facebook

Kehilangan Indra Penciuman dan Perasa akibat Covid-19, Waspadai Dampaknya!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Kehilangan Indra Penciuman dan Perasa akibat Covid-19, Waspadai Dampaknya!
Ilustrasi virus corona Covid-19 (Pixabay/mohamed_hassan)

Kehilangan indra penciuman dan perasa akibat virus corona Covid-19 bisa menyebabkan komplikasi yang jauh lebih besar.

Suara.com - Kehilangan indra penciuman dan perasa merupakan gejala umum virus corona Covid-19. Para ilmuwan pun khawatir mengenai risiko masalah kesehatan mental akibat kondisi tersebut.

Karena itu, mereka mengumpulkan kesaksian dari kelompok pendukung virus corona Covid-19 untuk memahami tentang pengaruh beberapa gejala terhadap kehidupan sehari-hari.

"Temuan kami menunjukkan perubahan rasa dan bau akibat virus corona Covid-19 bisa menyebabkan gangguan parah pada kehidupan sehari-hari yang berdampak pada kesejahteraan psikologis, kesehatan fisik dan hubungan," kata peneliti dikutip dari Express.

Ada dua cara berbeda di mana virus corona Covid-19 bisa mempengaruhi indra penciuman dan perasa. Hilangnya indra penciuman atau anosmia akan membuat sebagian besar makanan menjadi hambar.

Baca Juga: Penelitian Israel: Vaksin Covid-19 Dosis Keempat Tidak Bisa Lindungi dari Varian Omicron, Bahkan Lebih Buruk?

Sedangkan, hilangnya indra perasa atau parosmia adalah kondisi di mana bau menjadi terdistorsi dan seringkali dengan cara yang tidak menyenangkan.

Ilustrasi virus corona Covid-19 (Pixabay/Coyot)
Ilustrasi virus corona Covid-19 (Pixabay/Coyot)

Kondisi ini bisa menyebabkan disorientasi dan memicu refleks muntah. Beberapa orang melaporkan campuran gejala ini dari waktu ke waktu, tetapi keduanya bisa memiliki dampak berbeda pada kesehatan Anda.

Perubahan kemampuan pengecapan bisa berdampak parah pada pola makan. Pasien anosmia dilaporkan cenderung makan berlebihan karena tidak bisa mencicipi makanan.

"Saya makan lebih banyak makan untuk mendapatkan kepuasan. Sehingga saya mengalami peningkatan berat badan karena makan lebih banyak guna memancing indra perasa," kata salah seorang penderita virus corona.

Sementara itu, orang lain melaporkan reaksi yang berlawanan sebagai akibat dari parosmia. Peserta lain menggambarkan kesaksian mereka tentang parosmia beberapa bulan setelah pulih dari virus corona Covid-19.

Baca Juga: Sembunyikan Riwayat ke Amerika hingga Sebabkan Penyebaran Omicron di Hong Kong, Dua Awak Cathay Dipenjara

"Empat bulan setelah pemulihan, rasa dan bau tengik/logam menghantam saya. Sejak itu, saya tidak bisa makan banyak. Saya tidak bisa makan cukup untuk olahraga dan sesak napas saya tidak membantu," jelasnya.

Dampak sosial dari kehilangan indra penciuman dan perasa ini juga didokumentasikan oleh para peneliti. Seseorang mengaku aroma minuman anggur justru menyerupai bau kotoran .

Banyak orang yang juga melaporkan kehilangan aroma unik dari padangannya atau aroma itu diganti dengan sesuatu yang menjijikan dan merusak hubungan mereka.

Namun, sejumlah orang juga merasakan manfaat dari perubahan indra penciuman dan perasa akibat virus corona.

Seseorang mengaku lebih mudah mengonsumsi makanan sehat karena rasanya yang sama. Misalnya, sayuran dan junk food ketika menimbulkan cita rasa yang sama.

Beberapa lainnya mengaku hilangnya indra penciuman justru tidak menghambat aktivitas sosialnya. Karena, ia menjadi tidak bisa mencium bau badan orang lain di sekitarnya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar