Tingkat Kematian Lebih Rendah, Varian Omicron Lebih Jinak?

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 08 Desember 2021 | 10:25 WIB
Tingkat Kematian Lebih Rendah, Varian Omicron Lebih Jinak?
Omicron. (Dok. Envato)

Suara.com - Virus corona varian Omicron menjadi perhatian bagi seluruh negara. Peneliti di Afrika Selatan merupakan yang pertama kali melaporkan mutasi ini.

Sejak saat itu varian omicorn juga diklasifikasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai 'Varian onf Concern'. Salah satu kekhawatiran dari mutasi tersebut bahwa varian omicron relatif lebih menular dibandingkan dengan bentuk aslinya.

Dilansir dari The Hindu, analisis menemukan proporsi kematian yang lebih kecil, dan fraksi yang jauh lebih kecil dari kebutuhan oksigenasi tambahan, daripada gelombang sebelumnya

Dua minggu sejak kemunculan varian Omicron di provinsi Gauteng, Afrika Selatan, tampaknya varian tersebut terkait dengan proporsi kematian yang lebih kecil daripada gelombang virus corona SARS-CoV-2 sebelumnya.

Varian baru COVID-19, Omicron. (BBC Indonesia)
Varian baru COVID-19, Omicron. (BBC Indonesia)

Selain itu sebagian kecil dari mereka yang dirawat membutuhkan oksigenasi tambahan daripada di tiga gelombang sebelumnya, menurut analisis catatan pasien oleh para peneliti di Dewan Penelitian Medis Afrika Selatan (SAMRC).

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Prof Zubairi Djoerban juga turut menanggapi data tersebut. Ia mengatkan bahwa seak Omicron beredar, angka kematian Covid-19 di Afsel turun, meski dari level yang rendah.

"Morbiditasnya pun rendah. Sehingga tekanan kepada faskes juga rendah. Bisa dilihat datanya (sementara), bukan menyimpulkan. Mungkinkah ini pertanda omicron jinak? Mari optimis," tulis Prof Zubairi Djoerban dalam akun Twitternya, baru-baru ini.

Kemunculan Omicron yang cepat secara global mendorong Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk dengan cepat mendeklarasikannya sebagai 'Varian Kepedulian' dan memicu reaksi seperti domino, terutama di antara negara-negara Eropa, dalam menutup perbatasan internasional mereka ke Afrika.

Para peneliti SAMRC membandingkan tingkat kasus dan tingkat kematian yang sesuai selama empat gelombang COVID-19. Ketika tingkat kasus di puncak gelombang Alpha pertama (Juli 2020) menyentuh 18 per 100.000 penduduk, tingkat kematian mendekati dua per juta penduduk.

baca juga

Dalam gelombang Beta (Januari 2021), tingkat kasus mencapai 15 per 100.000, dengan puncak tingkat kematian sedikit di atas dua per juta populasi. Gelombang Delta (Juli 2021) melihat puncak tertinggi 35 kasus per 100.000 penduduk, dan tingkat kematian sekitar empat per juta penduduk.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terungkap, Ini Sebab Ilmuwan Afrika Khawatir Terhadap Varian Omicron

Terungkap, Ini Sebab Ilmuwan Afrika Khawatir Terhadap Varian Omicron

Health | Rabu, 08 Desember 2021 | 10:11 WIB

Waduh! Ribuan Pekerja Medis Di Belgia Demo, Tolak Wajib Vaksinasi Covid-19

Waduh! Ribuan Pekerja Medis Di Belgia Demo, Tolak Wajib Vaksinasi Covid-19

News | Rabu, 08 Desember 2021 | 10:09 WIB

Benarkah Anak-anak Lebih Berisiko Terinfeksi Varian Omicron? Ini Penjelasan Ahli

Benarkah Anak-anak Lebih Berisiko Terinfeksi Varian Omicron? Ini Penjelasan Ahli

Health | Rabu, 08 Desember 2021 | 09:48 WIB

Terkini

Lindungi Anak-Anak, Wali Kota Surabaya Stop Izin Diskotek Baru

Lindungi Anak-Anak, Wali Kota Surabaya Stop Izin Diskotek Baru

Jatim | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:53 WIB

Detik-detik Menegangkan Bhabinkamtibmas Lamteng Gagalkan Aksi Nekat Pria yang hendak Bunuh Diri

Detik-detik Menegangkan Bhabinkamtibmas Lamteng Gagalkan Aksi Nekat Pria yang hendak Bunuh Diri

Lampung | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:45 WIB

Berapa Ranking FIFA Timnas Indonesia Sekarang? Kalahkan Era Shin Tae-yong

Berapa Ranking FIFA Timnas Indonesia Sekarang? Kalahkan Era Shin Tae-yong

Bola | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:41 WIB

Rocky Gerung Jadi Anggota Wantimpres, Apa Saja Tugas dan Berapa Gajinya?

Rocky Gerung Jadi Anggota Wantimpres, Apa Saja Tugas dan Berapa Gajinya?

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:35 WIB

Biaya Berobat Makin Mahal, 12,8 Juta Orang RI Terancam Jatuh Miskin

Biaya Berobat Makin Mahal, 12,8 Juta Orang RI Terancam Jatuh Miskin

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:34 WIB

Tak Perlu Jadi Manusia Super, Tanyakan 3 Hal Ini ke Dirimu Sendiri untuk Menjaga Kewarasan

Tak Perlu Jadi Manusia Super, Tanyakan 3 Hal Ini ke Dirimu Sendiri untuk Menjaga Kewarasan

Your Say | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:20 WIB

Shopee Farma Distribusikan Obat ke 3 Wilayah NTT

Shopee Farma Distribusikan Obat ke 3 Wilayah NTT

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:17 WIB

Seni Menghadapi Drama Teman Kantor yang Suka Ambil Hati Hal-Hal Sepele

Seni Menghadapi Drama Teman Kantor yang Suka Ambil Hati Hal-Hal Sepele

Your Say | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:35 WIB

4 Shio Paling Beruntung 3 Oktober 2026, Masa Sulit Berakhir dan Hoki Berdatangan

4 Shio Paling Beruntung 3 Oktober 2026, Masa Sulit Berakhir dan Hoki Berdatangan

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:27 WIB

Ubah Sampah Jadi Berkah: Cerita Ketua RT di Petukangan Utara Sulap Botol Plastik Bekas Jadi Sapu

Ubah Sampah Jadi Berkah: Cerita Ketua RT di Petukangan Utara Sulap Botol Plastik Bekas Jadi Sapu

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:05 WIB

×