facebook

Mengenal Urtikaria Aquagenic, Kondisi Langka Berupa Alergi Air yang Dapat Menyiksa Penderitanya

Risna Halidi | Dini Afrianti Efendi
Mengenal Urtikaria Aquagenic, Kondisi Langka Berupa Alergi Air yang Dapat Menyiksa Penderitanya
Ilustrasi alergi air atau urtikaria aquagenic.

Kondisi ini hanya dipicu jika kulit bersentuhan dengan air, bukan dari air minum yang masuk ke tubuh.

Suara.com - Banyak orang terlahir dalam kondisi memiliki alergi. Salah satunya adalah kondisi langka urtikaria aquagenic atau alergi air.

Ya, memiliki urtikaria aquagenic memang terkesan aneh, apalagi air adalah benda vital bagi kehidupan manusia. Tapi nyatanya, beberapa orang alergi terhadap air yang masuk kategori langka.

Mengutip Insider, Selasa (25/1/2022) urtikaria aquagenic yang kambuh bisa menyebabkan kulit biduran atau ruam gatal yang akan semakin parah ketika bersentuhan dengan air, termasuk saat berkeringat atau keluar air mata.

Uniknya, kondisi ini hanya dipicu jika kulit bersentuhan dengan air, bukan dari air minum yang masuk ke tubuh. Sehingga orang dengan alergi air tidak berisiko mengalami dehidrasi.

Baca Juga: Alergi Telur: Ketahui Gejala, Penyebab, dan Waktu yang Tepat ke Dokter

Ilustrasi mandi. [Freepik]
Ilustrasi mandi. [Freepik]

Kondisi ini sangat langka dan belum diketahui apa penyebab seseorang bisa mengalami kondisi ini. Hingga 2016, Journal of Asthma and Allergy baru mencatat 50 kasus yang pernah dilaporkan.

Umumnya, gatal-gatal berupa bentol di kulit yang disebut wheals akan timbul saat penderitanya bersentuhan dengan air. Tapi setelah kulit kering, gatal dan bentol akan hilang dan memudar dalam waktu 30 hingga 60 menit.

"Mandi misalnya, atau berkeringat, biasanya akan diikuti dengan ruam di seluruh kulit selama beberapa menit. Sedangkan gejala yang disebabkan oleh tangisan, hanya akan terbatas dimana air mata menyentuh kulit," ujar Marcus Maurer, Profesor Dermatologi dan Alergi Rumah Sakit Universitas Charite Berlin.

Tapi pada beberapa kasus parah, kondisi ini bisa menyebabkan angioedema, yakni pembengkakan di jaringan bawah kulit.

Ini adalah kondisi yang paling parah, karena efeknya tak hanya gatal dan bisa lebih menyakitkan. Mirisnya, gejala alergi bisa timbul bila bersentuhan dengan air suhu berapapun.

Baca Juga: Pencinta Hewan Berbahagia, Peneliti sedang Mengembangkan Vaksin untuk Alergi Anjing!

Apalagi tingkat keparahan dan frekuensi reaksi juga cenderung bervariasi, serta tidak bisa diukur lebih lanjut.

"Karena kontak dengan air tidak bisa dihindari, pasien tahun mereka akan mengalami ruam, dan ini menyebabkan kecemasan, depresi hingga stres yang besar," ungkap Maurer.

Selain itu, anak dengan kondisi ini umumnya takut untuk mandi. Bahkan makan dan minum sekalipun bisa membuat mereka stres, karena jika air tumpah ke kulit atau makanan pedas membuat pasien berkeringat, maka alergi akan muncul.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar