5 Penyebab Gangguan Sistem Pencernaan, Apa Saja?

Yasinta Rahmawati | Suara.com

Selasa, 21 Desember 2021 | 13:10 WIB
5 Penyebab Gangguan Sistem Pencernaan, Apa Saja?

Suara.com - Masalah perut umumnya dapat disebabkan oleh beberapa gangguan. Mengetahui tanda dan gejala gangguan pencernaan umum dapat membantu orang mengidentifikasinya dan mencari pengobatan yang relevan. Lantas, apa penyebab gangguan sistem pencernaan

Gangguan pencernaan adalah kondisi yang terjadi ketika sistem pencernaan tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Pakar kesehatan membaginya menjadi dua kategori: gangguan GI organik dan fungsional.

Gangguan GI organik muncul saat ada kelainan struktural di sistem pencernaan, yang membuat sistek kerjanya menjadi dengan buruk. Sedangkan gangguan GI fungsional, saluran GI tampak normal secara struktural tetapi masih tidak berfungsi dengan baik.

Adapun beberapa penyebab gangguan sistem pencernaan melansir dari berbagai sumber, Selasa (21/12/2021), yaitu sebagai berikut.

1. Alergi makanan dan intoleransi makanan

Makanan tertentu dapat menyebabkan reaksi alergi, termasuk pembengkakan pada bibir, mulut, bagian belakang tenggorokan. Mereka juga dapat menyebabkan mual dan muntah, tetapi ini akan memakan waktu lebih lama untuk berkembang. Gangguan pencernaan juga bisa disebabkan oleh intoleransi makanan. 

Ilustrasi alergi atau intoleransi makanan. (Shutterstock)
Ilustrasi alergi atau intoleransi makanan penyebab gangguan sistem pencernaan. (Shutterstock)

2. Pola makan yang buruk

Diet tinggi lemak, gorengan dan makanan manis dan rendah serat dapat menyebabkan tinja lebih lambat melewati usus besar. Asupan air yang tidak memadai juga dapat menyebabkan sembelit, dan ini dapat menyebabkan banyak gangguan pencernaan lainnya.

3. Infeksi virus atau bakteri dan parasit

Bakteri, virus dan parasit dapat masuk ke dalam sistem pencernaan melalui kontak dengan permukaan yang terkontaminasi, atau kontak dengan tinja yang terinfeksi dan kemudian menelan kuman atau dari makan makanan yang terinfeksi atau minum air yang terinfeksi.

4. Peradangan dan penyakit auto-imun

Gangguan ini terjadi saat sistem kekebalan menyerang dan merusak jaringan tubuh sendiri, yang mana dapat melibatkan bagian mana pun dari sistem pencernaan. Penyakit autoimun yang mempengaruhi saluran pencernaan termasuk lupus eritematosus sistemik, rheumatoid arthritis, Sindrom Sjogren dan scleroderma, dan lainnya.

5. Gaya hidup

Tingkat stres tinggi yang konstan, kurang olahraga, merokok, dan minum alkohol dapat memengaruhi sistem pencernaan. Meskipun sulit untuk mengisolasi penyebab tunggal dari sesuatu seperti GERD, gaya hidup sehat dan pilihan diet dapat meringankan keparahan dan frekuensi episode gangguan ini.

Demikian informasi mengenai penyebab gangguan sistem pencernaan yang penting untuk diketahui. Semoga bermanfaat. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Fungsi Rongga Mulut Dalam Sistem Pencernaan Manusia hingga Makanan ke Usus Besar

Fungsi Rongga Mulut Dalam Sistem Pencernaan Manusia hingga Makanan ke Usus Besar

Jogja | Senin, 13 Desember 2021 | 12:33 WIB

Fungsi Sistem Pencernaan: Menerima Makanan Hingga Menyerap Zat Gizi

Fungsi Sistem Pencernaan: Menerima Makanan Hingga Menyerap Zat Gizi

Jogja | Senin, 13 Desember 2021 | 11:59 WIB

Makanan untuk Penderita Asam Lambung, Ini Daftar Lengkap Anjuran dan Larangannya

Makanan untuk Penderita Asam Lambung, Ini Daftar Lengkap Anjuran dan Larangannya

Lifestyle | Minggu, 12 Desember 2021 | 19:50 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB