Dua Obat yang Digunakan Novia Widyasari untuk Aborsi Memiliki Efek Samping, Apa Saja?

Cesar Uji Tawakal, Rosiana Chozanah

Senin, 06 Desember 2021 | 20:45 WIB
Dua Obat yang Digunakan Novia Widyasari untuk Aborsi Memiliki Efek Samping, Apa Saja?
Novia Widyasari bersama pria diduga kekasihnya R.[Twitter]

Suara.com - Beberapa waktu ini ramai kasus bunuh diri seorang mahasiswa asal Mojokerto, Jawa Timur, bernama Novia Widyasari (NWR).

Terungkap bahwa NWR diduga depresi akibat menjadi korban perkosaan serta pemaksaan aborsi oleh kekasihnya, Bripda Randy Bagus (RB).

Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap RB, terungkap bahwa NWR telah melakukan aborsi sebanyak dua kali, yakni pada Maret 2020 dan Agustus 2021 lalu.

“Mereka berdua memang melakukan, jadi ketika diketahui positif, mereka sama-sama membeli obatnya, baik yang pertama maupun yang kedua. Usia kandungan yang pertama masih mingguan, yang kedua berusia 4 bulan,” kata Wakapolda Jawa Timur Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo.

NWR melakukan aborsi dengan mengonsumsi obat postinor, pada aborsi pertama, dan obat cytotec, pada tindakan kedua.

Kedua obat tersebut memiliki fungsi dan efek samping yang berbeda.

Postinor merupakan kontrasepsi darurat, yang tujuannya adalah untuk mencegah kehamilan. Obat ini seharusnya dikonsumsi dalam 72 jam setelah berhubungan seksual tanpa pengaman atau kondom.

Novia Widyasari Rahayu.[Twitter]
Novia Widyasari Rahayu.[Twitter]

Obat ini mengandung hormon progestin Levonorgestrel yang dapat mencegah pelepasan sel telur dari ovarium. Jadi, postinor sebenarnya bukan obat untuk aborsi.

Menurut Healthline, umumnya obat kontrasepsi darurat hanya menimbulkan efek samping ringan, seperti mual, muntah, sakit kepala, kelelahan, kelemahan, hingga pusing.

baca juga

Kontrasepsi darurat juga dapat memengaruhi siklus bulanan. Menstruasi bisa datang satu minggu lebih awal atau satu minggu lebih lambat.

Sementara cytotec merupakan obat untuk mencegah tukak lambung akibat obat nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAID), seperti aspirin, ibuprofen, atau naproxen. Bahan aktif cytotec adalah misoprostol.

Namun, cytotec memang umum digunakan sebagai obat aborsi jika dikonsumsi selama kehamilan trimester pertama.

Tetapi menurut dokter umum Aloisia Permata Sari dalam laman Alodokter, aborsi yang dilakukan tanpa indikasi medis mempunyai beragam risiko, seperti pendarahan kerusakan rahim, infeksi, radang panggul, hingga kemandulan.

Sedangkan efek samping dari cytotec sendiri adalah mual, muntah, diare, dispeosia, perut kembung, badan lemah dan tak bertenaga, sakit kepala ringan, pusing, sakit perut, pendarahan vagina, serta ruam kemerahan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ternyata Novia Widyasari Sempat Curhat Permasalahannya ke Lembaga Bantuan Hukum

Ternyata Novia Widyasari Sempat Curhat Permasalahannya ke Lembaga Bantuan Hukum

Jatim | Senin, 06 Desember 2021 | 19:26 WIB

Kasus Meninggalnya Novia Widyasari, Ayah Bripda Randy Minta Maaf

Kasus Meninggalnya Novia Widyasari, Ayah Bripda Randy Minta Maaf

Riau | Senin, 06 Desember 2021 | 19:03 WIB

Terkuak! Orang Tua Novia Widyasari Ternyata Seorang Staf Ahli Wali Kota

Terkuak! Orang Tua Novia Widyasari Ternyata Seorang Staf Ahli Wali Kota

Surakarta | Senin, 06 Desember 2021 | 16:54 WIB

Terkini

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:26 WIB

×