CDC Ungkap Alasan Tak Wajibkan Tes Negatif Usai Karantina Covid-19 Lima Hari

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Kamis, 06 Januari 2022 | 06:13 WIB
CDC Ungkap Alasan Tak Wajibkan Tes Negatif Usai Karantina Covid-19 Lima Hari
Ilustrasi virus corona Covid-19, masker bedah (Pixabay/Coyot)

Suara.com - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit memperbarui pedomannya untuk karantina Covid-19. Terbaru orang dengan Covid-19 tak perlu dites negatif untuk bisa menyelesaikan karantina selama lima hari.

Hal itu menjadi pertanyaan banyak orang, apa sebenarnya alasannya?

“Tes-tes ini diizinkan untuk tujuan kualitatif, bukan tujuan kuantitatif, artinya kami tidak dapat mengetahui seberapa menularnya Anda berdasarkan tes positif atau negatif,” kata Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dr. Rochelle Walensky seperti dilansir dari NY POst.

Tetapi CDC tetap menawarkan saran tentang bagaimana "menafsirkan" tes ketika keluar dari isolasi.

“Setelah kami merilis rekomendasi kami awal pekan lalu, menjadi sangat jelas bahwa orang menjadi tertarik menggunakan tes cepat, meskipun mereka tidak diizinkan untuk tujuan ini,” kata Walensky. “Kami kemudian memberikan panduan tentang bagaimana mereka harus digunakan.”

“Jika tes itu positif, orang harus tinggal di rumah selama lima hari ekstra dan jika tes itu negatif, orang benar-benar perlu memahami bahwa mereka harus terus memakai masker selama lima hari ekstra untuk menyelesaikan masa isolasi 10 hari, " dia menambahkan.

Ilustrasi Virus Corona. (Pixabay)
Ilustrasi Virus Corona. (Pixabay)

Upayanya untuk mengklarifikasi terjadi setelah CDC mengurangi periode karantina yang direkomendasikan dari 10 menjadi lima hari tanpa persyaratan pengujian pada akhir Desember, memicu reaksi dan membanjirnya pertanyaan.

Pada hari Minggu, Dr. Anthony Fauci mengatakan CDC akan mempertimbangkan panduan baru yang meminta orang tanpa gejala yang terinfeksi COVID-19 untuk dites negatif sebelum meninggalkan karantina.

CDC mengatakan pada hari Selasa bahwa mereka tidak akan meminta orang untuk melakukan tes negatif sebelum meninggalkan karantina tetapi masih memperbarui panduan online-nya.

Panduan baru menyatakan bahwa jika seseorang memiliki akses ke tes dan ingin mengambilnya, pendekatan terbaik adalah melakukan tes antigen menjelang akhir masa isolasi lima hari mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Warga Inggris Dirawat di Medan, Bobby Nasution Bilang Begini

Warga Inggris Dirawat di Medan, Bobby Nasution Bilang Begini

Sumut | Kamis, 06 Januari 2022 | 00:08 WIB

Vaksinasi Merdeka, Polda Metro Jaya Targetkan 2,2 Juta Anak di Jadetabek Divaksin COVID-19

Vaksinasi Merdeka, Polda Metro Jaya Targetkan 2,2 Juta Anak di Jadetabek Divaksin COVID-19

Jakarta | Kamis, 06 Januari 2022 | 00:02 WIB

Heboh Sindikat Jual Beli Vaksin Booster di Surabaya, Tarifnya Rp250 Ribu

Heboh Sindikat Jual Beli Vaksin Booster di Surabaya, Tarifnya Rp250 Ribu

Jatim | Rabu, 05 Januari 2022 | 23:29 WIB

Terkini

BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut

BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut

Health | Senin, 11 Mei 2026 | 12:19 WIB

15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak

15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak

Health | Senin, 11 Mei 2026 | 10:06 WIB

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Health | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:31 WIB

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB