Begini Cara Asap Rokok Bekerja Menjadi Racun Hingga Merusak Paru

Risna Halidi, Lilis Varwati

Rabu, 24 November 2021 | 14:54 WIB
Begini Cara Asap Rokok Bekerja Menjadi Racun Hingga Merusak Paru
Ilustrasi asap rokok. [Shutterstock]

Suara.com - Partikel gas berbahaya asap rokok jadi faktor utama risiko terjadinya Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK). Selain itu, partikel lain seperti polusi bahan kimia di tempat kerja dan asap dapur juga bisa menyebabkan risiko serupa. 

PPOK terjadi akibat adanya korelasi erat antara paparan partikel atau gas berbahaya yang signifikan dan meningkatnya respons utama pada saluran napas dan jaringan paru.

Dokter spesialis Kardiovaskular dr. Arto Yuwono Soeroto, Sp. PD-KP., menjelaskan bahwa PPOK bisa menimbulkan gejala keluhan saluran pernapasan yang menetap seperti batuk berdahak dan sesak nafas

Gejala pernapasan itu menetap dan progresif karena adanya kerusakan saluran napas pada gelembung alveolus atau kantung udara kecil di dalam paru-paru yang menjadi tempat pertukaran oksigen dan karbondioksida.

Ilustrasi asap rokok

“Kerusakan tersebut disebabkan oleh pajanan dengan gas atau partikel berbahaya seperti merokok dan polusi,” jelas dokter Arto, dikutip dari situs Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

PPOK sebenarnya bukan penyakit menular dan dapat diobati. Akan tetapi, tatalaksana pengobatannya lebih diupayakan untuk mencegah perburukan gejala juga mempertahankan fungsi paru. 

PPOK juga telah jadi penyebab kematian ketiga terbanyak di dunia. Organisasi Kesehatan Duni (WHO) mencatat, dekitar 3,23 juta orang meninggal akibat penyakit tersebut selama 2019. Kebiasaan merokok disebut jadi penyebab utamanya.

Global initiative for Chronic Obstructive Lung Disease memperkirakan bahwa secara epidemiologi di tahun 2060 angka prevalensi PPOK akan terus meningkat karena juga peningkatan jumlah angka orang yang merokok.

Di Indonesia berdasarkan data riset kesehatan dasar (Riskesdas) Kemenkes 2013, prevalensi PPOK mencapai 3,7 persen atau sekitar 9,2 juta orang.

baca juga

Hasil Riskesdas juga ditemukan jumlah perokok di Indonesia masih tinggi, kira-kira 33,8 persen atau 1 dari 3 orang. 

Angka perokok pada laki-laki mempunyai proporsi yang besar sekitar 63 persen atau 2 dari 3 orang.

Selain itu peningkatan prevalensi merokok cenderung lebih tinggi pada kelompok remaja usia 10 sampai 18 tahun, yakni sekitar 7,2 persen naik menjadi 9,1 persen pada 2018 atau hampir 1 dari 10 anak di Indonesia punya kebiasaan merokok.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Daya Beli Rokok Legal Turun karena Harga Mahal, Masyarakat Beralih ke Rokok Ilegal

Daya Beli Rokok Legal Turun karena Harga Mahal, Masyarakat Beralih ke Rokok Ilegal

Lampung | Rabu, 24 November 2021 | 11:40 WIB

Batuk Lebih dari 2 Minggu? Dokter Sarankan Untuk Segera Deteksi Dini TB dan Kanker Paru

Batuk Lebih dari 2 Minggu? Dokter Sarankan Untuk Segera Deteksi Dini TB dan Kanker Paru

Health | Selasa, 23 November 2021 | 22:20 WIB

Atlet Meninggal Karena Kanker Paru, PDPI: Peringatan Buat Kita!

Atlet Meninggal Karena Kanker Paru, PDPI: Peringatan Buat Kita!

Health | Selasa, 23 November 2021 | 22:15 WIB

Terkini

Kabar Buruk Timnas Indonesia! Ole Romeny Absen Lawan Thailand Malam Ini?

Kabar Buruk Timnas Indonesia! Ole Romeny Absen Lawan Thailand Malam Ini?

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Ulasan Ibadah & Cinta: Sebuah Batas Tipis Antara Perasaan dan Kewajiban

Ulasan Ibadah & Cinta: Sebuah Batas Tipis Antara Perasaan dan Kewajiban

Your Say | Senin, 05 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Perbedaan Mesin Cuci Inverter vs Non Inverter, Mana yang Lebih Hemat?

Perbedaan Mesin Cuci Inverter vs Non Inverter, Mana yang Lebih Hemat?

Lifestyle | Senin, 05 Oktober 2026 | 06:45 WIB

Di Balik Lonjakan Surplus Perdagangan: Impor Melambat, Produksi Tertekan

Di Balik Lonjakan Surplus Perdagangan: Impor Melambat, Produksi Tertekan

Bisnis | Senin, 05 Oktober 2026 | 06:31 WIB

Guyub Warga Bantul di Bekasi Rayakan HUT ke-45 Warkaban

Guyub Warga Bantul di Bekasi Rayakan HUT ke-45 Warkaban

Foto | Senin, 05 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Bola | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:54 WIB

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:30 WIB

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:13 WIB

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:58 WIB

×