Studi: Vaksin Pfizer Kurang Efektif Lawan Varian Omicron

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Rabu, 08 Desember 2021 | 11:19 WIB
Studi: Vaksin Pfizer Kurang Efektif Lawan Varian Omicron
Ilustrasi vaksin Covid-19, vaksin Pfizer, varian Omicron [Foto: Antara]

Suara.com - Tes terbaru menemukan vaksin Covid-19 Pfizer 40 kali kurang efektif melawan varian Omicron, tak seperti virus corona Covid-19 aslinya.

Varian baru virus corona Covid-19 yang dikenal sebagai varian Omicron ini pertama kali ditemukan di Afrika Selatan dan sudah mulai menyebar ke seluruh dunia.

Para ahli juga menemukan orang yang sebelumnya telah terinfeksi virus corona Covid-19 pun masih bisa tertular varian Omicron.

Tapi sekarang, tes laboratorium telah menemukan bahwa vaksin Pfizer ini kurang efektif melawan varian baru virus corona Covid-19, yakni varian Omicron.

Profesor Alex Sigal, ahli virologi di Institut Penelitian Kesehatan Afrika, mengatakan ada penurunan tingkat efektivitas yang cukup besar dari vaksin Pfizer ini untuk melawan varian Omicron.

Ilustrasi virus Corona Covid-19, varian Omicron (Dok. Envato)
Ilustrasi virus Corona Covid-19, varian Omicron (Dok. Envato)

Tapi dilansir dari The Sun, tes laboratorium juga menunjukkan bahwa vaksin Covid-19 ini masih bermanfaat untuk melindungi diri dari virus corona Covid-19.

Laboratorium menguji darah dari 12 orang yang telah divaksinasi dengan vaksin Pfizer/BioNTech. Tapi, data awal itu belum ditinjau oleh rekan sejawat.

Manuskrip yang diunggah ke situs web-nya, menunjukkan 5 darah dari 6 orang yang telah vaksinasi dan terinfeksi virus corona sebelumnya masih tetap terlindungi dari varian Omicron.

Menurut manuskrip tersebut, peneliti mengamati adanya penurunan tingkat antibodi penetralisir terhadap varian Omicron sebanyak 41 kali lipat.

baca juga

Tapi, besarnya angka penurunan antibodi itu masih membutuhkan penelitian lebih lanjut di laboratorium dengan melakukan lebih banyak eksperimen.

Varian Omicron ini pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan November 2021 lalu, yang memicu kekhawatiran di seluruh negeri dan lonjakan kasus infeksi virus corona Covid-19.

Kemudian, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan varian Omicron ini sebagai varian perhatian. Tetapi, tidak ada bukti yang mendukung bahwa vaksin Covid-19 baru dibutuhkan untuk melawan varian Omicron tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tingkat Kematian Lebih Rendah, Varian Omicron Lebih Jinak?

Tingkat Kematian Lebih Rendah, Varian Omicron Lebih Jinak?

Health | Rabu, 08 Desember 2021 | 10:25 WIB

Terungkap, Ini Sebab Ilmuwan Afrika Khawatir Terhadap Varian Omicron

Terungkap, Ini Sebab Ilmuwan Afrika Khawatir Terhadap Varian Omicron

Health | Rabu, 08 Desember 2021 | 10:11 WIB

Benarkah Anak-anak Lebih Berisiko Terinfeksi Varian Omicron? Ini Penjelasan Ahli

Benarkah Anak-anak Lebih Berisiko Terinfeksi Varian Omicron? Ini Penjelasan Ahli

Health | Rabu, 08 Desember 2021 | 09:48 WIB

Terkini

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:09 WIB

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:42 WIB

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:13 WIB

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 07:35 WIB

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:10 WIB

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:54 WIB

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:06 WIB

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:00 WIB

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 15:05 WIB

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

×