Studi: Rutin Olahraga Sedari Muda hingga Usia Paruh Baya Mengurangi Risiko Hipertensi

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Jum'at, 31 Desember 2021 | 14:48 WIB
Studi: Rutin Olahraga Sedari Muda hingga Usia Paruh Baya Mengurangi Risiko Hipertensi
Ilustrasi hiptertensi (Shutterstock)

Suara.com - Penelitian terbaru menunjukkan kita dapat melindungi diri dari tekanan darah tinggi seiring bertambahnya usia dengan menjaga rutinitas olahraga hingga usia paruh baya.

Tetapi faktor sosial dapat membuat ini lebih sulit dilakukan oleh sebagian orang, lapor Science Alert.

"Remaja dan mereka yang berusia awal 20-an mungkin aktif secara fisik tetapi pola ini berubah seiring bertambahnya usia," kata ahli epidemiologi Kirsten Bibbins-Domingo di University of California, San Francisco (UCSF).

Padahal, kurangnya aktivitas olahraga akan meningkatkan risiko tekanan darah tinggi atau hipertensi, lapor Science Alert.

Untuk membuktikannya, sebuah riset dilakukan terhadap 5.100 orang dewasa. Peneliti melacak kesehatan mereka selama tiga dekade dengan penilaian fisik, kuesioner tentang kebiasaan olahraga, status merokok, dan asupan alkohol.

Ilustrasi Olahraga (pixabay.com)
Ilustrasi Olahraga (pixabay.com)

Pada setiap penilaian klinis, tekanan darah diukur tiga kali, dan peserta dikelompokkan ke dalam empat kategori berdasarkan ras dan jenis kelamin untuk analisis data.

Secara keseluruhan, tingkat aktivitas fisik menurun dari seiring bertambahnya usia, dari 18 sampai 40 tahun, dengan jumlah hipertensi meningkat dan aktivitas fisik menurun selama beberapa dekade berikutnya.

Sementara ketika mengamati peserta yang berolahraga selama lima jam dalam seminggu selama masa dewasa awal, peneliti menemukan tingkat aktivitas itu menurunkan risiko hipertensi secara signifikan. Terutama jika mereka mempertahankan rutinitas olahraganya sampai usia 60 tahun.

Menurut peneliti, ini menunjukkan bahwa masa muda adalah jendela penting untuk melakukan intervensi pencegah hipertensi di usia paruh baya.

baca juga

"Mungkin utamanya dilakukan setelah selesai sekolah menengah, ketika kesempatan aktivitas fisik berkurang karena beralih ke perguruan tinggi, bekerja, dan menjadi orang tua. Seiring waktu waktu luang mereka terkikis," sambungnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Olahraga Identik dengan Pria Ini Juga Bisa Dilakukan Para Wanita

5 Olahraga Identik dengan Pria Ini Juga Bisa Dilakukan Para Wanita

Your Say | Jum'at, 31 Desember 2021 | 12:58 WIB

Bagi yang Tidak Senang Olahraga, Begini Cara Menyukainya Menurut Ahli

Bagi yang Tidak Senang Olahraga, Begini Cara Menyukainya Menurut Ahli

Health | Jum'at, 31 Desember 2021 | 13:22 WIB

Edy Rahmayadi Minta Jangan Ada Pelatih Olahraga yang Berkumis

Edy Rahmayadi Minta Jangan Ada Pelatih Olahraga yang Berkumis

Bali | Kamis, 30 Desember 2021 | 10:14 WIB

Terkini

Cak Imin Soroti Kasus Perundungan Anak Disabilitas: Sistem Pendidikan Harus Dibenahi

Cak Imin Soroti Kasus Perundungan Anak Disabilitas: Sistem Pendidikan Harus Dibenahi

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 11:45 WIB

Ulasan Novelis as a Vocation: Mengurai Sistem Kerja Menulis ala Haruki Murakami

Ulasan Novelis as a Vocation: Mengurai Sistem Kerja Menulis ala Haruki Murakami

Your Say | Selasa, 20 Oktober 2026 | 11:45 WIB

Ironi The Perfect Victim: Mengapa Korban Harus Sempurna untuk Layak Dibela?

Ironi The Perfect Victim: Mengapa Korban Harus Sempurna untuk Layak Dibela?

Your Say | Selasa, 20 Oktober 2026 | 11:45 WIB

2 Tahun Prabowo-Gibran di Sektor Pendidikan: Revitalisasi Sekolah hingga Tunjangan Guru

2 Tahun Prabowo-Gibran di Sektor Pendidikan: Revitalisasi Sekolah hingga Tunjangan Guru

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 11:42 WIB

Sebut Presiden Prabowo Baik Hati, Nanik Deyang: Kuda Saja Diurus, Masa Rakyatnya Gak Diurus

Sebut Presiden Prabowo Baik Hati, Nanik Deyang: Kuda Saja Diurus, Masa Rakyatnya Gak Diurus

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 11:40 WIB

5 Cara Aman Membuang Bangkai Tikus di Rumah

5 Cara Aman Membuang Bangkai Tikus di Rumah

Sumut | Selasa, 20 Oktober 2026 | 11:40 WIB

Angka Kemiskinan Indonesia Turun Jadi 8,07 Persen, 920 Ribu Orang Keluar dari Kemiskinan

Angka Kemiskinan Indonesia Turun Jadi 8,07 Persen, 920 Ribu Orang Keluar dari Kemiskinan

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 11:38 WIB

6.472 PPPK Paruh Waktu di Kota Makassar Kantongi SK Baru

6.472 PPPK Paruh Waktu di Kota Makassar Kantongi SK Baru

Sulsel | Selasa, 20 Oktober 2026 | 11:36 WIB

Cakupan 4G Tembus 98 Persen, Komdigi Dorong Perluasan Jaringan 5G

Cakupan 4G Tembus 98 Persen, Komdigi Dorong Perluasan Jaringan 5G

Tekno | Selasa, 20 Oktober 2026 | 11:34 WIB

Dibantu Damkar, Aktivis Greenpeace Turun dari Tugu Selamat Datang dengan Flying Fox

Dibantu Damkar, Aktivis Greenpeace Turun dari Tugu Selamat Datang dengan Flying Fox

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 11:33 WIB

×