facebook

Akibat Covid-19 yang Tak Terdeteksi, Remaja Ini Menderita Sindrom Peradangan Multisistem yang Mematikan

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
Akibat Covid-19 yang Tak Terdeteksi, Remaja Ini Menderita Sindrom Peradangan Multisistem yang Mematikan
Ilustrasi pasien covid-19 mengalami koma. (Shutterstock)

Sudah beberapa kali dibawa ke rumah sakit, remaja laki-laki ini selalu dites negatif Covid-19.

Suara.com - Seorang ibu bernama Rosie Diven tidak sadar bahwa anaknya, Branson, menderita Covid-19 hingga hampir kehilangan nyawa sang putra.

Pada Desember tahun lalu, Branson sering muntah-muntah dan kehilangan nafsu makannya. Ia tidak menderita sakit tenggorokan maupun batuk seperti kebanyakan kasus Covid-19.

Branson pun dibawah ke rumah sakit pada 10 Desember, dan dinyatakan negatif Covid-19. Branson didiagnosis flu.

Namun seiring waktu, bocah remaja itu menjadi semakin sakit. Rosie pun kembali membawanya ke rumah sakit untuk diperiksa pada 16 Desember.

Baca Juga: Vaksin Covid-19 Pfizer Efektif Melindungi Anak Usia Remaja dari Sindrom Peradangan

"Saya tidak tahu penyakit apa ini tetapi ini bukan flu," ujar Rosie pada saat itu kepada sang dokter.

Rosie dan Branson (Facebook)
Rosie dan Branson (Facebook)

Dokter pun merujuknya ke Rumah Sakit Anak McLeod di Florence, Carolina Selatan. Di sini, remaja 16 tahun itu kembali dites negatif Covid-19.

Ia kembali dirujuk ke MUSC Shawn Jenkins Children's Hospital di Charleston, salah satu rumah sakit pediatrik terbaik di Amerika Serikat.

"Begitu mereka mengatakan akan memanggil helikopter, saya tahu kondisinya cukup serius," sambung Rosie, dilansir The Sun.

Sekali lagi, Branson negatif Covid-19. Tetapi dokter menemukan adanya antibodi dari sindrom peradangan multi-sistem pada anak-anak atau multi-system inflammatory syndrome in children (MIS-C).

Baca Juga: AS Kembali Melaporkan Kasus Sindrom Peradangan Multisistem pada Anak

MIS-C merupakan respons peradangan yang tertunda terhadap Covid-19. Kondisi ini dapat dialami berminggu-minggu atau berbulan-bulan pasca Covid-19. Bahkan ini dapat terjadi pada mereka yang tidak menunjukkan gejala.

Gangguan ini bisa mematikan karena menargetkan semua organ utama sekaligus.

Para dokter di Shawn Jenkins menemukan kadar penanda peradangan, yang disebut feritin, sangat tinggi, yakni 80.000. Sementara tingkat normalnya adalah antara 40 hingga 200.

"Mereka bilang Branson mungkin tidak akan bangun pada Jumat pagi apaila aku tidak langsung membawanya pada Kamis malam," lanjut Rosie.

Hingga akhirnya Branson dirawat di ICU dengan bantuan ventilator. Kondisinya membaik tepat sebelum Natal. Pada 30 Desember, Branson akhirnya dipulangkan dengan beberapa obat resep yang harus diminumnya secara rutin.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar