlukan sebuah pengorbanan, seperti makan makanan sehat sebagai pengganti memakan makanan junk food.

Sebagai orangtua sangat penting untuk memberikan support kepada seorang anak yang memiliki diabetes dan tidak membuatnya merasa bahwa ia seorang diri atau menyalahkannya karena kesehatannya.

Kamu perlu memerhatikan anakmu agar ia merasa dicintai dan didukung untuk menghidupkan aura positif yang dapat mengontrol kondisi mereka dan menuntun mereka untuk sehat dan hidup senang.

2. Membuat Rutinitas yang Tetap
Seorang anak bisa mengatur diabetes di saat mereka memiliki jadwal teratur di rumah dan di sekolah, hal tersebut membantu mereka makan di waktu teratur, memberikan insulin secara teratur, terencana ke depan dan memiliki snack sebelum dia melakukan olahraga dan secara teratur memonitor darah glukosanya setiap hari.

Jangan lupa untuk menginformasikan pihak sekolah, sehingga sekolah bisa membantu anakmu berpartisipasi di dalam grup dan kegiatan kelas yang normal sebisa mungkin.

3. Makan Sehat
Hindari karbohidrat bernutrisi rendah untuk makanan berserat tinggi, seperti beras merah, pasta gandum utuh, jagung, kacang polong, roti coklat dan sereal gandum utuh. Demikian juga sayuran yang tidak mengandung tepung seperti brokoli, kembang kol, seledri, mentimun, paprika dan zucchini yang rendah karbohidrat dan akan membantu anakmu merasakan kenyang.

Bukan hanya menambahkan serat ke dalam makanan anakmu, tetapi juga akan membantu mengurangi tambahan gula dari setiap makanan. Latihlah anakmu dalam mengontrol porsi untuk mencegah makan yang berlebihan dan hindari juga memaksa anakmu untuk menghabiskan makanan.

4. Mengurangi Junk Food
Kurangi kalori tinggi seperti makanan dengan nutrisi yang rendah seperti soda, jus buah, minuman perasa dan junk food. Sebagai gantinya, minumlah air dan edukasi anakmu terhadap pilihan makanan yang sehat, seperti memilih daging tanpa lemak, tanpa kulit dan memiliki produk susu rendah lemak.

Bungkuslah makan siang atau snack dari rumah jika anakmu tidak baik dalam memilih sesuatu yang bernutrisi cukup di sekolah pada saat belajar.

5. Masak di Rumah sebagai Ganti Makan di Luar
Masak di rumah mungkin bukan kebiasaan yang mudah untuk dilakukan, tapi sebaiknya kamu perlu meminimalisir makan di luar rumah agar bisa membantumu untuk mengontrol diabetes anakmu termasuk diet serta kalorinya.

Pilihlah margarin dan minyak sayur tanpa lemak trans seperti canola, jagung, bunga matahari, kacang polong dan minyak zaitun. Hindari makanan yang digoreng dan masaklah dengan metode yang sehat dan bebas lemak seperti memanggang, merebus dan mengukus. 

6. Makanan yang Baik dan Menjadi Panutan dalam Olahraga
Sangat penting bagi setiap orang untuk makan sehat dan melakukan olahraga. Oleh karena itu, sebaiknya gunakan habit ini di keluargamu. Anak-anak akan meniru bagaimana orang tua mereka bertindak, sehingga kamu perlu menjadi panutan yang baik bagi anakmu dan pilihlah makanan sehat serta gaya hidup yang aktif yang dapat membantu menginspirasi anakmu untuk membuat pilihan yang terbaik untuk dirinya sendiri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Definisi dan Fungsi Lemak dalam Tubuh Manusia

Definisi dan Fungsi Lemak dalam Tubuh Manusia

Health | Kamis, 18 November 2021 | 15:04 WIB

Perhatian! 5 Makanan Penyebab Kelenjar Getah Bening, Jangan Dimakan Yah!

Perhatian! 5 Makanan Penyebab Kelenjar Getah Bening, Jangan Dimakan Yah!

Jogja | Rabu, 17 November 2021 | 12:58 WIB

Jarang Disadari, Ini Penyebab Komplikasi Pasien Diabetes

Jarang Disadari, Ini Penyebab Komplikasi Pasien Diabetes

Health | Selasa, 16 November 2021 | 18:05 WIB

Terkini

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Health | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB