Gunung Semeru Erupsi, Ini 5 Langkah Penyelamatan saat Letusan Gunung Api

Sabtu, 04 Desember 2021 | 18:52 WIB
Gunung Semeru Erupsi, Ini 5 Langkah Penyelamatan saat Letusan Gunung Api
Gunung Semeru erupsi. Erupsi Gunung Semeru dari Desa Oro-oro Ombo, Kecamatan Pronojiwo, Sabtu (4/12/2021). [Ist]

Suara.com - Kabar mengejutkan datang dari Lumajang Jawa Timur, Gunung Semeru erupsi dan mengeluarkan awan panas membuat warga sekitar panik, dan mulai mengungsi.

Erupsi gunung berapi jadi salah satu bencana alam yang harus menjadi perhatian, khususnya masyarakat yang tinggal di lereng gunung.

Lantas bagaimana upaya menyelamatkan diri saat erupsi gunung berapi?

Mengutip Pedoman Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB), Sabtu (4/12/2021) berikut ini langkah penyelamatan jika terjadi letusan gunung berapi.

  1. Hindari daerah rawan bencana, seperti lereng gunung, lembah dan darah aliran lahar.
  2. Saat di tempat terbuka, melindungi diri dari abu letusan gunung berapi.
  3. Jangan memakai lensa kontak, karena bisa menghalangi penglihatan akibat abu vulkanik.
  4. Pakai masker atau kain untuk menutup mulut dan hidung.
  5. Kenakan pakaian yang melindungi tubuh seperti baju lengan panjang, celana panjang dan topi.

Hal yang Perlu Dilakuan Usai Letusan Gunung Berapi

Menyelamatkan diri saat terjadi letusan gunung berapi perlu memerhatikan sejumlah pedoman, di antaranya:

  1. Jauhi wilayah yang terkena hujan abu.
  2. Hindari mengendarai mobil di daerah yang terkena hujan abu vulkanik, sebab bisa merusak mesin kendaraan seperti rem, persneling hingga pengapian.
  3. Bersihkan atap dari timbunan abu vulkanik, karena beratnya bisa merobohkan atau merusak atap bangunan.

Ketahui Status Gunung Berapi

Pasca terjadinya letusan gunung berapi, BNPB akan mengeluarkan status gunung berapi yang bisa dipantau lewat media massa. Status tersebut adalah:

Awas

Baca Juga: PVMBG Sebut Gunung Semeru Dua Kali Muntahkan Guguran Lava Pijar

Menandakan gunung berapi yang segera atau sednag meletus, Letusan pembukaan dimulai dengan abu dan asap, berpeluang terjadi dalam waktu 24 jam. Wilayah yang terancam bahaya direkomendasikan dikosongkan.

Siaga

Menandakan gunung berapi yang sedang bergerak ke arah letusan atau menimbulkan bencana.

Peningkatan intensif kegiatan seismik, data menunjukan bahwa aktivitas dapat segera berlanjut ke letusan atau menuju pada keadaan yang dapat menimbulkan bencana, letusan dapat terjadi dalam 2 minggu. Sosialisasi di wilayah terancam.

Waspada

Ada aktivitas apapun bentuknya, terdapat kenaikan aktivitas di atas level normal. Peningkatan aktivitas seismik dan kejadian vulkanis lainnya. Sedikit perubahan aktivitas yang diakibatkan oleh aktivitas magma, tektonik dan hidrotermal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI