5 Fakta Covovax, Vaksin Covid-19 Made In India yang Dapat Izin Guna dari Badan POM

Risna Halidi, Dini Afrianti Efendi

Jum'at, 19 November 2021 | 16:48 WIB
5 Fakta Covovax, Vaksin Covid-19 Made In India yang Dapat Izin Guna dari Badan POM
Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Pixabay)

Suara.com - Vaksin Covovax baru saja berhasil mendapatkan EUA atau izin penggunaan darurat dari Badan POM, yang membuat vaksin asal India ini resmi bisa digunakan untuk penanganan Covid-19 di Indonesia.

Namun, masih sangat sedikit masyarakat yang belum mengetahui fakta vaksin Covovax. Berikut rangkuman suara.com terkait vaksin Covovax mengutip keterangan pers BPOM RI, Jumat (19/11/2021).

1. Jadi vaksin Covid-19 ke-11 di Indonesia
Sebelum vaksin Covovax disetujui BPOM, sudah ada 10 vaksin Covid-19 yang lebih dulu mengantongi EUA BPOM RI, yakni Sinovac, AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, Pfizer, Novavax, Zifivax, Janssen, Covidecia, dan Sputnik V.

Kini vaksin Covavax jadi vaksin Covid-19 ke-11 yang diizinkan penggunaanya di Indonesia, dan jadi vaksin pertama asal India yang digunakan di tanah air.

Vaksin Covovax merupakan vaksin dengan teknologi platform rekombinan protein subunit glikoprotein spike menggunakan vaksin adjuvant Matrix-M1.

2. Indonesia negara pertama keluarkan EUA untuk Covovax
Mengutip Covid-19 Vaccine Tracker, Jumat (19/11/2021) ternyata Indonesia negara pertama dunia yang terbitkan EUA untuk vaksin Covovax.

Di India sendiri hanya menggunakan 7 vaksin Covid-19 dan disetujui penggunaannya, yakni Zydus Cadila vaksin Covid-18 DNA pertama buatan India, vaksin Moderna, vaksin Sputnik V, Janssen, vaksin AstraZeneca, Covishield asal India, dan Covaxin vaksin lokal pertama buatan India.

3. Diberikan usia 18 tahun ke atas dalam dua dosis
Vaksin yang uji pre klinik dan uji klinisnya dilakukan di Australia, Amerika Serikat, Meksiko, Inggris (United Kingdom/UK), dan Afrika Selatan ini diberikan dalam dua dosis.

"Dari hasil evaluasi tersebut, vaksin Covovax dapat digunakan untuk dewasa berusia 18 tahun ke atas dengan dosis 5 mg per dosis, diberikan sebanyak 2 kali, dengan interval pemberian 21 hari,” papar Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito, melalui keterangannya.

baca juga

4. Punya efikasi hingga 90 persen
Dari hasil pengamatan 7 hari setelah pemberian dosis kedua pada dewasa usia 18 tahun atau lebih, dengan status imun negatif (seronegatif)  berkisar antara 89,7 persen hingga 90,4 persen pada semua kasus Covid-19, dengan berbagai tingkat keparahan.

Efikasi vaksin dalam menangkal Covid-19 tingkat keparahan sedang hingga berat, berkisar antara 86,9 persen hingga 100 persen.

Sedangkan efikasi vaksin pada kelompok lanjut usia berdasarkan uji klinik fase 3 di Inggris adalah 88,9 persen.

Di samping itu, hasil uji klinik fase 2 dan 3 di India menunjukkan respons imun yang baik dari pengukuran 14 hari setelah pemberian vaksin Covovax dosis kedua.

5. Ada efek samping Covovax
Dari sisi evaluasi aspek keamanan berdasarkan kejadian efek samping vaksin Covovax, berdasarkan uji klinik umumnya bersifat ringan hingga sedang.

Efek samping vaksin Covovax yang paling sering dilaporkan, antara lain nyeri lokal (23,9 persen hingga 32 persen), tenderness (9,9 persen hingga 11,4 persen), sakit kepala (15,5 persen hingga 19,9 persen), kelelahan atau fatigue (8,7 persen hingga 17,9 persen), nyeri otot atau myalgia (8,5 persen hingga 15,5 persen), dan demam (3,5 persen hingga 14,4 persen).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Update Covid RI 19 November: Kasus Positif Bertambah 360, 5 Orang Meningggal

Update Covid RI 19 November: Kasus Positif Bertambah 360, 5 Orang Meningggal

News | Jum'at, 19 November 2021 | 16:45 WIB

Satgas Covid-19 Optimis World Superbike di Mandalika Berlangsung Aman

Satgas Covid-19 Optimis World Superbike di Mandalika Berlangsung Aman

Health | Jum'at, 19 November 2021 | 16:05 WIB

Ilmuwan Jarang Mendiskusikan Kekurangan Berat Badan dengan Komplikasi Covid-19

Ilmuwan Jarang Mendiskusikan Kekurangan Berat Badan dengan Komplikasi Covid-19

Health | Jum'at, 19 November 2021 | 16:14 WIB

Terkini

Mikroplastik Ditemukan dalam Darah, Plasenta, hingga Otak: Apa yang Sudah Diketahui Ilmuwan?

Mikroplastik Ditemukan dalam Darah, Plasenta, hingga Otak: Apa yang Sudah Diketahui Ilmuwan?

Health | Senin, 13 Juli 2026 | 14:59 WIB

Benjolan Hilang-Timbul pada Anak Jangan Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Hernia

Benjolan Hilang-Timbul pada Anak Jangan Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Hernia

Health | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:41 WIB

Waspada! Anak Jarang Main di Luar Rumah Berisiko Premiopia hingga Mata Minus Sebelum 8 Tahun

Waspada! Anak Jarang Main di Luar Rumah Berisiko Premiopia hingga Mata Minus Sebelum 8 Tahun

Health | Minggu, 12 Juli 2026 | 16:50 WIB

Rahasia Anak Percaya Diri, Beri Ruang untuk Bereksplorasi dan Menunjukkan Bakat

Rahasia Anak Percaya Diri, Beri Ruang untuk Bereksplorasi dan Menunjukkan Bakat

Health | Minggu, 12 Juli 2026 | 13:21 WIB

Tekanan Kerja Meningkat, Perhatian terhadap Kesehatan Mental Karyawan Dinilai Makin Mendesak

Tekanan Kerja Meningkat, Perhatian terhadap Kesehatan Mental Karyawan Dinilai Makin Mendesak

Health | Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:14 WIB

Mengenal Shin Splints, Momok bagi Pelari dan Cara Mengatasinya

Mengenal Shin Splints, Momok bagi Pelari dan Cara Mengatasinya

Health | Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:01 WIB

Gelombang Panas Lebih Mematikan bagi Lansia, Apakah Sistem Perlindungan Sudah Memadai?

Gelombang Panas Lebih Mematikan bagi Lansia, Apakah Sistem Perlindungan Sudah Memadai?

Health | Jum'at, 10 Juli 2026 | 15:09 WIB

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Health | Kamis, 09 Juli 2026 | 16:15 WIB

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:11 WIB

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:57 WIB

×