Masih Dianggap Tabu, Kemenkes Ungkap Sulitnya Memasukkan Pendidikan Seksual ke Pesantren

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Sabtu, 11 Desember 2021 | 14:29 WIB
Masih Dianggap Tabu, Kemenkes Ungkap Sulitnya Memasukkan Pendidikan Seksual ke Pesantren
Pendidikan Seksual. (Shutterstock)

Suara.com - Miris dengan pemerkosaan belasan santriwati hingga hamil yang dilakukan oleh oknum tenaga pendidik di salah satu pondok pesantren Bandung, Jawa Barat, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengakui bahwa pendidikan seks sulit masuk ke pondok pesantren karena masih dianggap tabu.

Hal ini diungkap Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Kesehatan Masyarakat, drg. Kartini Rustandi, M.Kes, bahwa akibat pandangan tabu tentang pendidikan seksual dan kesehatan organ reproduksi, sehingga sulit masuk ke pondok pesantren.

"Sebetulnya dari dulu kita sudah mulai masuk, tapi kan tidak mudah. Tabu jadi tantangan kita, justru itulah yang membuat kita setengah mati, kita harus apa," ujar drg. Kartini ditemui suara.com, di Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu (11/12/2021).

Pandangan tabu terhadap pendidikan seksual dan kesehatan organ reproduksi ini, kata drg. Kartini, terlihat saat santri atau anak sekolah diajarkan dan dikenalkan tentang bentuk organ reproduksi manusia, serta tata cara menjaga kebersihan yang benar.

"Gimana berikan informasinya, ada buku ngasih lihat alat kelamin, gimana caranya mendidik kalau nggak kasih tahu," ungkap drg. Kartini.

Tidak hanya itu, perihal menjelaskan alat kontrasepsi seperti kondom kepada anak atau siswa dipandang sebagai hal yang tidak patut, dan jadi pro kontra di kalangan masyarakat, termasuk juga di pondok pesantren.

"Bicara kondom aja, kita siapin kondom, ribut semuanya. Padahal daripada lakukan tanpa kondom, lebih gila lagi. Tapi di kita selalu bilang tabu, kita bicara soal reproduksi, ribut lagi, padahal bukan itu intinya," jelasnya.

Menurut drg. Kartini, menyampaikan pendidikan seksual dan pengenalan kesehatan organ reproduksi bukan berarti mengarahkan anak untuk melakukan seks bebas.

Tapi untuk mendidik anak mengetahui tentang kesehatan organ intim, tujuannya agar tidak terserang berbagai penyakit seksual menular atau IMS, dan berbagai penyakit tidak menular di organ intim.

baca juga

"Kalau di luar negeri, mengatakan hubungan oke, makanya mereka siapkan. Tapi itu kan kebablasan juga," kata drg. Kartini.

Menurutnya, ia bukan mempermasalahkan pandangan agama yang melarang hubungan seksual di luar pernikahan. Meski begitu, bukan berarti lantas tidak menerima informasi dan pendidikan seksual, karena ini tujuannya agar generasi penerus lebih sehat.

"Memang kita bilang kita beragama, tapi bukan berarti nggak boleh ada informasi, kan," tutup drg. Kartini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemprov Lampung Beri Kemudahan Akses Finansial untuk Koperasi Pondok Pesantren

Pemprov Lampung Beri Kemudahan Akses Finansial untuk Koperasi Pondok Pesantren

Lampung | Sabtu, 11 Desember 2021 | 13:22 WIB

Fakta Baru Ponpes Milik Pemerkosa 12 Santriwati, Guru Cuma 1 dan Tak Ada Ijazah

Fakta Baru Ponpes Milik Pemerkosa 12 Santriwati, Guru Cuma 1 dan Tak Ada Ijazah

Sumut | Sabtu, 11 Desember 2021 | 12:58 WIB

Deddy Corbuzier Emosi ke Guru Pesantren Perkosa Santriwati: Cocoknya Hukum Mati!!

Deddy Corbuzier Emosi ke Guru Pesantren Perkosa Santriwati: Cocoknya Hukum Mati!!

Banten | Jum'at, 10 Desember 2021 | 17:15 WIB

Terkini

Al-Washliyah-GJI Jajaki Kolaborasi Energi Terbarukan dengan BAZNAS Sumut

Al-Washliyah-GJI Jajaki Kolaborasi Energi Terbarukan dengan BAZNAS Sumut

Sumut | Senin, 28 September 2026 | 14:23 WIB

Buka Diler ke-50, Geely Goda Warga Konsumen Lewat Fasilitas Fast Charging dan Garansi 5 Tahun

Buka Diler ke-50, Geely Goda Warga Konsumen Lewat Fasilitas Fast Charging dan Garansi 5 Tahun

Otomotif | Senin, 28 September 2026 | 14:21 WIB

Rekor Timnas Indonesia vs Malaysia: Garuda Berjaya atas Harimau Malaya di GBK

Rekor Timnas Indonesia vs Malaysia: Garuda Berjaya atas Harimau Malaya di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 14:20 WIB

Review Forgotten Island: Emosinya Kuat, tapi Konfliknya Terlalu Main Aman

Review Forgotten Island: Emosinya Kuat, tapi Konfliknya Terlalu Main Aman

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 14:20 WIB

Apa Weton Paling Sakral? Ini Daftarnya

Apa Weton Paling Sakral? Ini Daftarnya

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 14:20 WIB

Bahaya Makanan Ultra-Proses Bagi Gen Z: Bikin Kenyang Sesaat, Merusak Mental Kemudian

Bahaya Makanan Ultra-Proses Bagi Gen Z: Bikin Kenyang Sesaat, Merusak Mental Kemudian

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 14:18 WIB

5 Toner Kolagen untuk Usia 45 Tahun, Wajah Lebih Kenyal dan Kerutan Samar

5 Toner Kolagen untuk Usia 45 Tahun, Wajah Lebih Kenyal dan Kerutan Samar

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 14:13 WIB

Daftar Lengkap Pemenang ITA 2026, Arya Saloka dan Asha Assuncao Borong Piala

Daftar Lengkap Pemenang ITA 2026, Arya Saloka dan Asha Assuncao Borong Piala

Entertainment | Senin, 28 September 2026 | 14:12 WIB

Perkuat Pasar Cat Otomotif,  Bintang Chemical Bangun Pabrik Baru di Cikande

Perkuat Pasar Cat Otomotif, Bintang Chemical Bangun Pabrik Baru di Cikande

Otomotif | Senin, 28 September 2026 | 14:11 WIB

Kabar Buruk Ranking FIFA Timnas Indonesia Jelang Lawan Malaysia

Kabar Buruk Ranking FIFA Timnas Indonesia Jelang Lawan Malaysia

News | Senin, 28 September 2026 | 14:09 WIB

×