Batuk Lebih dari 2 Minggu? Dokter Sarankan Untuk Segera Deteksi Dini TB dan Kanker Paru

Vania Rossa, Lilis Varwati

Selasa, 23 November 2021 | 22:20 WIB
Batuk Lebih dari 2 Minggu? Dokter Sarankan Untuk Segera Deteksi Dini TB dan Kanker Paru
Ilustrasi batuk. (Shutterstock)

Suara.com - Beberapa penyakit bisa jadi menyebabkan gejala serupa. Terutama penyakit terkait saluran pernapasan yang seringkali menyebabkan batuk.

Kanker paru dan tuberkulosis (TB) termasuk penyakit dengan gejala serupa. Pemeriksaan deteksi dini yang dilakukan juga tak jauh berbeda. Oleh sebab itu, dokter menyarankan, apabila mengalami gejala respirasi lebih dari dua minggu, harus segera lakukan deteksi kedua penyakit tersebut.

"Gejala respirasi lebih dari 2 minggu seperti batuk, batuk darah, sesak napas, nyeri dada, kita harus curiga. Kalau (pemeriksaan) TB negatif, kita tetap harus curiga ini kanker paru atau bukan. Jadi deteksi dini kanker paru harus bersamaan dengan deteksi TB," kata dokter spesialis paru dr. Sita Laksmi, PhD., Sp.P(K)., dalam webinar LungTalk, Selasa (23/11/2021).

Ia menambahkan, seseorang yang sudah alami gejala respirasi wajib dirujuk untuk lakukan pemeriksaan CT Scan tanpa kontras di Fasilitas Kesehatan (faskes) tingkat 2 atau dokter spesialis di rumah sakit umum.

Dokter Sita menjelaskan, skrining dan deteksi merupakan tindakan medis yang berbeda. Skrining dilakukan pada orang yang belum mengalami gejala tapi memiliki faktor risiko penyakit. Sedangkan deteksi dini dilakukan pada orang yang sudah alami gejala awal.

Meski belum mengalami gejala apa pun, ia menyarankan agar orang yang dekat dengan faktor pemicu terjadinya kanker paru maupun TB agar rutin lakukan skrining. Sebab, apabila telah timbul gejala, biasanya penyakit sudah dalam kondisi lebih parah.

"Orang yang berisiko tinggi itu laki-laki di atas usia 45 tahun dengan riwayat merokok dan pekerjaan dengan risiko fibrosis paru seperti paparan zat kimia. Juga perokok pasif," jelasnya.

Ia mengingatkan, orang yang menjadi perokok aktif berisiko 13 kali lipat terkena kanker paru. Sedangkan perokok pasif risikonya 8 kali lipat.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Atlet Meninggal Karena Kanker Paru, PDPI: Peringatan Buat Kita!

Atlet Meninggal Karena Kanker Paru, PDPI: Peringatan Buat Kita!

Health | Selasa, 23 November 2021 | 22:15 WIB

Data GLOBOCAN: Pengobatan Kanker Paru di Indonesia Belum Merata

Data GLOBOCAN: Pengobatan Kanker Paru di Indonesia Belum Merata

Health | Selasa, 23 November 2021 | 18:28 WIB

Deteksi Dini Kanker Paru, Begini Gejalanya, Cegah Sebelum Stadium Lanjut

Deteksi Dini Kanker Paru, Begini Gejalanya, Cegah Sebelum Stadium Lanjut

Malang | Selasa, 23 November 2021 | 18:20 WIB

Terkini

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Mahfud MD Ungguli Prabowo dan Gibran dalam Studi Kepemimpinan SMRC

Mahfud MD Ungguli Prabowo dan Gibran dalam Studi Kepemimpinan SMRC

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:54 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Dirintelkam Kombes Tony Dicopot Usai Wartawan Dikeroyok saat Liput Demo

Koalisi Pers Sumsel Desak Dirintelkam Kombes Tony Dicopot Usai Wartawan Dikeroyok saat Liput Demo

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:44 WIB

×