Krisis Iklim Global Telah Memengaruhi Kesehatan, Terutama Perkembangan Janin, Bayi, serta Ibu Hamil

Selasa, 25 Januari 2022 | 08:49 WIB
Krisis Iklim Global Telah Memengaruhi Kesehatan, Terutama Perkembangan Janin, Bayi, serta Ibu Hamil
Ilustrasi ibu hamil (Shutterstock)

Suara.com - Enam studi baru yang baru-baru dianalisis para ilmuwan menunjukkan bahwa krisis iklim global telah merusak kesehatan janin dan bayi di seluruh dunia.

Para ilmuwan menemukan bahwa peningkatan suhu berkaitan dengan cepatnya penambahan berat badan pada bayi. Hal ini berisiko meningkatkan kasus obesitas di masa depan.

Suhu tinggi juga dikaitkan dengan kelahiran prematur, yang dapat memiliki dampak kesehatan seumur hidup sang bayi, serta peningkatan rawat inap anak-anak, lapor The Guardian.

Kaitan antara panas dan kenaikan berat badan yang cepat pada tahun pertama kehidupan bayi ditemukan oleh ilmuwan dari Israel.

Mereka menganalisis 200.000 data kelahiran dan menemukan bahwa bayi yang terpapar 20% suhu tinggi di malam hari berisiko 5% lebih tinggi mengalami kenaikan berat badan secara cepat.

Ilustrasi peningkatan suhu (Shutterstock)

Sementara itu, studi lain menemukan paparan asap dari kebakaran hutan telah meningkatkan risiko cacat lahir parah sebanyak dua kali lipat, dan polusi udara telah menurunkan kesuburan.

Cacat lahir yang dimaksud adalah gastroschisis, kondisi di mana usus bayi, terkadang organ lain, menonjol keluar dari tubuh melalui lubang kecil di kulit.

"Sejak awal, dari prakonsepsi, masa kanak-kanak hingga remaja, kami mulai melihat dampak penting dari bahaya iklim terhadap kesehatan," jelas peneliti Gregory Wellenius.

Menurutnya, ini adalah masalah yang memengaruhi semua orang. Peristiwa ekstrem ini akan menjadi lebih parah dengan berlanjutnya perubahan iklim.

Baca Juga: Sikap Nissa Sabyan Jawab Isu Perselingkuhan Disorot, Dijuluki Suhu: Kecil-kecil Udah Jadi Lydia Versi ABG

"Inilah mengapa sangat penting bagi kita, bukan di masa depan, tetapi hari ini," sambungnya.

Wellenius mengatakan aspek penting dari penelitian ini adalah terbuktinya orang-orang yang rentan sering menderita efek terburuk dari krisis iklim global, misalnya mereka yang berpenghasilan rendah tetapi tidak memiliki AC atau tinggal di daerah dengan polusi udara tinggi.

"Ini benar-benar masalah kesetaraan dan keadilan kesehatan," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI