Makanan dan Pantangan Darah Tinggi yang Perlu Dihindari

Yasinta Rahmawati

Kamis, 06 Januari 2022 | 13:13 WIB
Makanan dan Pantangan Darah Tinggi yang Perlu Dihindari
Ilustrasi gambar (freepik)

Suara.com - Bagi penderita hipertensi, penting untuk mengetahui pantangan darah tinggi. Tekanan darah tinggi atau hipertensi berarti darah Anda memompa dengan kekuatan lebih dari biasanya melalui arteri Anda. 

Hipertensi ini merupakan gangguan umum dari sistem peredaran darah, mempengaruhi sekitar satu dari tujuh orang dewasa dan menjadi lebih umum seiring bertambahnya usia. Orang yang lebih tua mungkin mengalami perubahan pola tekanan darah karena arteri mereka menjadi lebih kaku (kurang elastis).

Hipertensi biasanya tidak menimbulkan gejala. Ini berarti kebanyakan orang bahkan tidak menyadari bahwa mereka memilikinya. Para ahli merekomendasikan bahwa setiap orang harus memeriksakan tekanan darahnya secara teratur (sebaiknya setiap tahun).

Selain memeriksakan tekanan darah secara teratur, penting juga untuk mengetahui pantangan bagi penderita darah tinggi agar gejalanya tidak semakin parah. Untuk lebih jelasnya, berikut ini pantangan darah tinggi yang dilansir dari berbagai sumber.

1. Makanan Berkalori Tinggi

Untuk pasien hipertensi, perlu untuk mengontrol total kalori dalam makanan sehari-hari. Untuk beberapa makanan berkalori tinggi, cobalah untuk mengurangi jumlah asupannya. Banyaknya lemak dalam tubuh membuat tekanan darah meningkat berulang kali, sehingga dapat memicu beberapa penyakit kardiovaskular dan serebrovaskular.

Ilustrasi burger. (Shutterstock)
Ilustrasi burger. (Shutterstock)

2. Makanan Tinggi Garam

Untuk pasien hipertensi, asupan garam harian harus dikontrol dalam diet harian, dan total asupan garam harian tidak boleh melebihi 6g. Selain garam meja, semua bumbu dengan kandungan natrium tinggi, seperti kecap, MSG, saus tiram, pasta kedelai, juga harus dikurangi asupannya.

Begitu penderita hipertensi makan terlalu banyak makanan yang mengandung garam, mudah untuk membentuk retensi air dan natrium. Hal ini tidak hanya akan menyebabkan tekanan darah terus meningkat, tetapi juga memiliki bahaya besar bagi kesehatan ginjal.

3. Merokok

Satu batang rokok yang dihisap dapat membuat tekanan darah meningkat selama beberapa menit. Dengan berhenti merokok, itu artinya Anda membantu tekanan darah dalak tubuh Anda kembali normal. Selain itu, berhenti merokok juga dapat mencegah risiko penyakit jantung serta tubuh jadi lebih sehat.

Tanda dilarang merokok. (Shutterstock)
Tanda dilarang merokok. (Shutterstock)

4. Kafein

Peran kafein dalam tekanan darah masih diperdebatkan. Diketahui, kafein mampu meningkatkan tekanan darah mencapai 10 mm Hg pada mereka yang jarang mengkonsumsi kopi. Namun, bagi mereka yang minum kopi teratur, efek pada tekanan darah mereka mungkin hanya sedikit atau bahkan tidak ada.

Demikian informasi mengenai pantangan darah tinggi yang penting untuk diketahui, terutama bagi yang menderita darah tinggi atau hipertensi.

Kontributor : Ulil Azmi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Orang yang Punya Tumor Jinak Tipe Ini Berisiko Tinggi Idap Diabetes Tipe 2 dan Hipertensi

Orang yang Punya Tumor Jinak Tipe Ini Berisiko Tinggi Idap Diabetes Tipe 2 dan Hipertensi

Health | Selasa, 04 Januari 2022 | 16:55 WIB

Studi: Rutin Olahraga Sedari Muda hingga Usia Paruh Baya Mengurangi Risiko Hipertensi

Studi: Rutin Olahraga Sedari Muda hingga Usia Paruh Baya Mengurangi Risiko Hipertensi

Health | Jum'at, 31 Desember 2021 | 14:48 WIB

16 Ciri-ciri Darah Tinggi, Kenali Gejala yang Kerap Dialami

16 Ciri-ciri Darah Tinggi, Kenali Gejala yang Kerap Dialami

Jogja | Rabu, 29 Desember 2021 | 13:20 WIB

Terkini

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB