Studi Baru: Virus Dengue Penyebab DBD Membuat Nyamuk yang Terinfeksi Menggigit dan Menulari Banyak Orang

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah | Suara.com

Jum'at, 14 Januari 2022 | 16:18 WIB
Studi Baru: Virus Dengue Penyebab DBD Membuat Nyamuk yang Terinfeksi Menggigit dan Menulari Banyak Orang
Nyamuk aedes aegypti. (Dok: Shutterstock)

Suara.com - Sebuah video dengan resolusi tinggi mengungkapkan bahwa nyamuk yang terinfeksi virus Dengue lebih tertarik pada mamalia dan lebih sering menggigit. Hal ini melipatgandakan peluang penularan penyakit.

Nyamuk yang terinfeksi virus Dengue dapat menyebabkan demam berdarah dengue (DBD), penyakit yang menyebabkan gejala demam tinggi serta flu.

Perilaku makan darah merupakan penentu utama bagaimana nyamuk menyebarkan virus dengue dalam sebuah komunitas, lapor Medical Xpress.

Dalam studi ini, peneliti menerapkan pendekatan multidisiplin yang menggunakan video resolusi tinggi untuk mengamati perilaku nyamuk terinfeksi virus dengue dan yang tidak terinfeksi dalam mengisap darah.

Ilustrasi nyamuk. (Pixabay/Skeeze)
Ilustrasi nyamuk. (Pixabay/Skeeze)

"Kami menemukan virus dengue meningkatkan daya tarik nyamuk ke inang mamalia dan jumlah gigitan nyamuk. Ketertarikan tinggi pada inang mamalia meningkatkan kemungkinan nyamuk untuk menggigit," jelas penulis senior Associate Professor Ashley St. John, dari Program Emerging Infectious Diseases (EID) Duke NUS.

Namun, peneliti menemukan, nyamuk yang terinfeksi kurang mampu menemukan pembuluh darah ketika menggigit mamalia. Sebagai gantinya, nyamuk harus menggigit lagi dan lagi sampai berhasil.

Dalam setiap gigitan nyamuk yang terinfeksi, mereka melepaskan air liur yang telah mengandung virus ke dalam kulit inang.

"Ini memberi pencerahan baru tentang cara virus 'membajak' vektornya untuk ditularkan," imbuh koresponden studi Julien Pompon, Ilmuwan dan Pemimpin Kelompok di IRD.

Selajutnya, tim peneliti ingin memahami mekanisme molekuler di balik perubahan perilaku nyamuk ini. Jika peneliti berhasil mengidentifikasi gen atau protein yang bertanggung jawab atas perubahan tersebut, para ilmuwan mungkin dapat merancang bahan kimia untuk mengubahnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Masuk Musim Penghujan, Orangtua Yuk Kenali Gejala Demam Berdarah pada Anak!

Masuk Musim Penghujan, Orangtua Yuk Kenali Gejala Demam Berdarah pada Anak!

Health | Rabu, 12 Januari 2022 | 17:46 WIB

Kasus Demam Berdarah di Kota Madiun Meningkat Pesat di Awal Tahun Ini

Kasus Demam Berdarah di Kota Madiun Meningkat Pesat di Awal Tahun Ini

Jatim | Selasa, 04 Januari 2022 | 08:14 WIB

Ketahui Gejala Demam Berdarah pada Anak untuk Identifikasi Dini

Ketahui Gejala Demam Berdarah pada Anak untuk Identifikasi Dini

Health | Sabtu, 01 Januari 2022 | 09:00 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB