Studi: OTG Varian Omicron Jauh Lebih Banyak Dibandingkan Varian Sebelumnya

Vania Rossa

Rabu, 12 Januari 2022 | 07:41 WIB
Studi: OTG Varian Omicron Jauh Lebih Banyak Dibandingkan Varian Sebelumnya
Ilustrasi OTG pada Varian Omicron (freepik.com) / prostooleh

Suara.com - Salah satu yang paling berbahaya dari penularan virus corona adalah yang berasal dari OTG alias orang tanpa gejala. Meski sekilas tak tampak sakit, OTG membawa virus dalam tubuhnya dan mampu menularkan ke orang terdekatnya. Dan kabar terbaru menurut sejumlah temuan awal dari dua uji klinis di Afrika Selatan menunjukkan bahwa OTG varian Omicron kemungkinan jauh lebih banyak dibandingkan varian sebelumnya.

Kondisi itu dapat menjelaskan mengapa varian Omicron menyebar sangat cepat ke seluruh dunia.

Kedua studi tersebut, yang salah satunya dilakukan ketika infeksi Omicron melonjak di Afrika Selatan bulan lalu dan satu lagi mengambil sampel ulang partisipan di waktu yang sama, menemukan bahwa jumlah orang yang positif Covid-19 tetapi tidak bergejala (asimptomatik) jauh lebih banyak ketimbang uji coba sebelumnya.

Dilansir dari Reuters, dalam studi Ubuntu yang mengevaluasi efikasi vaksin Covid-19 Moderna pada penderita HIV, 31 persen dari 230 partisipan yang menjalani skrining dinyatakan positif. Sementara itu, semua 56 sampel untuk analisis pengurutan genom diverifikasi sebagai Omicron.

"Ini sangat berbeda dengan tingkat positif (varian-varian) sebelum Omicron, yang berkisar kurang dari 1 persen hingga 2,4 persen," kata para peneliti melalui pernyataan, seperti dikutip dari Antara.

Dalam subkelompok uji Sisonke yang mengevaluasi efikasi vaksin COVID-19 Johnson & Johnson, rata-rata jumlah OTG atau pembawa asimtomatik naik menjadi 16 persen selama periode Omicron dari 2,6 persen selama wabah Beta dan Delta.

"Studi Sisonke melibatkan 577 penerima vaksin, dengan hasil yang menunjukkan tingkat pembawa yang tinggi bahkan pada mereka yang diketahui sudah divaksin," katanya.

Para peneliti menambahkan bahwa "tingkat pembawa asimtomatik yang lebih tinggi kemungkinan menjadi faktor utama keganasan varian Omicron, bahkan di antara populasi dengan tingkat infeksi Covid-19 yang sebelumnya tinggi."

Afrika Selatan menghadapi lonjakan kasus Covid-19 sejak akhir November, dan pada saat itu para peneliti memperingatkan dunia tentang varian Omicron.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menular dengan Cepat, Varian Omicron Jarang Timbulkan Gejala Berat?

Menular dengan Cepat, Varian Omicron Jarang Timbulkan Gejala Berat?

Health | Rabu, 12 Januari 2022 | 05:05 WIB

Varian Omicron Merebak, Jepang Belum Bolehkan Warga Negara Asing Masuk

Varian Omicron Merebak, Jepang Belum Bolehkan Warga Negara Asing Masuk

Health | Rabu, 12 Januari 2022 | 01:05 WIB

Omicron Bikin Kasus Covid-19 Meningkat Drastis, Menkes Budi Minta Masyarakat Tidak Panik

Omicron Bikin Kasus Covid-19 Meningkat Drastis, Menkes Budi Minta Masyarakat Tidak Panik

News | Selasa, 11 Januari 2022 | 22:51 WIB

Terkini

Geram dengan Pernyataan Ketua Bakom, Pejabat Malaysia Tuntut Prabowo-Gibran Minta Maaf

Geram dengan Pernyataan Ketua Bakom, Pejabat Malaysia Tuntut Prabowo-Gibran Minta Maaf

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 14:07 WIB

Cek Aktivitas BIM di Area PT KEL, Satgas PKH: Jika Tanpa Izin Wajib Berhenti!

Cek Aktivitas BIM di Area PT KEL, Satgas PKH: Jika Tanpa Izin Wajib Berhenti!

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 14:05 WIB

3 Shio yang Diprediksi Banjir Bonus dan Naik Jabatan di Akhir Tahun 2026

3 Shio yang Diprediksi Banjir Bonus dan Naik Jabatan di Akhir Tahun 2026

Lifestyle | Senin, 12 Oktober 2026 | 14:05 WIB

Daftar Peningkatan Fitur New Xforce ICE Pilihan Relevan Pengendara Perkotaan

Daftar Peningkatan Fitur New Xforce ICE Pilihan Relevan Pengendara Perkotaan

Otomotif | Senin, 12 Oktober 2026 | 14:05 WIB

5 Tips Pakai Lipstik Merah agar Elegan dan Tidak Menor, Dijamin Auto Berkelas

5 Tips Pakai Lipstik Merah agar Elegan dan Tidak Menor, Dijamin Auto Berkelas

Lifestyle | Senin, 12 Oktober 2026 | 14:05 WIB

Belanja Elektronik, Dapat Diskon Langsung Rp300.000 dari BRI

Belanja Elektronik, Dapat Diskon Langsung Rp300.000 dari BRI

Bri | Senin, 12 Oktober 2026 | 14:04 WIB

Teken SEB dengan Mentan, Mendagri Minta Daerah Sukseskan Swasembada Pangan

Teken SEB dengan Mentan, Mendagri Minta Daerah Sukseskan Swasembada Pangan

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 14:04 WIB

Tak Harus Selalu Upgrade Skill: Kita Juga Butuh Waktu Menjadi Diri Sendiri

Tak Harus Selalu Upgrade Skill: Kita Juga Butuh Waktu Menjadi Diri Sendiri

Your Say | Senin, 12 Oktober 2026 | 14:00 WIB

Siswa SD Pemalang Meninggal Usai Diduga Dirundung, KPAI Soroti Kelalaian Sekolah

Siswa SD Pemalang Meninggal Usai Diduga Dirundung, KPAI Soroti Kelalaian Sekolah

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 13:58 WIB

Wakil PM Malaysia: Kami Tawarkan 1 Pesawat dan 3 Helikopter Atasi Karhutla tapi Dicuekin Indonesia

Wakil PM Malaysia: Kami Tawarkan 1 Pesawat dan 3 Helikopter Atasi Karhutla tapi Dicuekin Indonesia

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 13:57 WIB

×