facebook

Studi: Makan Daging Merah Bisa Picu Penyakit Hati Berlemak

Yasinta Rahmawati
Studi: Makan Daging Merah Bisa Picu Penyakit Hati Berlemak
Ilustrasi makan steak, daging merah. (Shutterstock)

Penelitian baru menemukan bahwa makan daging merah dikaitkan dengan peningkatan risiko pengembangan penyakit hati berlemak non-alkohol.

Suara.com - Penyakit hati berlemak atau fatty liver merupakan kondisi saat terjadi penumpukan banyak lemak di hati. Ada banyak hal yang dapat memicu penyakit ini, seperti obesitas.

Makanan dan minuman yang Anda konsumsi dapat memainkan peran penting untuk menjaga organ vital ini tetap sehat.

Sekarang, penelitian baru menemukan bahwa makan daging merah dikaitkan dengan peningkatan risiko pengembangan penyakit hati berlemak non-alkohol.

Dilansir dari Eat This, dalam studi yang diterbitkan dalam jurnal Clinical Nutrition, peneliti dari Harvard Medical School dan Harvard TH Chan School of Public Health melihat data dari sekitar 78.000 wanita selama dua dekade.

Baca Juga: 6 Jenis Makanan yang Sulit Dicerna, Wortel dan Buah Segar Termasuk!

Peneliti menemukan bahwa mereka yang makan satu porsi atau kurang daging merah per minggu secara signifikan lebih kecil kemungkinannya mengembangkan penyakit tersebut.

Ilustrasi lelaki makan daging merah. (Shutterstock)
Ilustrasi lelaki makan daging merah. (Shutterstock)

Sedangkan, mereka yang makan lebih banyak, dan mereka yang makan daging merah setiap hari (atau beberapa kali per hari) memiliki risiko terbesar.

Para peneliti mengamati efek ini untuk daging yang diproses dan yang tidak diproses. Namun disarankan jika Anda tetap ingin makan daging merah, maka lebih baik konsumis daging yang belum mengalami pengolahan.

Sebab daging olahan datang dengan banyak bahaya kesehatan lainnya, termasuk melemahkan sistem kekebalan dan meningkatkan peluang mengembangkan berbagai penyakit kronis.

Sebagai informasi, orang dengan kondisi penyakit hati berlemak non-alkohol berada pada peningkatan risiko penyakit kardiovaskular dan diabetes tipe 2, di antara masalah kesehatan lainnya.

Baca Juga: Studi: Hubungan Lemak Jenuh dengan Penyakit Jantung Bergantung Sumber Makanannya

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar