Studi: Pasien Varian Omicron Berisiko Kecil Jalani Rawat Inap di Rumah Sakit

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Jum'at, 24 Desember 2021 | 13:54 WIB
Studi: Pasien Varian Omicron Berisiko Kecil Jalani Rawat Inap di Rumah Sakit
Ilustrasi Pasien Covid-19, varian Omicron, virus corona Covid-19. (Pexels)

Suara.com - Dua penelitian baru di Inggris memberikan beberapa petunjuk awal bahwa varian Omicron mungkin lebih ringan daripada varian Delta.

Meskipun varian Omicron tergolong ringan, para ilmuwan mengingatnya bahwa varian Omicron ini menular lebih cepat dibandingkan varian Delta dan lebih kebal terhadap vaksin Covid-19.

Tapi, sebuah studi nampaknya mendukung penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa varian Omicron mungkin tidak berbahaya seperti varian Delta.

"Kita perlu berhati-hati untuk memastikan hal ini, karena hanya ini cara terbaiknya," kata Manuel Ascano Jr., ahli biokimia Universitas Vanderbilt dikutip dari Fox News.

Sebuah analisis dari tim respons virus corona Covid-19, Imperial College London memperkirakan risiko rawat inap pada pasien varian Omicron di Inggris.

Ilustrasi virus Corona Covid-19, varian Omicron. (Shutterstock)
Ilustrasi virus Corona Covid-19, varian Omicron. (Shutterstock)

Mereka menemukan orang yang terinfeksi varian Omicron sekitar 20 persen lebih kecil risikonya menjalani perawatan medis di rumah sakit, dibandingkan orang yang terinfeksi varian Delta.
Selain itu, mereka juga 40 persen lebih kecil risikonya menjalani rawat inao selama 1 malam atau lebih.

Analisis itu mencakup semua kasus virus corona Covid-19 yang dikonfirmasi melalui tes PCR di Inggris pada paruh pertama Desember 2021.

Sebuah studi terpisah dari Skotlandia oleh para ilmuwan di University of Edinburgh dan ahli lainnya, mengatakan bahwa risiko rawat inap dua pertiga lebih kecil pada orang yang terinfeksi varian Omicron, dibandingkan pasien varian Delta.

Tetapi, penelitian itu menunjukkan bahwa hampir 24.000 kasus varian Omicron di Skotlandia didominasi oleh orang dewasa muda berusia 20-39 tahun.

Orang yang lebih muda jauh lebih kecil kemungkinannya untuk mengembangkan kasus virus corona Covid-19 yang parah.

"Investigasi nasional ini adalah salah satu yang pertama menunjukkan bahwa varian Omicron ebih kecil kemungkinannya mengakibatkan rawat inap daripada pasien varian Delta," kata peneliti.

Namun, Manuel Ascano mengatakan bahwa studi ini masih terbatas. Karena, kasus yang diselidiki ditemuakn pada titik waktu tertentu selama situasinya berubah dengan cepat.

Matthew Binnicker, direktur virologi klinis di Mayo Clinic di Rochester, Minnesota, mengatakan bahwa ersentase orang yang lebih muda hampir dua kali lebih banyak terinfeksi varian Omicron dibandingkan varian Delta dalam penelitian di Skotlandia.

"Jadi kesimpulan penelitian itu bisa bias hingga menunjukkan varian Omicron hanya menyebabkan gejala ringan," kata Matthew.

Tapi, ia tetap mengatakan data awal itu menarik dan mengatakan varian Omicron kemungkinan memang hanya menyebabkan infeksi ringan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sakit Tenggorokan Biasa vs Varian Omicron, Ini Perbedaannya!

Sakit Tenggorokan Biasa vs Varian Omicron, Ini Perbedaannya!

Health | Jum'at, 24 Desember 2021 | 13:28 WIB

Terdeteksi 8 Kasus di RI, Epidemiolog Sebut Penularan Omicron Belum Masuk ke Masyarakat

Terdeteksi 8 Kasus di RI, Epidemiolog Sebut Penularan Omicron Belum Masuk ke Masyarakat

News | Jum'at, 24 Desember 2021 | 12:13 WIB

Diterpa Badai Omicron, Afsel Setujui Penggunaan Vaksin Booster Buatan Johnson & Johnson

Diterpa Badai Omicron, Afsel Setujui Penggunaan Vaksin Booster Buatan Johnson & Johnson

Health | Jum'at, 24 Desember 2021 | 11:38 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB