facebook

Menkes Budi Siapkan 400 Ribu Molnupiravir Buat Lawan Lonjakan Omicron, Sudah Dapat Izin BPOM?

Bimo Aria Fundrika | Dini Afrianti Efendi
Menkes Budi Siapkan 400 Ribu Molnupiravir Buat Lawan Lonjakan Omicron, Sudah Dapat Izin BPOM?
Menkes Budi Siapkan 400 Ribu Molnupiravir Buat Lawan Lonjakan Omicron, Sudah Dapat Izin BPOM? (Dok: Instagram: Budigsadikin)

Ia sekaligus meninjau mulainya proses produksi lokal molnupiravir yang diharapkan bisa mulai masuk ke pasar di bulan April hingga Mei 2022

Suara.com - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memastikan ketersediaan obat Covid-19 Molnupiravir, untuk antisipasi lonjakan kasus baru Covid-19 di Tanah Air akibat varian Omicron.

Sebanyak 400.000 tablet obat Covid-19 buatan perusahaan farmasi Amerika Serikat, Merck itu, dipastikan tersedia oleh Menkes Budi saat mengunjungi pabrik pusat produksi Molnupiravir di Tanah Air.

"Memastikan kesiapan 400.000 tablet monulpiravir untuk menghadapi gelombang Omicron. Sekaligus meninjau mulainya proses produksi lokal molnupiravir yang diharapkan bisa mulai masuk ke pasar di bulan April hingga Mei 2022," ungkap Menkes Budi di Instagram pribadinya, dikutip suara.com, Jumat (14/1/2022).

Di hari yang sama, Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM RI juga baru saja mengeluarkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) untuk Molnupiravir.

Baca Juga: Hasil Studi: Booster Vaksin AstraZeneca Naikan Antibodi Lawan Semua Varian Covid-19

 Menkes Budi Siapkan 400 Ribu Molnupiravir Buat Lawan Lonjakan Omicron, Sudah Dapat Izin BPOM? (Dok: Instagram: Budigsadikin)
Menkes Budi Siapkan 400 Ribu Molnupiravir Buat Lawan Lonjakan Omicron, Sudah Dapat Izin BPOM? (Dok: Instagram: Budigsadikin)

“Setelah melalui evaluasi terhadap data-data hasil uji klinik bersama dengan Tim Ahli Komite Nasional Penilai Obat serta asosiasi klinisi untuk persetujuan EUA ini, Badan POM bersama Kementerian Kesehatan juga akan terus memantau keamanan penggunaan Molnupiravir di Indonesia,” terang Kepala BPOM, Penny K. Lukito.

Dalam terangannya Penny memastikan obat yang didaftarkan PT. Amarox Pharma Global dan diproduksi Hetero Labs Ltd., India ini dipastikan relatif aman dan menghasilkan efek samping umum yang bisa ditoleransi.

Obat berupa kapsul 200 miligram (mg) ini, diberi izin darurat untuk pasien Covid-19 berusia 18 tahun ke atas, bergejala ringan hingga sedang, atau mereka yang tidak perlu menggunakan oksigen, tapi berpotensi alami gejala berat.

Obat diberikan dua kali sehari sebanyak 4 kapsul, dengan masing-masing 200 mg sekali minum, selama 5 hari.

Adapun efek samping yang paling sering dilaporkan yaitu berupa mual, sakit kepala, mengantuk, nyeri abdomen (perut), dan nyeri orofaring (tenggorokan)

Baca Juga: Aturan Terbaru, Larangan Masuk Untuk WNA dari 14 Negara Dicabut

Perlu diketahui, selaiknya banyak negara di dunia Indonesia juga tengah dibayangi oleh gelombang pandemi ketiga akibat varian Omicron.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar