Ahli: Suntikan Booster Vaksin Covaxin Beri Kekebalan Persisten

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Selasa, 11 Januari 2022 | 19:31 WIB
Ahli: Suntikan Booster Vaksin Covaxin Beri Kekebalan Persisten
Ilustrasi vaksin Covid-19 (Pexels)

Suara.com - Hasil uji coba fase 2 dari suntikan booster vaksin Covid-19, Covaxin dipastikan mampu memberikan kekebalan yang persisten.

Dr. Krishna Ella, Ketua dan Direktur Pelaksana Bharat Biotech, menyampaikan tujuannya mengembangkan vaksin Covid-19 global untuk melawan virus corona Covid-19 sudah tercapai.

"Uji coba vaksin Covid-19 Covaxin terkontrol pada fase 2, yakni double-blind menunjukkan tingkat keamanan jangka panjang tanpa efek samping serius," kata Dr Krishna dikutip dari Times of India.

Suntikan booster vaksin Covid-19 adalah vaksin Covid-19 dosis ketiga yang diberikan sebagai upaya meningkatkan kekebalan tubuh.

Suntikan booster ini dianjurkan ketika kekebalan yang diperoleh dari dosis awal dan kedua mulai berkurang.

Ilustrasi Virus Corona Covid-19. (Pixabay)
Ilustrasi Virus Corona Covid-19. (Pixabay)

Suntikan booster vaksin Covid-19 diperlukan untuk melindungi orang dengan gangguan kekebalan yang tidak merespon dengan baik pada dua dosis pertama dan kedua.

Suntikan booster vaksin Covid-19 ini bertujuan memberikan perlindungan kepada tubuh setelah jangka waktu tertentu ketika efek vaksin mulai berkurang.

Saat ini, vaksin Covishield dan Covaxin sedang menyediakan suntikan booster vaksin Covid-19. Seseorang bisa mendapatkan suntikan booster dari vaksin Covid-19 yang sama denagn dosis sebelumnya.

Sementara itu, vaksin Covovax dan Corbevax tidak memenuhi syarat sebagai suntikan booster vaksin Covid-19 di India.

Menurut Kelompok Penasihat Teknis Nasional India, seseorang bisa mendapatkan suntikan booster vaksin Covaxin ini setelah 9 hingga 12 bulan mendapatkan dosis kedua.

Bharat Biotech menemukan 6 bulan setelah pemberian dosis kedua vaksin Covaxin bisa meningkatkan kekebalan yang nyata dalam respons CD4+ T- dan CD8+ Tcell.

"Analisis menunjukkan, enam bulan setelah seri vaksinasi BBV152 dua dosis imunitas yang dimediasi sel dan antibodi penetralisir untuk strain homolog (D614G) dan heterolog (Alpha, Beta, Delta, dan Delta plus) bertahan di atas baseline)," kata Bharat Biotech.

Selanjutnya, antibodi penetralisir terhadap varian SARS-CoV-2 yang homolog dan heterolog meningkat 19 hingga 265 kali lipat setelah vaksinasi ketiga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Resmi! Booster Vaksin Covid-19 Akan Dimulai 12 Januari 2022 Besok: Ini Aturannya

Resmi! Booster Vaksin Covid-19 Akan Dimulai 12 Januari 2022 Besok: Ini Aturannya

Health | Selasa, 11 Januari 2022 | 17:44 WIB

Booster Vaksin Covid-19 Gratis Untuk Semua Masyarakat, Cek Syaratnya

Booster Vaksin Covid-19 Gratis Untuk Semua Masyarakat, Cek Syaratnya

Health | Selasa, 11 Januari 2022 | 14:22 WIB

5 Booster Vaksin Covid-19 yang Telah Dizinkan BPOM, Cek Tingkat Antibodi dan Efek Samping

5 Booster Vaksin Covid-19 yang Telah Dizinkan BPOM, Cek Tingkat Antibodi dan Efek Samping

Health | Selasa, 11 Januari 2022 | 12:55 WIB

Terkini

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:30 WIB

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:11 WIB

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:27 WIB

Diskon BRI untuk Paket MCU dan Perawatan Ortopedi di Primaya Hospital, Cek di Sini

Diskon BRI untuk Paket MCU dan Perawatan Ortopedi di Primaya Hospital, Cek di Sini

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:56 WIB

IDAI Ingatkan Risiko Susu Formula di MBG: ASI Tak Bisa Digantikan Produk Pabrik

IDAI Ingatkan Risiko Susu Formula di MBG: ASI Tak Bisa Digantikan Produk Pabrik

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:13 WIB

Jangan Asal Cari di Internet! Dokter Ingatkan Bahaya Self-Diagnosis saat Nyeri Dada

Jangan Asal Cari di Internet! Dokter Ingatkan Bahaya Self-Diagnosis saat Nyeri Dada

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 18:47 WIB

Hati-hati Memilih ART, Ini Alasan Rekrutmen Tradisional Justru Ancam Keamanan Keluarga

Hati-hati Memilih ART, Ini Alasan Rekrutmen Tradisional Justru Ancam Keamanan Keluarga

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 18:25 WIB

Cara Kerja Lensa HALT pada Kacamata Anak dengan Miopia, Cegah Mata Minus Makin Parah

Cara Kerja Lensa HALT pada Kacamata Anak dengan Miopia, Cegah Mata Minus Makin Parah

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 14:46 WIB

Bukan Sekadar Estetik, Air Treatment Norium by AZKO Bantu Jaga Kesehatan Bayi di Rumah

Bukan Sekadar Estetik, Air Treatment Norium by AZKO Bantu Jaga Kesehatan Bayi di Rumah

Health | Rabu, 20 Mei 2026 | 16:00 WIB