facebook

Pandemi Virus Corona Bisa Berakhir di Eropa, Begini Kata WHO

Cesar Uji Tawakal | Rosiana Chozanah
Pandemi Virus Corona Bisa Berakhir di Eropa, Begini Kata WHO
Ilustrasi omicron (pixabay.com)

Setelah gelombang Omicron yang saat ini melanda mereda, akan ada beberapa pekan hingga bulan terciptanya kekebalan global.

Suara.com - Direktur Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk Eropa, Hans Kluge, mengatakan bahwa pandemi virus corona dapat berakhir di benua Eropa.

Menurutnya, virus corona varian Omicron dapat menginfeksi 60 persen orang Eropa pada Maret mendatang. Inilah sebabnya masuk akal apabila wilayah tersebut sedang menuju akhir pandemi.

Setelah gelombang Omicron yang saat ini melanda mereda, akan ada beberapa pekan hingga bulan terciptanya kekebalan global, baik karena vaksinasi Covid-19 maupun dari infeksi itu sendiri.

"Kami mengantisipasi akan ada masa tenang sebelum Covid-19 kembali menjelang akhir tahun, tetapi belum tentu pandemi kembali," kata Kluge, dilansir France24.

Baca Juga: Pasien Omicron di Jakarta Meninggal Dunia, Pemprov DKI Minta Warga Tak Anggap Enteng

Kepala Penasihat Kesehatan Gedung Putih, Anthony Fauci, juga menyutujui hal tersebut, mengingat adanya penurunan kasus Covid-19 secara signifikan di beberapa bagian Amerika Serikat.

Protein lonjakan Virus Omicron (EPLF)
Protein lonjakan Virus Omicron (EPLF)

"Segalanya terlihat baik," jelas Fauci.

Meski begitu, ia mengatakan bahwa jangan terlalu percaya diri walau sudah terlihat adanya penurunan dalam jumlah kasus baru-baru ini di beberapa daerah, terutama timur laut AS.

"Saya yakin Anda akan mulai melihat perubahan haluan di seluruh negara bagian," sambungnya.

Kantor regional WHO untuk Afrika juga mengatakan pada pekan lalu bahwa kasus Covid-19 telah turun drastis di wilayah mereka dan kasus kematian juga menurun untuk pertama kalinya sejak gelombang keempat yang didominasi Omicron mencapai puncaknya.

Baca Juga: Pokja Genetik FKKMK UGM tentang Omicron: Tidak Berat Bukan Berarti Jinak

Kluge menambahkan bahwa Omicron juga telah meningkatkan harapan bahwa Covid-19 akan menjadi endemik, penyakit yang mudah diatasi seperti flu musiman.

Tetapi, menurutnya masih terlalu dini untuk menyebut Covid-19 akan menjadi endemik.

"Ada banyak pembicaraan tentang endemik, tetapi endemik berarti... bahwa mungkin memprediksi apa yang akan terjadi," sambungnya.

Kluge juga memperingatkan bahwa masih ada kemungkinan SARS-CoV-2 bermutasi lagi, yang memunculkan varian lainnya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar