alexametrics

Lebih Baik dari Semua Isotonik, Dr. Zaidul Akbar Ungkap Cairan Pencegah Dehidrasi Alami

Vania Rossa | Dini Afrianti Efendi
Lebih Baik dari Semua Isotonik, Dr. Zaidul Akbar Ungkap Cairan Pencegah Dehidrasi Alami
Ilustrasi air kelapa tua. (Craig Adderley/Pexels).

Sayangnya cairan pencegah dehidrasi alami ini lebih sering dibuang dan tidak dimanfaatkan.

Suara.com - Dokter Zaidul Akbar ungkap manfaat tak terduga dari air kelapa tua, yang selama ini lebih sering dibuang. Menurutnya, air kelapa tua merupakan cairan pencegah dehidrasi alami yang lebih baik dibandingkan semua air isotonik manapun.

Lebih dari 70 persen tubuh manusia terdiri dari air, sehingga kekurangan cairan atau dehidrasi bisa mengancam kesehatan manusia.

Bahkan, beberapa penyakit seperti demam berdarah, typhus, hingga diare, disarankan penderitanya untuk rutin mengonsumsi air yang cukup sebagai salah satu terapi.

Menariknya, air kelapa tua yang banyak dibuang justru tinggi kandungan nutrisi, yang bisa meningkatkan cairan tubuh atau menghidrasi tubuh dengan cepat.

Baca Juga: 5 Manfaat Air Kelapa Muda dan Kandungan Penting di Dalamnya

"Menghidrasi membuat tubuh terisi cairan, bahkah lebih baik daripada minuman isotonik manapun, itu air kelapa tua. Itu banyak dibuang, itu air lebih baik dari air isotonik manapun," ujarnya dalam kanal YouTube dr. Zaidul Akbar Official, dikutip suara.com, Selasa (23/11/2021).

Dokter pencetus jurus sehat rasullullah (JSR) itu mengatakan air kelapa tua adalah resep sederhana, yang bahkan tidak hanya ampuh menghidrasi tubuh tapi juga menyehatkan organ lainnya.

"Kalau minum setiap hari, pembuluh darah bersih, tulang akan kuat, otak akan strong. Modalnya Rp 1000 juga dapet, daripada dibuang," pungkasnya.

Sementara itu mengutip Hello Sehat, kondisi dehidrasi bisa sangat berbahaya, karena apabila tubuh kekurangan cairan volume darah akan berkurang. Akibatnya, jantung tidak mampu memompa darah ke organ-organ penting.

Ketidakmampuan jantung memompa darah disebut dengan syok hipovolemik, yang akhirnya dapat menyebabkan gagal ginjal, syok pada hati, asidosis laktat, tekanan darah terlalu rendah, hingga kematian.

Baca Juga: Ketahui Cara Atasi Gejala Keracunan Makanan, Kondisi yang Dialami Sabrina Chairunnisa

Selain itu, ketidakseimbangan kadar elektrolit akibat dehidrasi menyebabkan uremia, kadar mineral dalam darah terganggu, asidosis metabolik, dan alkalosis metabolik.

Selain itu, apabila melakukan aktivitas yang berat dan tidak segera mengganti cairan tubuh yang hilang, akan berisiko mengalami heat injury.

Kondisi ini dapat bervariasi mulai dari kram ringan, kepanasan parah atau heat exhaustion, hingga heat stroke yang parah.

Komentar