5 Gejala setelah Vaksin Sinovac

Yasinta Rahmawati

Senin, 10 Januari 2022 | 19:55 WIB
5 Gejala setelah Vaksin Sinovac
Foto oleh Markus Winkler dari Pexels

Suara.com - Sebagian besar dari masyarakat dunia kini telah menerima vaksin Covid-19 yang diproduksi oleh perusahaan farmasi. Dan tentu saja, sebagian juga paham benar terdapat efek samping yang muncul. Pada Sinovac misalnya, gejala setelah vaksin Sinovac ini cukup jelas pada beberapa orang.

Yang jadi pertanyaan kemudian apakah gejala ini wajar dan bisa hilang dengan sendirinya? Atau memerlukan perawatan khusus pada derajat atau tingkat keparahan tertentu? Anda bisa lihat infonya di bawah ini.

Gejala setelah Vaksin Sinovac

Setidaknya ada beberapa gejala umum yang muncul setelah menerima vaksin Sinovac.

1. Nyeri di area yang disuntik, efek samping ini paling sering muncul dan terkadang disertai dengan pembengkakan kecil. Biasanya hal ini akan hilang dalam 2 sampai 3 hari.

2. Nyeri otot dan sendi, setelah mendapatkan vaksin biasanya tubuh akan terasa pegal dan nyeri. Rasanya tak terlalu parah, dan juga akan hilang dengan sendirinya.

3. Demam, efek ini juga termasuk paling sering muncul setelah vaksin Sinovac. Hal ini adalah reaksi alami dari tubuh setelah menerima dosis dari vaksin tersebut.

4. Sensasi mual dan muntah, gejala ini sendiri juga terbilang alami karena merupakan respons tubuh ketika ada vaksin yang dimasukkan.

5. Sakit kepala, masih dalam skala ringan, sakit kepala jadi gejala setelah vaksin Sinovac yang juga umum dan tak perlu dicemaskan.

baca juga
Ilustrasi vaksin Covid-19 [Foto: Antara]
Ilustrasi vaksin Covid-19 [Foto: Antara]

Cara Mengatasinya

Dengan lima gejala tersebut, ada cara mengatasi atau tindakan yang bisa diambil. Pertama, jika lengan terasa sakit Anda bisa mengompresnya dengan kompres dingin. Kemudian untuk membantu meredakan demam, Anda bisa mandi dengan air hangat.

Untuk segera memulihkan kondisi, Anda dianjurkan mengkonsumsi makanan bernutrisi dan banyak air putih. Jika diperlukan obat pereda nyeri juga bisa dikonsumsi, akan lebih baik jika sesuai anjuran dokter.

Meski demikian Anda wajib mewaspadai jika gejala yang muncul sudah terlalu berat dan mulai mengganggu aktivitas. Gejala setelah vaksin SInovac ini akan berbeda-beda pada setiap orang, karena tingkat daya tahan tubuh dan kemampuan adaptasinya juga berbeda. Semoga bermanfaat, dan selamat beraktivitas.

Kontributor : I Made Rendika Ardian

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ratusan Warga RW 02 Kelurahan Krukut Tes Swab Massal, 10 Positif COVID-19

Ratusan Warga RW 02 Kelurahan Krukut Tes Swab Massal, 10 Positif COVID-19

Jakarta | Senin, 10 Januari 2022 | 19:50 WIB

Kasus COVID-19 Varian Omicron Naik Lagi, Gara-gara Pelaku Perjalanan Luar Negeri?

Kasus COVID-19 Varian Omicron Naik Lagi, Gara-gara Pelaku Perjalanan Luar Negeri?

Health | Senin, 10 Januari 2022 | 19:30 WIB

Siap-siap! Ada Dua Skema Vaksin Booster, Salah Satunya Berbayar

Siap-siap! Ada Dua Skema Vaksin Booster, Salah Satunya Berbayar

Banten | Senin, 10 Januari 2022 | 19:43 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×