Studi: Meski Sembuh, Penyintas Covid-19 Gejala Parah Masih Berisiko Meninggal Dunia

Risna Halidi, Lilis Varwati

Kamis, 02 Desember 2021 | 08:15 WIB
Studi: Meski Sembuh, Penyintas Covid-19 Gejala Parah Masih Berisiko Meninggal Dunia
Ilustrasi covid-19 (pixabay.com)

Suara.com - Penyintas Covid-19 yang selamat dari kondisi parah berisiko dua kali lebih tinggi alami kematian selama 12 bulan pasca-sembuh, dibanding dengan pasien gejala ringan atau sedang, maupun bukan penyintas virus corona baru.

Ilmuwan di Universitas Florida menemukan adanya peningkatan risiko kematian lebih besar terjadi pada penyintas Covid-19 di bawah usia 65 tahun.

"Risiko kematian meningkat 233 persen selama 12 bulan (pascasembuh) di antara orang dewasa berusia di bawah 65 tahun yang dirawat di rumah sakit karena Covid-19, dibandingkan mereka yang negatif Covid-19," tertulis dalam laporan penelitian yang diterbitkan di jurnal Frontiers in Medicine, dikutip dari Fox News.

Penelitian juga menemukan kalau komplikasi umum akibat infeksi virus corona, seperti kegagalan pernapasan dan gangguan pembekuan darah, sebenarnya hanya 20 persen menyebabkan kematian pada pasien dengan gejala parah.

Para peneliti menyimpulkan kalau pasien Covid-19 yang selamat dari gejala parah akibatnya rentan terkena penyakit lain karena penurunan kesehatan secara keseluruhan.

Kasus Covid-19 yang parah dikategorikan dengan pasien yang perlu dirawat di rumah sakit selama 30 hari pertama pasca dites positif terinfeksi.

"Karena kita sekarang tahu bahwa ada risiko besar kematian dari komplikasi Covid-19 yang tidak diketahui, kita perlu lebih waspada dalam mengurangi pasien dengan kondisi," kata penulis utama penelitian Profesor Arch Mainous dari University of Florida.

Sementara orang dengan gejala ringan atau sedang tidak memiliki peningkatan risiko kematian pasca sembuh. Oleh sebab itu, para peneliti menekankan pentingnya mengurangi kemungkinan terjadi gejala berat akibat Covid-19 dengan mendapatkan vaksinasi.

“Memanfaatkan peluang (sembuh) dan berharap untuk perawatan yang berhasil di rumah sakit tidak memberikan gambaran lengkap tentang dampak Covid-19. Rekomendasi kami saat ini adalah menggunakan tindakan pencegahan, seperti vaksinasi, untuk mencegah kasus Covid-19 yang parah,” kata Mainous.

Para peneliti melihat catatan kesehatan elektronik dari 13.638 pasien dalam sistem kesehatan Universitas Florida yang menjalani tes PCR untuk Covid-19 antara 1 Januari 2020 sampai 30 Juni 2020. Pasien berusia 18 tahun ke atas.

Dari mereka yang termasuk dalam penelitian, 178 pasien di antaranya didefinisikan dengan kasus Covid-19 yang parah. Sementara 246 lainnya dengan gejala ringan atau sedang dan sisanya dinyatakan negatif untuk virus corona.

Para peneliti kemudian melacak hasil pengobatan setiap pasien selama 12 bulan.

Hasilnya, hampir 80 persen kematian di antara pasien dengan Covid-19 dengan gejala parah tidak berkaitan dengan komplikasi umum dari infeksi virus corona, seperti kejadian gangguan pernapasan atau kardiovaskular.

“Jelas bahwa pencegahan infeksi Covid-19 yang signifikan adalah cara paling efektif untuk mengurangi risiko kematian setelah Covid-19. Strategi mitigasi seperti masker, jarak fisik, dan peningkatan ventilasi adalah strategi yang berguna untuk mencegah infeksi COVID-19,” kata penulis dalam laporan yang diterbitkannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Korea Selatan Laporkan 5 Kasus COVID-19 Varian Omicron, 2 Di Antaranya Sudah Vaksinasi

Korea Selatan Laporkan 5 Kasus COVID-19 Varian Omicron, 2 Di Antaranya Sudah Vaksinasi

Health | Rabu, 01 Desember 2021 | 23:03 WIB

Tenang! Terinfeksi Virus Omicron, Pakar Sebut Gejala Kaum Muda Lebih Ringan

Tenang! Terinfeksi Virus Omicron, Pakar Sebut Gejala Kaum Muda Lebih Ringan

Jawa Tengah | Rabu, 01 Desember 2021 | 15:48 WIB

INFOGRAFIS : Beda Gejala Pasien Covid-19 Omicron dan Delta

INFOGRAFIS : Beda Gejala Pasien Covid-19 Omicron dan Delta

Infografis | Rabu, 01 Desember 2021 | 16:30 WIB

Terkini

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:00 WIB