Studi Terbaru: Dua Dosis dan Booster Vaksin Sinovac Tak Ampuh Lawan Varian Omicron

Bimo Aria Fundrika

Kamis, 23 Desember 2021 | 17:30 WIB
Studi Terbaru: Dua Dosis dan Booster Vaksin Sinovac Tak Ampuh Lawan Varian Omicron
ilustrasi vaksinasi COVID-19. [Envato Elements]

Suara.com - Dua dosis dan booster vaksin Covid-19 yang dibuat oleh Sinovac Biotech Ltd. China, ternyata tidak menghasilkan tingkat antibodi penetral yang cukup untuk melindungi dari varian omicron. Demikian menurut sebuah studi.

Dilansir dari Blomberg, penelitian menunjukkan bahwa orang yang telah menerima suntikan Sinovac, yang dikenal sebagai CoronaVac, harus mencari vaksin lain untuk booster mereka.

Mendapatkan booster vaskin RNA BioNTech SE Jerman sebagai dosis ketiga membuat mereka yang sebelumnya divaksinasi penuh dengan CoronaVac secara signifikan meningkatkan tingkat perlindungan antibodi terhadap omicron, menurut penelitian dari University of Hong Kong dan The Chinese University of Hong Kong.

Dua dosis suntikan BioNTech, yang dikenal sebagai Comirnaty, juga tidak mencukupi, meskipun menambahkan booster dari jenis yang sama meningkatkan perlindungan ke tingkat yang memadai, kata para peneliti dalam sebuah pernyataan.

Ilustrasi Virus Corona Varian Omicron (Envato)
Ilustrasi Virus Corona Varian Omicron (Envato)

Dengan omicron yang terlihat sekitar 70 kali lebih mudah menular daripada varian delta, penting untuk melakukan booster atau memvaksinasi ulang dengan vaksin yang lebih spesifik. Hal ini menghambat upaya dunia untuk keluar dari pandemi.

Pekan lalu, Sinovac merilis studi laboratorium yang mengatakan 94 persen orang yang mendapatkan tiga dosis menghasilkan antibodi penetralisir, meskipun tidak disebutkan levelnya.

Para peneliti Hong Kong menetapkan ambang batas untuk apa yang mereka anggap sebagai tingkat antibodi yang cukup untuk perlindungan berdasarkan penelitian sebelumnya yang diterbitkan dalam jurnal Nature Medicine.

Namun, perwakilan Sinovac hingga kini masih belum memberi tanggapan. Penelitian yang dipimpin oleh Malik Peiris dan David Hui, meneliti produksi antibodi penawar virus dalam darah orang yang divaksinasi dengan dua suntikan yang saat ini digunakan di Hong Kong. Mereka mengkonfirmasi dua dosis vaksin tidak cukup untuk menangkis omicron.

Berita itu muncul ketika penasihat medis Hong Kong membuka jalan bagi orang dewasa di kota untuk menerima suntikan booster, tidak peduli vaksin apa yang awalnya mereka terima. Studi baru menunjukkan ada perbedaan penting di antara mereka.

baca juga

Temuan ini adalah berita buruk bagi China, yang telah berhasil melindungi sebagian besar rakyatnya dari Covid-19 dengan perbatasan tertutup dan tindakan penahanan yang ketat, tetapi sekarang menghadapi tantangan untuk mencegah omicron keluar.

Pemerintah telah memberikan 2,6 miliar suntikan buatan sendiri -- banyak di antaranya CoronaVac -- kepada 1,4 miliar penduduknya, tetapi kemungkinan harus mengembangkan dan meluncurkan vaksin baru sebelum dapat beralih dari sikap isolasionisnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bertambah Tiga, Kasus Terpapar Omicron Sudah 8 Orang di Indonesia

Bertambah Tiga, Kasus Terpapar Omicron Sudah 8 Orang di Indonesia

Riau | Kamis, 23 Desember 2021 | 17:21 WIB

AstraZeneca Klaim Vaksin Booster Miliknya Ampuh Lawan Varian Omicron

AstraZeneca Klaim Vaksin Booster Miliknya Ampuh Lawan Varian Omicron

Health | Kamis, 23 Desember 2021 | 17:15 WIB

Kasus COVID-19 di Spanyol Naik Hampir 50.000 Gegara Varian Omicron

Kasus COVID-19 di Spanyol Naik Hampir 50.000 Gegara Varian Omicron

Health | Kamis, 23 Desember 2021 | 16:14 WIB

Terkini

Mengapa Keadilan Gender Sering Kali Kandas di Dapur Rumah Tangga

Mengapa Keadilan Gender Sering Kali Kandas di Dapur Rumah Tangga

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:00 WIB

Pisau Bermata Dua Homeless Media: Cepat Berbagi Rentan Tersandera Algoritma

Pisau Bermata Dua Homeless Media: Cepat Berbagi Rentan Tersandera Algoritma

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 11:50 WIB

Indonesia vs Thailand: Laga Final Dua Rival Klasik di Kawasan ASEAN

Indonesia vs Thailand: Laga Final Dua Rival Klasik di Kawasan ASEAN

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 11:40 WIB

Rumah Terlalu Lembap Bisa Ganggu Kesehatan, Ini Cara Mengatasinya

Rumah Terlalu Lembap Bisa Ganggu Kesehatan, Ini Cara Mengatasinya

Health | Minggu, 04 Oktober 2026 | 11:37 WIB

Harga Cabai Kompak Meroket, Ada yang Tembus  Rp100 Ribu per Kilogram

Harga Cabai Kompak Meroket, Ada yang Tembus Rp100 Ribu per Kilogram

Bisnis | Minggu, 04 Oktober 2026 | 11:35 WIB

3 Rekomendasi Sepatu Lokal Sol Empuk Aman untuk Hujan-hujanan, Anti Licin

3 Rekomendasi Sepatu Lokal Sol Empuk Aman untuk Hujan-hujanan, Anti Licin

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 11:27 WIB

Bupati Afni Nangis Sesenggukan Lihat Kondisi Rakyatnya di Daerah Terluar Siak

Bupati Afni Nangis Sesenggukan Lihat Kondisi Rakyatnya di Daerah Terluar Siak

Riau | Minggu, 04 Oktober 2026 | 11:25 WIB

Tinted Sunscreen untuk Apa? Ini Manfaat dan Cara Memilih Produk yang Tepat

Tinted Sunscreen untuk Apa? Ini Manfaat dan Cara Memilih Produk yang Tepat

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 11:24 WIB

Menakar Nasib Gibran di Akhir Sidang Usai Ahli Relawan Diusir Hakim

Menakar Nasib Gibran di Akhir Sidang Usai Ahli Relawan Diusir Hakim

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 11:07 WIB

Membongkar Teka-Teki Sejarah dalam Madiun 1948: PKI Bergerak

Membongkar Teka-Teki Sejarah dalam Madiun 1948: PKI Bergerak

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 11:00 WIB

×